
Setelah sampai tadi malam, Umi dan kiyai belum tahu kalo zakir dan mira sudah pulang. Tapi waktu sholat shubuh zakir dan mira ke mesjid bersama.
Umi melihat Azzam dan zakir pergi ke mesjid bersama, tapi seingat umi zakir belum pulang dan umi merasa kalo dia terlalu merindukan anak dan menantunya tersebut.
Saat selesai shubuh Umi dan Kiyai kembali bersama, tapi ternyata ada Azzam dan zakir dibelakang mereka yang sedang mendengar pembicaraan orang tuanya itu, umi bicara pada abi bahwa melihat dia tadi sebelum shubuh, Azzam tersenyum dan hampir tertawa. Kemudian Azzam memeluk uminya dari belakang dan menganggu uminya sambil berjalan ke rumah.
Di rumah Mira dan Khadijah sudah membuat sarapan untuk semuanya, sebagai kejutan untuk umi dan abi.
"Assalamu'alaikum abi dan umi ku sayang!" kata Azzam.
"Waalaikumsalam anak nakal!" jawab pak kiyai.
"Waalaikumsalam sayang!" Jawab umi.
"Umi... kenapa wajah umi sedih begitu, kangen zakir ya?" tanya Azzam.
"Tadi pagi umi seperti melihat zakir dan kamu pergi ke mesjid bersama tapi umi baru ingat kalo zakir belum pulang!" jawab umi.
"Oh gitu, Apa saat di Yaman apa umi sekangen ini dengan Azzam, hmm!" tanya Azzam yang membuat zakir menggelengkan kepala.
"Tentu saja umi merindukan kedua putra umi, ibu mana yang sanggup jauh dari anaknya tapi kalo yang lebih kangen dengan Azzam sampai sakit gak mau makan itu abi!" Jawab Umi dengan melirik abi.
"Eh... kok abi pula umi!" kata pak kiyai
"Wah... Jadi segarang-garang abi dengan Azzam bisa sampe sakit ya kalo Azzam pergi ya, hehehe!" jawab Azzam dengan tertawa.
"Hah... umi lihatkan telinganya jadi panjang tuh!" ucap pak kiyai.
Tiba-tiba Zakir memeluk Uminya dari samping dengan lembut.
"Eh... Astaghfirullah zakir... zakir umi udah pulang nak?" kata umi dengan memeluk zakir.
"Zakir udah pulang tadi malam umi, tapi karena sudah larut malam makanya zakir gak berani bangunin abi sama umi!" jawab zakir.
"Tunggu... menantu abi kemana ni dua-duanya, kalian kemanakan menantu abi, Jawab?" tanya abi dengan tegas.
Zakir bersembunyi di belakang Azzam karena takut dimarahin abi.
"Gini abi... Mira dan Khadijah kami tinggal dirumah, kami gak tega banguninnya abi..!" Jawab Azzam dengan gugup.
"Astaghfirullah... dua anak ini, jadi kalian kurung mereka dirumah, jangan bilang mereka kalian kunci di kamar!" ucap abi.
Azzam dan Zakir teringat bahwa mereka kebiasaan mengunci pintu kalo mau kemana-mana.
__ADS_1
"Mas aku lupa mas, bilang kalo ada kunci cadangan di laci kamar!" ucap zakir yang panik
"Mas juga dek, lupa bilang kalo kunci kamar cuma satu!" jawab Azzam.
"Astaghfirullah Azzammmm... Zakirrrrr....!" ucap serentak abi dan umi.
Akhirnya dua duanya jadi di jewer abi sama umi sampe rumah.
...****************...
Ternyata saat Mira selesai subuh di kamar, mira sadar kalo pintu kamar di kunci makanya mira mencari kunci cadangan di laci.
Setelah keluar kamar mira turun ke bawah tapi terdengar suara ketukan dari kamar mas Azzam.
Karena mira penasaran, mira mendatangi kamar mas Azzam dan benar saja ternyata yang mengetuk adalah ustazah Khadijah yang terkurung dari dalam kamar.
"Ustazah... ustazah di dalam?" tanya Mira.
"Alhamdulillah... mira saya terkunci dikamar, mungkin kuncinya dibawa mas Azzam ke mesjid!" Jawab Khadijah.
"Apa tidak ada kunci cadangan ustazah?" tanya mira.
"Kuncinya hanya satu mira, kemarin saat mau di buat ke tukang kunci ternyata sudah tutup, saya belum sholat shubuh karena mukena saya di mesjid!" jawab Khadijah.
"Iya Mira!" jawab Khadijah.
Mira menarik nafas dalam dan menghembuskannya lalu dengan cepat mira menendang pintu dengan kuat dan akhirnya pintu terbuka dan pintu kamarnya jadi rusak.
Duaakkkk... (tendangan mira)
Mira memberikan mukena dirinya untuk dipakai sholat oleh ustadzah Khadijah.
"Astaghfirullah... Mira kamu gak apa-apa kan?" tanya Khadijah.
"Saya gak apa-apa kok ustadzah, ini mukena baru untuk ustadzah, lebih baik ustadzah sholat dulu nanti habis waktu shubuh!" ucap mira dengan tersenyum.
"Nanti saya kembalikan, Mukenah ini terlalu indah untuk saya pakai!" jawab Khadijah.
"Mukena itu sangat cocok untuk ustadzah yang indah di mata Kak Azzam, kalo begitu mira tinggal ke dapur dulu ya ustadzah, mau buat sarapan nanti ustadzah nyusul aja ke dapur oke?" ucap mira dengan senyuman dan keluar kamar.
"MashaAllah... indah sekali mukenah ini!" ucap Khadijah.
...****************...
__ADS_1
Di dapur mira meracik bumbu untuk membuat nasi goreng sekalian menunggu nasinya matang. Tidak lama Khadijah turun dan melihat mira sedang mengupas bawang.
Khadijah membantu menyiapkan sarapan untuk mereka, mira bingung biasanya abi umi minum apa kalo pagi.
"Ustadzah biasanya umi sama abi minum apa kalo pagi hari ya?" tanya mira.
"Kita siapkan juga roti telur ya, biasanya umi selalu menyediakan nasi goreng dan roti telur untuk sarapan, kalo untuk minuman biasanya susu untuk mas Azzam, kopi untuk abi, teh untuk umi dan untuk zakir saya tidak tahu!" kata Khadijah.
"Kalo untuk kak zakir biasanya mira buat susu jahe ustadzah dan kalo ustadzah biasanya minum apa?" tanya mira.
"Sepertinya susu jahe buatan mira enak juga boleh buatkan kakak satu!" kata Khadijah dengan tersenyum.
"Oke kakak iparku sayang, siap untuk dilaksanakan!" jawab mira dengan lucu.
Selesai mereka menyiapkan sarapan pagi, tidak lama umi, abi, Azzam dan zakir kembali dari mesjid.
Azzam langsung membuka pintu dan melihat mira dan Khadijah sedang menyiapkan makanan di meja makan.
"MashaAllah... indahnya pemandangan pagi hari ini, melihat dua bidadari rumah ini berada di dapur!" ucap Zakir.
Azzam langsung lari mendekati Khadijah, Umi dan abi tertawa melihat tingkah Azzam yang sedang meminta maafkan kepada istrinya karena telah menguncinya dikamar. Khadijah sudah memaafkan Azzam karena pasti dia tidak sengaja.
"Umi abi mari kita sarapan pagi, ini semua yang masak kedua menantu umi!" kata Zakir.
"MashaAllah... kedua menantu umi yang buat, harum sekali masakannya!" jawab umi.
"Keluarga kita semakin lengkap ya umi?" kata abi yang dibalas dengan anggukkan oleh umi.
Mereka akhirnya sarapan pagi dengan bahagia dan penuh dengan kebahagiaan, Zakir terkejut karena mira masih sempat membuatkannya susu jahe.
Azzam dan Zakir belum tahu kalau pintu kamar Azzam sudah jebol ditendang mira, Khadijah merasa bahagia melihat semua orang bahagia.
...****************...
Kita geser sebentar ke nara dan rabil yang kembali ke kamar masing-masing di asrama, saat sarapan pagi Rabil mengambil sarapan untuk nara diluan baru dirinya.
Saat Nara mau sarapan ternyata makanan dirinya diambil dan jatuhkan oleh kakak kelasnya, hal itu membuat Rabil emosi dan ingin sekali dia memarahinya tapi dihalangi nabil karena nara sudah dibantu oleh Naura teman sekamar nara yang sangat garang kalo sudah marah.
Oke penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya ditunggu ya?
tapi sebelum itu bantu komen dan like agar cerita ini bisa lebih menarik untuk semuanya!"
...****************...
__ADS_1
bersambung.....