
Ketika mereka sedang berbicara serius, ternyata pintu kamar ada yang mengetuk, Zakir membuka pintu dan ternyata itu salah satu staf hotel.
Ternyata Zakir menyiapkan hadiah bulan madu untuk Zahra.
"Pak pesanan anda sudah siap, apa bisa saya bawa masuk?" tanya staff hotel.
"Oh... sebentar ya..." kata Zakir yang masuk kembali.
Zakir mengambil sorbannya dan meminta Zahra menutup matanya. Awalnya Zahra penasaran tapi Zahra tetap mengikuti keinginan Zakir.
"Zahra saya boleh minta tolong gak?" tanya Zakir.
"Boleh... kakak mau minta tolong apa?" ucap mira.
"Bisa kamu tutup mata sebentar, hmm!" jawab Zakir.
"Baiklah!" kata mira.
Zakir dengan lembut menutup mata mira dengan sorban miliknya, setelah itu dia menyuruh staff hotel masuk untuk membawa masuk hadiah itu.
"Terimakasih ya pak, ini ada sedikit rezeki untuk bapak?" (Zakir memberikan sedikit uang untuk staff hotel tersebut) kata Zakir.
"Eh... bapak tidak perlu memberikan uang tips, ini sudah tugas saya pak!" ucap staff hotel.
"Ini rezeki anak dan istri anda, ambil lah pak!" jawab Zakir.
"Alhamdulillah... terimakasih ya pak?" kata staff hotel.
"Sama-sama pak". jawab Zakir.
Mendengar pembicaraan Zakir dengan staff itu membuat Zahra bahagia, karena suaminya sangat menghargai usaha seseorang.
"Ehemmmm.... apa masih lama mata Zahra ditutup kak?" tanya mira dengan tersenyum.
"Sebentar ya kakak buka dulu sorbannya!" kata Zakir.
Setelah membuka sorbannya, mira terkejut melihat sebuah kotak besar yang dihias dengan bunga yang cantik di setiap pinggirnya.
"MashaAllah cantik sekali kak, ini untuk siapa kak?" tanya mira.
"Ini untuk istri kakak Zahra... " kata Zakir dengan tersenyum.
"Istri kakak?! Istri kakakkan Zahra... " kata mira dengan bingung.
Zakir langsung tersenyum mendengar kelucuan istri kecilnya itu, Pipi mira langsung memerah tersenyum mendengar ucapan Zakir.
"Masih mau diam saja nih? gak penasaran dengan isinya Zahra!" kata Zakir.
"B-boleh Zahra buka sekarang kak?" tanya mira.
Zakir memegang pipi mira dengan lembut.
"Itu hanya untukmu Zahra, maka kamu boleh membukanya!" ucap Zakir.
__ADS_1
"Ta-tapi aku belum memberikan kakak hadiah juga?" tanya mira
"Zahra hadiah ada di dalam kotak itu juga, bagaimana?" kata Zakir.
"Baiklah Zahra buka ya, bismillah!" ucap mira.
Zahra sangat terpukau dengan isi dari kotak itu, di dalam kotak itu ada kotak lagi yang belum dibuka dan mira membukanya.
Sebuah balon yang keluar dari situ terbang dengan membawa seikat bunga,cincin dan sebuah surat kecil.
Isi surat itu bertuliskan "Hadiah terindah untuk bidadari yang istimewa, Mbak yang kuat, anak bertanggungjawab dan istri yang paling ku cinta. Maukah kamu menerima cintaku, Zahra!".
Isi surat itu membuat Zahra terharu dan bahagia, dia bahkan tidak bisa berkata apapun lagi.
Zakir mengambil cincin juga seikat bunga itu, Zakir memasang cincin itu ke jari manis Zahra dan memberikan bunga ke Zahra.
"Bagaimana Zahra, maukah kamu menerima cintaku, Zahra?" kata Zakir dengan memberikan bunga tersebut.
"Kakak... ketika kamu meminangku... aku sudah menerimamu dihatiku juga ketika kamu mengucapkan ijab Kabul dan memintaku kepada Allah... aku sudah mencintaimu kak, apa kakak masih ragu kepada cintaku!" ucap mira dengan mengambil bunga itu dan mencium punggung tangan Zakir.
"MashaAllah sungguh indah perkataanmu itu Zahra, terimakasih istriku sayang!" jawab Zakir yang langsung memeluk mira dengan lembut.
Zakir dan mira saling berpandangan satu sama lain dengan penuh cinta.
Zakir membelai pipi Zahra dengan lembut dan mencium bibir mira dengan lembut, mira awalnya terkejut tapi dengan tenang dia membalas ciuman Zakir.
Perlahan mereka melepaskan cium itu dan dengan tatapan sendu Zakir meminta izin kepada mira untuk menjalankan ibadah suami-istri.
"Zahra... maukah menerimaku sebagai suamimu dan menjalankan ibadah suami-istri, tapi jika kamu belum siap maka saya bisa menunggu hingga kamu siap?" tanya Zakir.
Zakir mengajak mira untuk melakukan sholat sunah dulu sebelum melakukan ibadah selanjutnya agar Allah menjadikan rumah rumah tangga mereka sakinah, mawaddah juga warahmah dan di berikan keturunan yang sholat dan sholehah.
Malam itu menjadi malam yang sangat indah dan akan selalu diingat oleh mereka, kini mereka telah melakukan ibadah suami istri.
...****************...
Ditempat lain, Rabil dan Nara sama-sama tidak bisa tidur dan akhirnya Rabil mengajak Nara untuk mengobrol.
"Nara apa kamu sudah tidur?" tanya Rabil dengan melirik Nara.
"Belum kak, aku tidak bisa tidur, kenapa kakak belum tidur?" Jawab Rabil.
"Aku juga tidak bisa tidur, bagaimana kalo kita minum susu dulu sambil ngobrol, kamu mau?" tanya rabil.
"Baiklah kak!" Jawab Nara.
Nara dan Rabil mengobrol sambil tertawa, Rabil juga bertanya tentang perasaannya.
"Nara... boleh kakak tanya sesuatu?" tanya rabil.
"Boleh kak, tanyakan semua yang mengganjal dihati kakak terhadapku, hmm!" jawab Nara dengan senyuman.
"Nara sebelum kakak bertanya, bisa tidak panggilan kakak itu diganti?" kata Rabil.
__ADS_1
"Baiklah... kakak mau dipanggil apa?" tanya Nara.
Mereka sedang berpikir dan saat sedang berpikir Nara tiba-tiba ingat dengan suatu sebutan.
"Hubbyyyyy....!" ucap Nara dengan lembut.
Rabil langsung menatap Nara dengan senyuman.
"Coba katakan lagi?" ucap rabil
"Hubbyyy...!" ucap Nara.
"Apa sebutan itu kakak tidak suka?" tanya Nara.
"Aku suka... aku suka sebutan itu nara!" ucap rabil.
Nara mengangguk dan tersenyum. Melihat senyuman Nara membuat hati rabil bahagia dan dengan lembut Rabil mencium pipi kanan Nara lalu seketika wajah Nara langsung memerah.
"Hubby... Apa saat ini kamu sudah mencintaiku?" tanya Rabil.
"Hatiku sudah dicuri olehmu hubby saat kita di pasar malam lalu!" jawab Nara.
"Hah... bagaimana aku mencurinya hubby?" tanya Rabil.
Nara mengambil gelang tali pengaman yang disimpan oleh Nara.
"Berikan tangan kanan kakak?" kata nara.
Rabil bingung dan hanya memberikan tangannya dan Nara mengikat tangannya dengan gelang tali pengaman dan satu lagi diikat ke tangan kiri Nara.
"Nah seperti ini hatiku telah dicuri olehmu hubby!" kata Nara.
"Ka-kamu senang diikat begini hubby?" ucap Rabil dengan bingung.
"Bukan hubby... (membelai pipi Rabil) hatiku dicuri oleh orang yang tidak pernah melihatku karena kasihan tapi dia melihatku karena cinta dan dia telah menjadi mataku untuk melihat dunia!" ucap Nara dengan senyuman.
Rabil terkejut dengan ucapan Nara dengan cepat Rabil memeluk Nara.
"Terimakasih telah mencintaiku hubby, jadilah kekuatan untukku hubby yang tidak pernah hilang dan akan semakin kuat." kata Rabil.
Rabil mencium kedua mata Nara dan memeluknya kembali.
"Akhirnya aku tahu kenapa mbak suka sekali memelukmu hubby?" kata Rabil yang masih memeluk Nara.
"Hah... benarkah kenapa kak?" tanya Nara.
"Hubby apa kamu tahu, kalo meluk kamu sangat nyaman jadi gak boleh ada yang meluk kamu kecuali aku, mbak, bunda dan aisyah, oke?" kata rabil.
"Kalo kak Aryan juga gak boleh?" tanya Nara
"Hmmm kalo kak aryan bisa kita bicara lagi nanti!" kata Rabil.
"Ihhh... gak adil ih...." (Sambil mukul-mukul rabil pake bantal) ucap Nara.
__ADS_1
...****************...
bersambung...