
Pertunangan itu berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun, tapi di tengah-tengah kata sambutan ada orang yang sedang ditunggu oleh mereka semua.
Ditengah pembicaraan, masuklah seorang laki-laki dengan aura yang sangat mengerikan, walaupun wajahnya yang tampan tapi tidak menutupi kalau dia sangat dingin dan kejam.
Dia adalah Alvando, pria Asia yang sangat ditakuti oleh semua mafia, dia merupakan laki-laki kejam yang sanggup membunuh orang demi kesenangan dirinya.
Aryan dan Bara terkejut melihat seorang alvando ada disana, acara itu bukan acara kelas atas tapi mau di hadirin olehnya, hal itu membuat aryan curiga.
Bara meminta izin kakaknya untuk pergi sebentar, aryan melihat bara pergi dia pasti mengetahui sesuatu dan ingin mengetahui secara langsung. Bara masuk ke ruangan kerja pamannya, disana ada arka dan pamannya raika sungguh terkejut mereka melihat seorang bara masih hidup.
"Hai pamanku sayang... sudah lupa dengan keponakanmu ini?" bertanya dengan wajah dingin dan tatapan tajam.
"B-bara... k-kamu masih hidup?" jawab Raika yang terbata-bata.
"Paman... paman... kamu kira ledakkan seperti itu bisa membunuhku, hah?" kata bara dengan senyuman iblisnya.
"Syukurlah kak Bara selamat!" kata arka dengan senyuman palsu.
Bara melemparkan sebuah peluru kearah arka dan Raika.
Tinnngggg... (peluru dilempar kemeja)
"Tidak usah banyak basa basi... kalian pasti tahu tentang peluru itukan? siapa dalang dari penembakan itu, setelah dikejar orang yang disuruh menembak langsung bunuh diri dengan cara yang tidak wajar, bukankah ini permainan yang menarik, paman?" tanya Bara.
"Kakak kami sungguh tidak tahu siapa penembaknya dan tujuan dari orang itu!" jawab arka,
"Wah... wah... ternyata ada yang menyuruh kalian, Seorang Raika bisa disuruh pasti ada kesepakatan tersembunyi bukan!" kata Bara.
Bara langsung mendekati raika dan menarik kera bajunya hingga tubuh pamannya itu terangkat, arka langsung ketakutan dan ingin memberitahu pengawal tapi saat ingin keluar ternyata aryan masuk dan menahan pintu dengan tangan di saku celana.
"Mau kemana? Pengawalmu sedang tidur siang semua, hmm!" kata aryan dengan senyuman.
"Aryan... kamu juga disini... kalian bekerjasama... tapi bagaimana mungkin?" jawab arka yang ketakutan.
"Kamu pasti punya sesuatu yang sedikit berguna untuk kami bukan?" tanya aryan.
"Tidak... Aku tidak tahu apa-apa... ayah yang merencanakan semuanya dengan tuan alvando, aku hanya ikut perintah ayah...!" jawab arka.
__ADS_1
Aryan langsung memberi kode ke bara, bara langsung membawa pamannya keruang kerjanya, disana pamannya diikat kursi dan kaki diborgol.
Bara langsung membuka berkas rahasia milik pamannya, raika ingin memberontak tapi tidak bisa. Bara tersenyum menyeramkan melihat apa yang ditemukannya di laptop itu, bara langsung mengambil semua data yang ada dan mematahkan laptop itu menjadi beberapa bagian.
Bara keluar dari ruangan kerja itu dan melangkah dengan santai keluar, Aryan paham dengan senyuman bara dan langsung ikut berjalan keluar.
Bara dan Aryan melewati alvando dengan wajah dingin dan keluar dari acara tersebut, alvando langsung menyuruh anak buahnya untuk membawa Raika ke mansions miliknya.
...****************...
Tidak lama mira tertidur, zakir terbangun dari komanya. Dia melihat istrinya yang tertidur sampai menangis, zakir langsung mengambil tangannya dan menciumnya.
Zakir ingat saat dia tertembak, mira menangis memeluknya dengan sangat kuat, mira begitu mencintai dirinya.
Tak lama Umi dan azzam masuk melihat zakir mengangkat mira untuk tidur disebelah, azzam ingin membantu zakir tapi dilarangnya karena dia tidak ingin mira di pegang laki-laki lain walaupun itu masnya sendiri.
Di tempat tidur, mira masih tertidur pulas dan tangannya replek memeluk perut zakir dan mendekatkan wajahnya ke dada samping suaminya.
Umi melihat mira seperti itu langsung tersenyum, azzam hanya mengelengkan kepala melihat suami istri yang bucin itu.
Khadijah masuk ruangan mira dan zakir terkejut dan hampir mengeluarkan suara keras tapi dengan cepat mulutnya ditutup oleh azzam.
"Zakir tahu umi, airmata itu tidak bisa ditutupi umi, zahraku wanita yang kuat, cerdas dan lucu umi, tapi baru kali ini zakir melihat ketakutan dan kesedihan di dalam tidurnya umi!" kata zakir yang memeluk istrinya.
"Dia seperti ini karena takut kehilangan kamu nak, kamu tahu dia tadi juga memarahimu juga loh!" kata umi sambil tersenyum.
"Oiya... tenang umi nanti aku akan mendengar lagi bagaimana dia memarahiku!" jawab zakir.
...****************...
Malam hari
Umi sudah pulang bersama Khadijah, azzam sedang sholat di mushola rumah sakit, zakir masih menatap wajah zahra yang masih tertidur pulas.
Tidak lama mira terbangun karena merasakan tubuhnya yang seperti dipeluk, perlahan mata mira terbuka dan melihat sebuah dada bidang yang putih juga wangi yang sangat dikenalnya. Mira menegakkan kepalanya dan melihat suaminya sedang tersenyum melihat dirinya.
"Assalamu'alaikum zahra, masih mau tidur?" kata zakir.
__ADS_1
"Kakak... (langsung memeluk zakir) kakak udah sadar? kapan kakak sadar? kenapa tidak bangunin zahra? Apa masih ada yang sakit kak?" tanya mira
"Zahra... harus pertanyaan yang mana dulu yang kakak jawab, hmm?" jawab zakir sambil tersenyum dan mencubit hidung mira
"Banyak banget pertanyaan zahra ya kak?" kata mira.
"Hmmm!"(menganggukkan kepala) jawab zakir.
"Terserah kakak aja deh mau jawab yang mana?" kata mira.
"Zahra... kakak sudah baik-baik saja, tadi kakak bangun saat kamu tertidur di samping kakak, Sudah terjawab?" ucap zakir
"Hehehe... sudah kak!" kata mira.
"Oiya tadi kakak mendengar ada yang memarahi kakak saat sedang tidak sadar tadi ya, coba ulangi dong marahnya gimana?" jawab zakir dengan merayu zahra.
"Zahra marah dengan kakak, kenapa kakak melindungi zahra, kalo kakak tidak melindungi zahra maka kakak tidak akan terluka seperti tahu gak?" ucap mira yang marah sambil memukul lengan suaminya.
"Kakak bisa berhenti bernafas jika kamu yang terluka seperti ini zahra, kamu udah bagian dari hati kakak, jadi bagaimana bisa kakak membiarkan tulang rusuk yang sangat kakak lindungi sampai terluka!" jawab zakir sambil memegang kedua pipi istrinya.
Mira tidak bisa menjawab ucapan zakir dan hanya bisa memeluk suaminya dengan lembut, zakir membalas pelukan istrinya dan membelai punggungnya.
Azzam yang masuk ke ruangan mereka pun menjahili adik dan iparnya itu, azzam masuk dengan membawakan makanan untuk mereka.
"Udah dong pelukkannya, mas jadi nyamuk nih disini, Khadijah udah pulang masa iya mas peluk tembok!" kata azzam
"Gak papa mas, biar anget temboknya!" jawab zakir.
"Loh tadi umi sama kak Khadijah kesini, kenapa zahra gak dibangunin?" tanya mira.
"Bagaimana mau dibangunin, orang yang meluk zakir gak lepas dari tadi!" jawab azzam.
"Astaghfirullah... benaran kak?" tanya mira ke zakir.
Zakir hanya bisa tertawa melihat wajah istrinya yang sedang kebingungan.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....