Para Gangster Kesayangan Mbak!

Para Gangster Kesayangan Mbak!
Pacaran Rasa tawuran


__ADS_3

Aryan pamit pulang kepada keluarga Mira dan juga adiknya Nara sebab dia harus kembali berkerja, Nara merasa bahagia dan sedih karena dia baru mempunyai seorang kakak dan sekarang akan pergi.


Aryan memeluk kembali adiknya dan menghiburnya agar tidak sedih dengan kepergian dirinya.


"Kakak... beneran udah mau pergi... hiks.. hiks...!" ucap Nara yang sedih.


"Adikku sayang, kakak pergi bukan untuk meninggalkan kamu tapi kakak hanya kembali berkerja. Kamu bisa telpon kakak kok 24 jam kakak ada untuk kamu walaupun kamu jauh sayang!" jawab Aryan.


"Kakak janji gak akan ninggalin Nara kan?" kata Nara dengan mengangkat jari kelingking.


"Janji sayangku...!" Jawab Aryan.


Aryan juga pamit dengan kedua orang tua mira dan yang lainnya.


Aryan pergi ternyata untuk mencari donor mata untuk Nara, karena dia yakin bahwa adiknya masih bisa disembuhkan.


...****************...


Besoknya mira dan zakir berangkat diluan sebab jadwal penerbangan mereka berbeda dengan Rabil dan Nara.


Sesampainya dibandara mira mengatakan kepada zakir untuk mengabarin umi dan Abi di pesantren bahwa mereka akan honeymoon ke Bandung beberapa hari.


Zakir terkejut sebab Mira ingat terhadap mertuanya itu, zakir pun tersenyum dengan mengelus kepala mira dan mencium keningnya.


Mira terkejut melihat zakir yang langsung menciumnya.


Selesai zakir menelpon orang tuanya, mereka pun masuk kedalam pesawat dan duduk di kelas bisnis.


Setelah setengah jam perjalanan, mira lelah dan tertidur di pundak zakir, suaminya hanya tersenyum melihat wajah tidur mira yang lelah tapi masih terlihat cantik.


Setelah tiba di bandung, mereka langsung pergi ke hotel yang sudah dipesan oleh abi nya, hotel itu terletak dipinggir pantai yang indah.


Setelah sampai di kamar hotel mira terkejut melihat kamar itu penuh dengan bunga dan tempat tidur yang sudah dihias untuk pengantin baru.


"MashaAllah... kamarnya cantik sekali... banyak bunga mawar!" kata mira.


"Apa kamu suka bunga mawar zahra?" tanya zakir.


"Aku sangat suka semua bunga kak tapi ada bunga yang palingku suka yaitu bunga mawar yang banyak warnanya kak". Jawab Mira dengan ceria.


"Baiklah kalo begitu bila nanti kita sudah kembali ke pesantren, saya akan menanam banyak bunga mawar untuk kamu zahra." Gumam hati zakir.


krukkk... krukkkk... (suara perut lapar)


"Zahra... apa kamu lapar?" Tanya zakir.


Mira malu menjawabnya dan dia hanya menganggukan kepala.

__ADS_1


"Bagaimana kalo kita makan malam diluar, kamu mau?" kata zakir.


"Oke... sebentar ya kak... ganti baju dulu!" Jawab mira yang berlari kekamar mandi untuk mengganti baju.


Zakir hanya tersenyum melihat tingkah istri kecilnya itu.


...****************...


Mereka makan sate dipinggir taman dan menikmati keindahan kota bandung, mereka berjalan-jalan dan menikmati kuliner dan wisata malam yang ada di bandung.


Saat sedang berjalan di mall yang ada di bandung, tangan mira di pegang oleh zakir dan membuat hati mira berdebar-debar.


Zakir selalu memegang tangan Zahra sampai ada salah satu sepasang suami-istri yang sedang berjalan melihat mereka dan berkata bahwa mereka merupakan pasangan yang sangat serasi.


Karena ucapan sepasang suami-istri itu membuat Zahra menjadi malu dan zakir hanya tersenyum.


Saat melihat bioskop, Zahra langsung menarik lengah kanan zakir dengan kedua tangannya, Zahra ingin menonton film dibioskop dan meminta agar diizinkan oleh zakir.


"Bioskop... Kak ikut sebentar!"(langsung menarik lengan zakir) kata mira.


"Kenapa zahra?" tanya zakir.


Zakir melihat sesuatu yang ditunjuk mira dan paham maksudnya istrinya itu.


"Kamu ingin nonton bioskop zahra?" ucap zakir sambil tersenyum.


"Astaghfirullah zahra... melihat wajahmu seperti ini, ingin sekali rasanya saya kantongi zahra!" Gumam zakir.


"Yaudah kamu tunggu di cafe itu dulu ya, biar kakak yang beli tiketnya, hmm!" Kata zakir.


"Oke... Terimakasih kak 😁!" jawab mira


Saat zakir membeli tiket mira membeli popcorn dan minuman, mira hanya melihat zakir mengantri untuk beli tiket yang dimana mira melihat suaminya yang sedang di ganggu wanita-wanita yang ada disitu.


Zakir merupakan lelaki tinggi putih dengan hidup mancung, rambut sedikit kecoklatan dan wajah yang manis juga mata coklat tajam.


Mira sedikit kesal dengan tangan yang sudah gatal untuk menghajar melihat suaminya didekati wanita-wanita ganjen, tapi saat dia ingin menyamperin zakir ada seorang laki-laki yang datang ke mejanya dan mengajak kenalan kepada mira.


Selesai membeli tiket zakir kembali ke cafe tempat mira menunggu dirinya, saat tiba zakir melihat istrinya yang sedang digoda laki-laki lain.


"Hai kak, boleh kenalan gak?" Tanya laki-laki itu kepada mira yang cuek.


"Udah besar nyalimu minta kenalan, adik kecil?" jawab mira dengan sinis.


"Wah... wah... kakak ini sombong sekali ya, tapi buat gemes deh!" kata laki-laki tersebut.


Zakir Tersenyum mendengar jawaban istrinya. Tiba-tiba wanita-wanita yang genit tadi mengikuti zakir hingga ke cafe.

__ADS_1


"Gemes ya! (tangan telunjuk mira memanggil laki-laki itu untuk mendekat) kata mira.


Ketika laki-laki itu mendekat, tangan mira langsung meninju pipi dan memelintir tangannya kebelakang.


Zakir melihat istrinya begitu, langsung mendatangi mira.


Saat zakir ingin memanggil mira, ada cewek yang tiba-tiba memeluk lengan zakir untuk minta kenalan.


"Astaghfirullah (terkejut lengan di pegang) kata zakir.


"Kakak ganteng... minta nomor teleponnya dong?" ucap cewek genit.


Mira melihat lengan suaminya di pegang makin emosi.


"Kak cuma bisa istighfar doang, hah?" kata mira yang langsung menendang laki-laki tadi ke arah cewek genit itu.


"Eh... hah... " Jawab zakir kaget.


Zakir langsung terkejut melihat istrinya sedang mengamuk.


Duaaakkkk (tendangan mira)


Cewek dan laki-laki itu jatuh bersamaan.


"Aduhh... sakit pantat gua..." ucap laki-laki tersebut.


"Ihhh... gagal deh dapat nomor kakak ganteng!" kata cewek genit.


"Ganteng... ganteng... enak bener loh pegang-pegang suami orang, minta gua patahin itu leher, hah?" kata mira yang mau melanjutkan aksinya.


Zakir langsung memeluk mira dari belakang dan menahan kedua lengannya.


"Ihhh... kak lepas dong, kesel tahu gak liat cewek sama cowok gatal kayak gitu!" kata mira yang belum sadar di peluk.


"Udah ya sayang, marahnya udah ya.. masih mau nonton gak, hmm? Jawab zakir dengan lembut.


"Huhhh.... Maaf ya kak, zahra emosi dengan orang seperti mereka ini!" ucap mira.


"Alhamdulillah... ayo filmnya udah mau mulai!" kata zakir sambil menarik tangan mira.


"Awas aja loh kalo ketemu lagi... habis loh... " kata mira kepada kedua orang yang dihajar tadi.


"Hadeh.... susah juga punya kakak dari para adik gangster". Gumam hati zakir


...****************...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2