
Umi meminta Mira untuk menjadi pelatih beladiri bagi santriwati sebab dipesantren belum ada pelatih wanita, mira hanya melihat suaminya dan zakir menganggukkan kepala.
Mira sebentar lagi akan lulus dan belum tahu mau lanjut kemana, makanya umi menyarankan menjadi guru beladiri untuk mencari pengalaman.
Hari pertama mengajar membuat mira sedikit gugup tapi dia tidak menampakkan kegugupan dirinya dan mengatur emosinya, Santriwati yang belajar lumayan banyak dan mira merasa senang jika wanita ingin belajar beladiri untuk melindungi dirinya.
Tempat latihan santriwati bersebelahan dengan santriwan, zakir memperhatikan mira saat melatih, dia yakin kalo istrinya mampu menjadi guru. Mira melirik suaminya yang sedang memperhatikan dirinya dan mengedipkan mata kepadanya, Mira hanya melirik cuek dan melemparkan rotan ke arah zakir yang sedang tidak fokus dalam mengajar.
"Aduhhhh.... (rotan mendarat di jidatnya) ucap zakir yang kesakitan.
"Wah... ustadz dapat serangan fajar ya?" ucap Rabil dengan tersenyum.
"Wih... pemandangan langka nih!" kata Rafa dengan wajah datar.
Mira melihat kedua adiknya sedang mengganggu zakir membuat dia sedikit kesal dan melemparkan dua rotan kearah mereka secara bersamaan. Mereka merasa kesakitan karena rotan itu tepat mengenai jidat mereka juga, Rabil dan Rafa melihat mbaknya dan langsung tertunduk melihat tatapan tajam dari mira.
Melihat mereka tertunduk membuat zakir tersenyum dan melihat mira yang sedang fokus melatih, Selesai latihan mira langsung kembali ke rumah untuk mandi dan makan siang.
Zakir melihat istrinya kembali pulang kemudian langsung mengejar istrinya itu, di rumah ternyata umi dan abi sudah di ruang makan, mira ingin membantu tapi dilarang oleh umi dan Khadijah sebab mira pasti sangat lelah dan umi menyuruh mira untuk segera mandi dan turun untuk makan siang.
"Assalamu'alaikum abi... lihat Zahra gak?" tanya zakir
"Waalaikumsalam... itu baru masuk kamar nak, kamu juga mandi dulu sana bau asem tuh!" jawab abi.
"Ye... abi ini... walaupun bau asem tapi masih tetap maniskan?" kata zakir dengan PDnya.
Azzam baru keluar dari kamar dan menyahut.
"Manis dari mana liatnya dek, dari lobang pentilasi... heheh!" jawab Azzam dengan tertawa.
"ih.... mas ini... (langsung lari ke kamar) ucap zakir.
Dikamar zakir mendengar suara air dari kamar mandi, dia melihat pintu kamar mandi yang masih terbuka sedikit. Zakir masuk dan melihat istrinya sedang berendam.
Zakir tahu kalo istrinya lagi berendam pasti akan terus tertidur, karena dia tidak ingin istrinya sakit Zakir membasuh tubuh istrinya dan memakaikan handuk dan menggendongnya keluar kamar mandi.
__ADS_1
Zakir membaringkan istrinya ditempat tidur lalu dengan lembut Zakir menggantikan pakaian tidur agar istrinya nyaman tidur.
Kemudian umi datang dan membawa makan siang untuk menantu mudanya, umi sangat paham kalo mira sangat lelah karena beberapa hari ini kurang tidur.
Zakir tersenyum melihat uminya sangat menyayangi kedua menantunya tanpa membedakan usia atau apapun itu.
...****************...
Saat mira sedang melatih tadi, ternyata dia sudah dilihat oleh aryan dan Bara dari balkon asrama. Bara sangat kagum melihat wanita yang kuat, istri yang lembut dan kakak yang tangguh.
"Kagum ya dek melihat mira?" tanya aryan yang membawa buah untuk adiknya.
"Iya kak, dia wanita yang istimewa... sangat langka menemukan wanita seperti itu dijaman sekarang ini!" jawab Bara.
"Tapi wanita seperti itu sudah ada yang memiliki Bara, dia milik ustadz Zakir yang merawat mu kemarin!" kata aryan.
"Benarkah kak, ternyata aku keduluan orang lagi!" jawab Bara.
"Sebenarnya sebelum kamu bertemu dengan dirinya, aku sudah duluan menyukai dirinya Bara, melihat ketangguhannya, senyumannya dan kelembutannya membuat pria mana saja pasti akan luluh, semoga dimasa depan aku mendapatkan wanita yang seperti dirinya!" ucap aryan dengan menepuk lembut pundak adiknya.
Tak lama Nara datang untuk menemui kedua kakaknya itu, Nara begitu senang karena telah memiliki keluarga.
Bara mendapatkan telpon dari temannya yang ada di macau bahwa ada donor mata yang cocok untuk Nara, aryan sangat bahagia karena adiknya akan bisa melihat.
Aryan menceritakan kepada Rabil dan mira bahwa mereka akan membawa Nara ke macau untuk operasi mata, awalnya Rabil tidak setuju karena dia akan jauh lagi dengan Nara tapi mira menyakinkan adiknya untuk percayakan kesembuhan Nara kepada kedua kakaknya.
Rabil memeluk Nara dengan erat dan menangis di pelukan istrinya itu, tapi Nara menyakinkan rabil bahwa dia akan kembali kepada dirinya secepatnya.
Besoknya Rabil mengantar Nara ke bandara dan melihat kepergian istrinya itu, sangat berat tangan rabil melepaskannya tapi demi kesembuhannya rabil harus kuat karena ini juga demi masa depan mereka.
"Hubby... jangan menangis seperti itu, aku bukan pergi selamanya, aku akan segera kembali kepelukanmu lagi... tunggu aku ya?" ucap Nara dengan meneteskan airmata.
"Iya hubby... aku akan selalu menunggumu pulang... cintaku... "! jawab rabil.
"Waktunya kita berangkat dek, Rabil kami pergi dulu ya, jaga dirimu baik-baik!" kata aryan.
__ADS_1
"Iya kak... tolong jangan rembulanku ini ya kak!" jawab rabil.
"Kami pasti akan selalu melindungi adik kami, walaupun kita selalu bertengkar tapi aku bangga memiliki adik ipar sepertimu!" ucap Bara sambil menepuk pundak rabil.
Akhirnya pesawat mereka terbang menjauh dilangit, air mata rabil menetes tanpa dia sadari. Mira melihat adiknya menangis langsung memeluk adiknya itu dan menghiburnya.
Di pesantren, ke 3 saudaranya berusaha menghiburnya tapi itu semua sia-sia karena kebahagiaan dirinya telah pergi, Mira dan zakir juga mencoba menghiburnya tapi dia tidak merespon, akhirnya mira punya ide untuk menelpon mereka dengan videocall agar rabil bisa melihat Nara.
Waktu libur, mira mengajak Rabil untuk keluar kamar dan mengangkat telpon, awalnya rabil tidak mau tapi karena dipaksa akhiri dia setuju.
Ketika melihat wajah dan mata Nara yang masih tertutup perban membuat hati rabil bersedih karena dia tidak bisa ada disamping Nara disaat itu.
Nara menghibur suaminya agar tidak sedih terus, Tiba-tiba Bara datang dan mengejek rabil cengeng karena selalu menangis. Rabil langsung kembali merepet seperti biasanya dan hal itu membuat mereka semua bahagia.
...****************...
Abi dan bunda datang ke pesantren dengan aisyah, mereka merindukan Anak-anak mereka. Disana aisyah kecil sudah bisa berjalan dan sangat cerewet. Akhirnya kecerewetan aisyah membuat hati rabil kembali tenang dan bahagia.
saat semua orang sedang dalam hati yang gembira suara tembakkan menghentikan tawaan mereka menjadi ketegangan.
Doorrrr....
Tembakan itu mengenai dada zakir dan tembus ke lengan mira, mira terkejut melihat suaminya mengeluarkan darah, mira langsung menangkap zakir kepelukannya dan zakir mengucapkan sebuah kata
"Zahra ku... Aku mencintaimu... sampai surga-Nya Allah" (kesadaran zakir lama kelamaan menghilang)
"Kak... kakak bangun... jangan tinggalkan Zahra... Zahra mencintai kakak... jangan tinggalkan Zahra... " ucapan mira juga lama lama menghilang karena darah dari lengannya banyak keluar.
Seluruh keluarga datang dan dengan cepat membawa mereka ke rumah sakit, nabil dan Rabil mengejar orang yang menembak zakir dan mira.
Ternyata mereka merupakan musuh baru bagi mereka! Penasaran? sabar ya author mau istirahat dulu?? 😘
...****************...
bersambung....
__ADS_1