
Azzam membawa Khadijah ke sebuah tempat yang indah, dimana tempat itu merupakan tempat impian yang ingin dilakukan azzam dengan Khadijah.
Karena perjalanan ketempat tersebut jauh azzam meminta Khadijah untuk tidur terlebih dahulu, agar tidak terlalu lelah. Khadijah hanya menganggukkan kepala dan melihat keluar jendela mobil.
Azzam paham yang dirasakan Khadijah, Azzam merupakan seorang pria yang sangat peka dengan suasana hati Khadijah, maka dari itu azzam mengizinkan Khadijah untuk bertanya apapun pada azzam tentang dirinya dan zakir.
Saat mendengar kata zakir Khadijah langsung melihat azzam dan perlahan menghilangkan kegugupannya terhadap azzam.
"Pasti kamu punya banyak pertanyaan yang ingin kamu tanyakan padaku kan, bukan hanya tentangku tapi tentang zakir juga kan, tanyakanlah apapun yang mengganjal dihatimu dan demi Allah aku akan menjawabnya dengan ikhlas dan sabar? kata azzam yang masih fokus menyetir.
"Begini... kenapa bukan kamu saja dari dulu yang datang meminangku dan bukan zakir, jika kamu yang datang mungkin hatiku tidak terluka dan bingung seperti ini! kata Khadijah dengan wajah yang sedih dan mengenggam bajunya dengan kuat.
"Khadijah... demi Allah aku tidak pernah ingin melukai hatimu, sejujurnya aku sendiri yang ingin meminangmu secara langsung tapi karena masa pendidikan ku aku belum diijinkan pulang sampai tugasku selesai dan saat aku ingin kembali ke Indonesia ternyata seluruh paspor dan tasku hilang karena aku menyelamatkan seorang ibu dan anak yang ingin dibunuh, menurut kamu apa aku melakukan hal yang salah Khadijah? ucapan azzam yang sesekali melihat Khadijah yang terdiam mendengar cerita azzam.
"Khadijah... jika pernikahan ini membuat kamu tidak ikhlas dan tidak bisa menerimaku maka aku ikhlas melepaskan dirimu, jika kamu ingin aku kembali lagi yaman maka aku akan melakukannya seperti yang dilakukan zakir pada mira, Khadijah? ucapan azzam membuat Khadijah meneteskan airmata.
Khadijah tiba-tiba sedih mendengar bahwa azzam akan meninggalkan untuk pendidikan lagi. Azzam langsung meminggirkan mobilnya dan menenangkan Khadijah.
"Astagfirullah... Khadijah apa kamu terluka karena diriku atau perkataanku, Ma-maafkan aku Khadijah... aku tidak pernah ingin melihatmu menangis, Khadijah... Demi Allah katakan sesuatu... " kebingungan azzam melihat Khadijah menangis.
Khadijah memukul-mukul dada azzam untuk mengeluarkan rasa kesal dan sedihnya.
"Khadijah...
__ADS_1
"Apa kamu mau meninggalkan aku lagi seperti dulu hah... dulu aku sangat menyukaimu tapi kamu pergi dan tidak pernah kembali bahkan untuk menemuiku, Saat aku mulai mencintaimu kamu malah melukai hatiku dengan ucapanmu dan sekarang kamu mau pergi lagi dan meninggal aku lagi... aku tidak bisa menunggu lagi... (langsung memeluk azzam) Aku kira kamu tidak pernah mencintaiku dan pergi ke Yaman makanya aku mencoba melupakanmu dan menerima lamaran orang lain tapi ternyata kamu yang melamarku melalui zakir, terimakasih kak azzam telah membalas cintaku... " perkataan Khadijah membuat azzam terkejut mendengar perasaan Khadijah.
Azzam bahagia dan membalas pelukan Khadijah dan mencium keningnya.
Azzam tidak pernah membayangkan bahwa wanita yang telah lama ditunggunya akhirnya kini menjadi istrinya.
Azzam melanjutkan perjalanannya dengan menggenggam tangan kanan Khadijah dengan lembut.
...****************...
Mira dan zakir mendapatkan hadiah dari abi dan bunda, hadiah tersebut membuat mira kaget dan membuat zakir tersenyum malu. Hadiah itu adalah sebuah tiket bulan madu ke Bandung.
"Abi... bagaimana kalo tiket bulan madu itu untuk rabil dan nara saja?" 😅 Ucap mira.
"Humaira abi... Kamu tidak perlu khawatir sayang, sebab nara dan rabil akan bulan madu juga bersama kalian!" Kata abi dengan wajah usil.
"Eh... kak!"(mira terkejut)
" Zahra... tidak baik menolak rezeki, apa lagi itu pemberian orang tua!" ucapan zakir dengan tersenyum.
Rabil dan Nara baru keluar kamar disambut pandangan yang mengejutkan.
"Mas... kalo mau peluk dikamar aja jangan disini, nanti jiwa para jomblo meronta-ronta loh? kata usil Rabil yang menjahili ke 3 saudaranya.
__ADS_1
Zakir hanya tersenyum dengan ucapan rabil dan melihat wajah istrinya yang sudah merah seperti tomat.
"Rabbbillllllll..... !" (teriakan 3 saudaranya dan mira)
...****************...
Bersambung....
Author lagi gabut main pelosotan. Melihat Rabil yang lagi lari.
Author : "Rab... ngapain lu lari?
Rabil : "Mau ikut? sini biar sehat!
Author : "Boleh deh, lagi gabut juga?
Rabil : "Thor cepat sikit larinya?
Author : "Loh kenapaa?
Rabil : "Soalnya kita lagi dikejar malaikat bawa rotan! (nunjuk kebelakang)
Pasukan mira dan 3 saudaranya membawa rotan tebal.
__ADS_1
Author : "Astaga... kenapa loh mau mati ngajakin gua, kamprett...
Rabil : "Ya loh mau sendiri tadi, sekalian biar ada kawan dipukulin 😄.