Para Gangster Kesayangan Mbak!

Para Gangster Kesayangan Mbak!
Penyerangan Dadakan


__ADS_3

Akhirnya semua permasalahan berhasil diselesaikan walaupun dengan baku hantam, Azzam mendapat telpon dari zakir bahwa ada penyerangan mendadak dari orang yang tidak dikenal dan jumlah mereka juga cukup banyak.


Azzam memberitahu mira tentang kabar itu dan langsung membuat rencana mendadak, mira meminta Azzam membawa pergi yang lainnya pergi menjauh dari markas ini dan hanya Mira dan ke empat adiknya yang ada di sini.


Awalnya Azzam menolak karena itu akan mengancam nyawa mereka dan apa yang akan dia beritahu pada zakir jika mereka tidak kembali bersama.


Mira bersikeras meminta Azzam membawa mobilnya juga mereka menjauh dari tempat itu sebab mereka akan meledakkan tempat itu agar menghilang jejak mereka sementara, Akhirnya Azzam pergi dengan yang lain dan menyisakan mira juga ke 4 adiknya.


Rafa memberitahu jika orang dibalik penyerangan itu masih ada hubungannya dengan para mafia itu juga Bara dan Aryan, mengetahui itu mira akhirnya meminta adiknya memasang bom waktu dan memancing mereka masuk ke dalam markas itu.


Nabil dan Rafi membawa King bersama dirinya untuk menyerang dari sebelah kanan gedung, Rabil dan Rafa membawa Queen untuk menyerang dari arah yang sebaliknya. Sedangkan mira memegang remot bomnya dan menyambut mereka secara langsung.


...****************...


Penyerangan itu merupakan suruhan dari tangan kanan Keluarga Aryan arta sendiri, orang itu merupakan Paman dari ayah mereka sendiri yang bernama Raika. Dia merupakan orang kepercayaan ayah mereka yang juga salah satu mafia yang ingin menguasai Perusahaan Raksasa Aryan Arta.


Raika meminta anak buahnya untuk membunuh semua orang yang ada didalam tidak terkecuali kedua keponakannya sendiri, Firasat Mira ternyata benar bahwa dalang dari penyerangan itu adalah bagian anggota keluarga mereka sendiri.


Mira menyambut mereka didalam dan menghajar beberapa musuh yang ingin membunuhnya, Mira hanya menunggu dalangnya keluar dan akan menghancurkan markas itu.


Ke 4 adiknya telah menyelesaikan pekerjaan mereka dan mira menyuruh mereka menunggu di seberang danau yang ada di belakang markas itu.


"Wah ternyata hanya seorang wanita, dimana kedua keponakan tersayang ku itu?" ucap Raika dengan sombongnya.


"Wah... wah... ternyata ada tua bangka yang tidak bisa mengucapkan salam ketika masuk!" jawab mira dengan lantang.


"Dasar wanita sialan, beraninya kau menceramahiku!" kata Raika yang kesal.


"Oiya kamu dapat salam dari malaikat pencabut nyawa, sebentar lagi dia akan menjemput dirimu dengan pesawat express limited edition!" jawab mira


Saat Raika melangkah ternyata dia menginjak bom yang sudah direncanakan mira, dalam hitungan 3...2...1.... Boooommmmmm...


markas itupun meledak dan ledaknya terdengar oleh Azzam.


"Ya Allah... mbak meledakkan tempat itu?" ucap Rafi.

__ADS_1


"Kenapa sampai sekarang mbak belum juga keluar?" ucap Rabil.


"Aku akan menyusul mbak kesana!" kata nabil.


"Tenang mas... mbak baik-baik saja karena Gpsnya sedang berjalan kesini!" jawab Rafa dengan tenang.


Ke 4 adiknya panik karena dalam ledak itu mira belum keluar dari sana dan ingin menyusul nya tapi di halangi oleh Rafa karena GPS mira masih menyala dan menuju mereka. Mira keluar dari sana dengan menggunakan jetsky yang ada dibawah markas itu.


"Siapa yang pertama menangis, hmm?" tanya mira dengan tersenyum


"Mbakku.... (tangisan ke 4 adiknya) Serentak ke 4 adiknya memeluk mira.


"Sudah ayo kita kembali, kak Azzam dan yang lainnya pasti sudah sampai di pesantren?" ucap mira yang dibalas anggukkan oleh ke 4 adiknya.


...****************...


Di Pesantren


Azzam dan yang lainnya kembali dengan selamat, zakir langsung menghampiri mereka dan melihat mira dan ke 4 adiknya tidak ada. Azzam terdiam seribu bahasa karena memang tadi terjadi ledakan disana.


"Kenapa kalian semua cuma diam, jangan buat aku bingung, apa istriku baik-baik saja?" pertanyaan zakir membuat mereka makin bungkam.


Umi datang dengan kiyai beserta abi dan bunda mira, mereka datang setelah tahu bahwa menantu dan anak-anak dalam masalah. Melihat zakir yang panik abi mira langsung memeluk dan menenangkan dirinya.


"Tenanglah nak, Putri abi bukan anak yang lemah, abi yakin sebentar lagi mereka pasti sampai!" ucap abi mira menenangkan zakir.


"Zakir sangat mencintai Zahra abi, sejak semalam Zahra selalu memeluk zakir dan pelukan itu membuat zakir takut abi!" jawab zakir yang menangis.


Tiba-tiba mira dan ke 4 adiknya datang dengan motor gede mereka. Mira tersenyum karena seluruh keluarganya selamat dan tidak ada yang kurang,


"Kenapa Pangeran zakir ku menangis?" ucap mira dengan wajah yang sedikit lelah.


"Zahra... (berlari memeluk mira) kata zakir yang merindukan istrinya.


"Aku nggak papa kok, aku kembali dengan selamatkan? Maafkan Zahra ya udah buat kakak sedih!" ucap mira yang menghapus air mata zakir.

__ADS_1


Mira melihat yang lainnya dan menggecek bahwa mereka semua aman. Zakir meminta tolong untuk mengobati bara dan aryan segera karena mereka lumayan terluka parah.


"Assalamu'alaikum abi... bunda...?" ucapan salam mira di sambut pelukan abinya.


"Abi mendengar pak kiyai bahwa kalian dalam masalah, mira... apa kamu membuka situs itu?" tanya abi.


"Iya abi... mira tidak punya pilihan lain dan mira juga membawa Queen dan King kesini, tapi mereka langsung mira mengembalikan mereka setelah hari ke 4!" jawab mira.


"Sayang... Kamu mbak yang kuat, walaupun kamu sudah menikah tapi kamu tetap ingat untuk melindungi adik-adikmu!" ucap abi


Nabil mengatakan bahwa mbaknya telah menyerang para pengawal mafia itu dengan tangan kosong, mbaknya juga meledakkan markas itu untuk menghilangkan jejak mereka semua.


Di Kamar Azzam, Khadijah membantu suaminya untuk mengobati lukanya, Khadijah juga berkata bahwa mereka beruntung memiliki mira. Azzam paham apa yang dikatakan Khadijah tapi cara mira bertarung sungguh unik, dia tidak sepenuhnya terbakar emosi dan dengan tenang bertarung dan berfikir dengan jernih.


Di Kamar Zakir, Mira mau mengobati luka ditubuhnya dan di bantu zakir dengan lembut, zakir merasa tidak berguna sebagai suami dan malah membiarkan istrinya terluka begini. Mira paham hati suaminya makanya dia menghibur suaminya agar tidak sedih lagi.


Diasrama Rabil diobatin berjamaah oleh ketiga saudaranya dan juga bundanya, Rabil menjerit tapi malah dibekap dan ditahan oleh nabil.


Nara mendengar Rabil terluka langsung meneteskan airmata, melihat Nara menangis Naura langsung memeluk Nara dan menghiburnya.


"Woi lambay... gak sayang adek sendiri loh... senang banget liat adeknya menderita?" ucap Naura memarahi nabil.


"Eh... tomcet... kayaknya memang dari kemarin loh mau ngajak ribut mulu ya? nantangin loh?" jawab nabil.


"Oh boleh sini loh..." ucap Naura yang kesal.


Bunda dan abi datang untuk memisahkan Naura dan nabil yang mau berkelahi, bunda heran baru kali ini dia melihat nabil mau diajak wanita berkelahi.


"Astaghfirullah... udah ya... Cantik... Ganteng... gak capek memangnya ribut mulu, hmm?" kata bunda dengan lembut.


"Tomcet ni bun, dari kemarin ngajak ribut mulu?" ucap nabil dengan tatapan tajam.


"Eh lambay... Kalo loh gak nyarik gara-gara luan, gua malas ribut sama lo, tau gak?" jawab Naura dengan judes.


...****************...

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2