Para Gangster Kesayangan Mbak!

Para Gangster Kesayangan Mbak!
Mira dan Zakir Tertembak


__ADS_3

Setelah penembakan itu mira dan Zakir di bawa langsung kerumah sakit, diperjalanan mira tiba-tiba terbangun dan melihat wajah Zakir yang sudah pucat dan tidak sadarkan diri.


Zakir langsung dibawa ke ruang operasi karena keadaannya sangat mengkhawatirkan, Luka tembak pada Zakir lebih berbahaya dari pada mira sebab peluru hampir mengenai hatinya, Zakir masih belum sadar dan belum keluar dari ruang operasi.


Mira tidak ingin diobati sampai Zakir sadar dan bisa melihatnya, seluruh keluarga tidak bisa menasehati mira. Akhirnya abinya memaksa mira karena luka dilengannya juga berbahaya jika didiamkan terlalu lama, apa lagi peluru itu masih ada di lengannya.


Akhirnya mira ingat bahwa peluru itu bisa menjadi petunjuk dari pelaku yang melakukan penembakan terhadap zakir dan dia, mira langsung masuk ke ruang UGD untuk mengobati lukanya dan meminta peluru yang ada dilengannya.


Setelah setengah jam luka mira di obatin kemudian dia dipindahkan kekamar inap, mira meminta peluru itu dan memanggil ke 4 adiknya ke ruangannya, mira menunjukkan peluru itu dan meminta Rafa mencari tahu tentang siapa pemilik peluru itu.


Rafa memfoto peluru itu dan mencarinya di situs rahasia penjualan barang ilegal, setelah beberapa menit akhirnya mira dan ke 4 adiknya mengetahui bahwa peluru itu hanya milik satu keluarga mafia terbesar karena peluru di buat khusus dan di tengah-tengah peluru itu biasanya menyimpan racun tersembunyi.


Mira langsung membuka tengah peluru itu dan melihat bahwa tidak ada cairan atau racun apapun di peluru itu, jadi peluru itu sengaja ditembak hanya untuk melukai dan tidak untuk membunuh secara langsung.


"Kak Mafia itu merahasiakan nama juga data keluarga mereka dengan sangat baik, sangat sulit untuk menjebol pertahanan situs mereka!" ucap Rafa.


Mira berpikir sejenak dan mengingat seseorang yang bisa membantunya.


"Kakak tahu siapa yang akan bisa memberitahu kita tentang peluru ini?" kata mira.


"Aryan arta dan Bara Arthur mbak...!" ucap serentak ke 4 adiknya dan di balas senyuman oleh mira.


...****************...


Di Macau


Keadaan Nara semakin membaik dan hari ini perban yang ada di matanya sudah bisa dilepas, Kedua kakaknya menunggu adiknya untuk bisa melihat mereka dengan jelas.


Dokter yang mengoperasi Nara masuk dan akan membuka perban, perlahan dokter itu membuka perban tersebut dan disambut dengan antusias oleh aryan.


"Nona... coba perlahan-lahan buka mata Anda dan gerakan sikit-sikit". ucap dokter.


"Iya dok... ". jawab Nara yang berusaha melihat kedua kakaknya.


"MasyaAllah... apakah ini nyata, begitu indah semua ini... Kakak!" ucap Nara yang melihat aryan yang sedang tersenyum melihatnya.

__ADS_1


"Syukurlah akhirnya adikku bisa melihat dunia!" ucap Aryan.


"Apa hanya pada kak aryan kamu ingat, lupa ya kalo punya kakak satu lagi?" kata Bara.


"Mana mungkin aku lupa, tapi benar dugaanku ternyata kak Bara mempunyai wajah yang kaku dan jarang senyum, heheheh!" jawab Nara yang di sambut ketawaan dari aryan dengan kuat.


"ahahhahahah!" ketawa aryan.


"Bagus... Terus aja tertawa kak, sampai putus tuh pita suara!" jawab bara.


Mereka sangat bahagia melihat Nara sudah bisa melihat dan sudah menganggu bara sampe emosi.


Tiba-tiba Aryan mendapatkan videocall dari mira, aryan terkejut mengetahui bahwa mira menghubungi dirinya, aryan mengangkatnya dan betapa terkejut aryan melihat mira memakai pakaian rumah sakit dengan tangan yang masih digendong dengan perban.


"Astaga... Mira kamu masuk rumah sakit? Kenapa bisa? bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya aryan yang penuh dengan penasaran.


"Tuan Aryan bisa gak kita kesampingkan dulu pertanyaan Anda itu, saya menghubungi anda untuk bertanya sesuatu dan meminta tolong kepada anda!" ucap mira dengan serius.


"Eh... baiklah... apa yang bisa saya bantu nona mira!" jawab aryan.


"Baiklah saya akan mencari tahu, sekarang bisa dijawab pertanyaanku tadi?" tanya aryan.


"Saya dan suami saya ditembak oleh orang yang tidak dikenal, saat rabil dan nabil ingin menangkapnya ternyata mereka sudah bunuh diri!" jawab mira.


"Bagaimana mungkin? mereka menembak pasti ada alasannya, kamu tenanglah kami akan secepatnya mencari pelakunya, sabar ya?" kata aryan.


Aryan langsung memberikan sebuah kode kepada Bara, bara paham maksud kakaknya dan kemudian bara keluar dari kamar dengan mencium kening Nara dengan lembut.


Diluar kamar Aryan menunjukkan sebuah gambar peluru yang sangat tidak asing bagi bara, bara tahu siapa pemilik peluru itu.


Bara yang heran kenapa mereka menembak mira dan zakir, apa tujuan mereka sebenarnya. Akhirnya Bara memerintahkan tangan kanannya untuk mencari tahu penyebab penembakan itu dan siapa dalangnya.


...****************...


Di rumah sakit.

__ADS_1


Setelah menunggu hingga 6 jam akhirnya operasi zakir berhasil berjalan dengan lancar, walaupun zakir masih belum sadarkan diri.


Zakir dipindahkan kekamar inap yang sama dengan mira karena itu keinginan istrinya, mira tidak ingin jauh dari zakir.


Mira turun dari tempat tidur dan duduk di sebelah zakir dengan memegang tangan zakir, mira mencium tangan suaminya hingga meneteskan airmata. Hati mira sangat hancur melihat zakirnya tidak bisa tersenyum kepadanya dan menganggu dirinya.


"Kak... Bangunlah kak... sayangku... kenapa kakak menghalangi peluru itu untukku, jika kakak tidak menghalangi maka mungkin sekarang kakak masih ada disampingku dan sedang merawat ku!" ucap mira dengan air mata yang tidak bisa dibendung.


Umi masuk kekamar inap dan menenangkan mira agar tidak terlalu sedih.


"Sayang... jangan menangis terus, kalo kamu menangis begini apa yang akan umi jawab kalo zakir bertanya!" kata umi sambil memeluk mira.


"Biar saja dia bertanya umi, biar saja dia marah... biar dia tahu betapa sedih Zahra nya melihat dia terluka... hiks... hiks...!" jawab mira dengan hati yang hancur.


"Ya Allah begitu sedih ujian yang engkau berikan pada menantu dan anakku!" gumam hati umi sambil membelai kepala mira.


Mira akhirnya tertidur karena lelah menangis, bahkan dalam tidur pun dia masih menangis. Umi melihat zakir yang juga meneteskan airmata walaupun belum sadarkan diri.


...****************...


Akhirnya Aryan dan Bara mengetahui siapa dalang dari penembakan itu, dia merupakan orang yang masih satu kerabat dengan dirinya.


Orang itu adalah Arka putra Paman Raika yang merupakan adik ayahnya sendiri, entah apa tujuan mereka terdapat mira.


Ada acara keluarga yang akan diadakan oleh pamannya itu, acara tersebut adalah acara pertunangan putranya Arka dengan anak sahabatnya Erika.


Bara dan Aryan mendapat kesempatan untuk mencari tahu lebih jauh tentang rencana mereka, juga mata-mata mereka yang ada di sana juga dikerahkan oleh mereka.


Bara sudah tidak sabar untuk menghancurkan pamannya itu sebab karena dialah dalang dari pembunuhan ibunya dan juga karena dialah yang telah membuat dia dan aryan menjadi musuh selama bertahun-tahun.


masih penasaran?


sabar ya? 😁


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2