Para Gangster Kesayangan Mbak!

Para Gangster Kesayangan Mbak!
Leon Disandera Mira


__ADS_3

Aryan memutuskan untuk datang menjemput Nara, walaupun berbahaya tapi dia tidak punya pilihan lain. Saat aryan akan masuk, Rabil menahan tangan aryan dan membawa ke mobilnya.


Aryan terkejut melihat rabil yang sudah ada disana dengan pakaian yang berbeda, Rabil menceritakan apa yang dialami mereka beberapa hari ini.


"Bagaimana kak aryan ada disini?" tanya Rabil yang penasaran.


"Mereka tidak akan menyakiti Nara karena mereka mengincar ku, jika kalian disini siapa yang dipesantren?" tanya aryan.


Mira menghubungi Rafa melalui videocall laptop.


"Tuan aryan tidak usah khawatir, saya dan suami saya ada dipesantren, sekarang yang perlu saya tanyakan adalah apakah anda mengenal laki-laki bernama Bara Arthur?" tanya mira dengan serius.


"Dia merupakan merupakan salah satu mafia terbesar di Asia setelah aku dan...!" ucapan aryan terpotong.


"Dan dia merupakan adik kandung anda yang berbeda ibu, ibunya meninggal karena dibunuh, apa saya benar?" jawab mira dengan tatapan yang serius.


"Benar, tidak disangka anda wanita yang sangat hebat dalam mencari informasi nona mira!" ucap aryan dengan senyuman


"Kemungkin besar Bara ingin membunuhmu kak?" tanya Rafa


"Kalo itu sudah pasti, sebab saat ibunya terbunuh hanya aku yang ada disana dan menyaksikan ibunya dibunuh, saat itu saya masih berumur 10 tahun saya suka bermain petak umpet dengan Bara dan ibunya akan menyuruhku untuk bersembunyi dilemari agar tidak diketahui Bara, saat setelah saya bersembunyi ada pria tinggi dengan memakai topeng hitam masuk ke kamar ibunya dan langsung menusuk jantungnya, ibunya sengaja berdiri di depan lemari agar aku tidak keluar, dengan sangat kejam pria itu menusuknya semakin dalam hingga menembus pintu lemari, aku melihat darah dipisau kemudian aku langsung shock dan tidak bisa menggerakkan tubuhku, sejujurnya aku sangat menyayangi ibu Bara, dia selalu ada disampingku dan Bara tapi sejak kejadian itu Bara menyalahkan kematian ibunya kepadaku dan mengambil alih semua harta warisan untuk mengusirku keluar dari rumah. Aku mengabulkan semua keinginannya dan pergi meninggalkan semuanya tanpa berpamitan dengannya, ibuku seorang wanita buta dia meninggal sejak umurku 5 tahun dan ibu Bara yang mengasuhku seperti putranya sendiri, apa itu sudah cukup untuk menjawab semua pertanyaan dihatimu nona mira?" ucap aryan.


"Masalah hidup dan mati hanya Allah yang tahu tapi jika masalah kalian ini membuat nyawa orang lain melayang maka aku akan mengirim anda dan Bara ke neraka detik itu juga!" jawab mira dengan serius


Aryan tersenyum kecut dengan ucapan mira yang serius.


"Rabil kamu masuk ke dalam dengannya dan ingat jangan mengambil tindakan apapun sebelum mbak suruh, paham?" ucap mira yang di jawab dengan anggukkan dengan rabil.


Aryan juga membawa pengawal tapi semua pengawalnya diambil alih oleh mira sementara, Aryan merupakan pria yang cerdas dia sudah mempunyai rencana darurat jika rencana dengan mira gagal.


...****************...


Di Pesantren

__ADS_1


Mira dan Zakir mendapatkan serangan dari beberapa pengawal yang salah satunya adalah Leon, mira sudah tahu kalo itu merupakan orang suruhan Bara.


Mira meminta kiyai dan umi untuk tidak keluar dari ruangan, para santri juga dilarang keluar oleh mira.


Salah satu orang itu bertanya dengan menggunakan menunjukkan senjata di tangannya.


"Mau apa kalian kesini?" ucap mira dengan tatapan yang tajam


"Apa anda nona mira!" tanya Leon.


"Terus?" jawab mira dengan jutek.


"Ternyata wanita disini cantik dan mulus semua!" ucap Leon dengan mesum.


"Hei penjahat kelamin... bisa tidak kau bawah sifat kotormu itu keluar dari pesantren ini, kau tahu orang dan ucapannya sama-sama menjijikkan!" jawab mira.


Leon emosi dan kemudian menyerang mira, mira dengan santai melawan dengan rotannya.


Plakkk... duaakkk.. sretttt (suara pukulan rotan)


Setelah puas bermain-main dengan Leon, mira memborgol tangannya dan kakinya dengan sepuluh borgol berat. Leon merasa kalo mira lebih kejam dari para Mafia yang ada di seluruh Asia.


"Bagaimana apa kalian masih kurang, perlu saya tambahin?" ucap mira dengan serius ke pengawal dan Leon.


"Jangan... cukup sudah cukup... maafkan aku karena sudah berbicara yang tidak sopan denganmu, jika kau menghajar ku lagi tulang-tulangku bisa lari... hiks.. hiks... huwaaaa... Baraaaa..." kata Leon yang ketakutan hingga menangis.


"Sudah diam jangan seperti balita, sekarang kalian semua jalan keruangan itu!" jawab mira.


"Ba-bagaimana kami bisa jalan kalo di borgol begini!" tanya Leon


"Masih bisa dipakai lompatkan itu kaki, kalo tidak bisa biar ku patahkan sekalian!" ucap mira dengan kejam.


"Bi-bisa bisa kok!" jawab Leon.

__ADS_1


Mereka melompat-lompat seperti katak.


"Ya Tuhan... baru kali ini ada wanita yang lebih menakutkan dari iblis!" gumam hati Leon.


Mereka semua di suruh duduk di tempat yang berpisah-pisah, mereka duduk dikursi dan di kursi itu ada rantai yang mengikat mereka lagi, Zakir datang keruangan itu terkejut melihat ada sekitar 15 orang yang di borgol dan dirantai. Mira meninggalkan mereka dengan pantauan CCTV, Leon ingin ngamuk tapi tidak bisa.


Zakir membawakan makanan dan minuman kepada mereka agar mereka tidak kelaparan, mereka masih bisa minum dan makanan walaupun seluruh tubuh mereka di borgol dan dirantai.


Mereka tidak tahu kalo bangku yang mereka duduki mempunyai daya sengat listrik yang cukup membuat terkejut, listrik itu akan bekerja jika mereka ingin membuka rantai dan borgol itu.


"Zahra... bagaimana keadaan Nara sekarang?" tanya Zakir.


"Kakak tenang saja, Nara baik-baik saja mereka tidak melukainya, tapi jika itu terjadi maka aku sendiri yang akan mematahkan tulang mereka jadi angka delapan!" jawab mira dengan tatapan serius melihat monitor.


Zakir menenangkan mira agar tidak terbawa emosi, Umi masuk ke ruangan monitor CCTV pesantren dengan membawa makanan, umi tidak ingin menantunya kelaparan karena cemas.


...****************...


Disebelah bukit, Khadijah dan Naura sedang menyiapkan makan malam kemudian Azzam dan Nabil menyiapkan senjata.


Khadijah heran kenapa mereka tidak melaporkan polisi tentang kehilangan Nara, tapi Azzam langsung menceritakan bahwa mereka kebal hukum dan bahkan hukum akan melindungi mereka.


Setelah Azzam dan Rabil siap makan, mereka mantau keadaan diluar bangunan itu. kemudian ada satu helikopter yang turun diatas bangunan itu, Rabil langsung melaporkan pada mira agar mira bisa mencari informasi tentang siapa yang baru turun dari helikopter tersebut.


Rabil dan Azzam kemudian pergi ke kandang queen dan king untuk memberi mereka makan satu ekor daging kijang yang mereka dapat tadi.


Azzam bertanya kepada Rabil, tentang bagaimana mereka bisa tahu soal mafia tersebut. Rabil bercerita tentang mereka yang pernah mencuri data para mafia itu untuk dikembalikan kepada negara, Azzam terkejut ternyata mereka sungguh cerdas dan berani.


Masih penasaran?


sabar ya... kita istirahat dulu.. assalamu'alaikum 🥰


...****************...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2