Para Gangster Kesayangan Mbak!

Para Gangster Kesayangan Mbak!
Mbak ingkar janji


__ADS_3

Setelah selesai permasalahan kemarin, ternyata menjadi beban pikiran bagi ustadz Zakir, dia heran dengan kelakuan mira yang selalu menundukkan pandangan saat bertemu dengannya. Karena dia selalu merasa galau dengan kelakuan mira, dia pun ingin cerita dengan umi pipik yang mana dia adalah ibu kandungnya. Umi sedang memasak di dapur bersama mira tapi ustadz Zakir tidak tahu kalo mira ada di kamar mandi sedang mencuci sayuran.


"Umiiii... ! Assalamu'alaikum" Ustadz Zakir berkata dengan wajah imut dan manjanya.


"Waalaikumsalam, Iya sayang... kenapa?" Umi menjawab dengan lembut.


"Galau umi!" berkata dengan wajah sedih.


"Wahhhh, rupanya singa umi ini bisa galau juga ya? umi menggoda ustadz Zakir.


"Astaghfirullah, umi... masa anaknya yang ganteng ini disama-samakan dengan singa sih umi?" menjawab dengan wajah cemberut.


"Iya iya... umi minta maaf ya sayang, lagi sedih ya karena dicuekin mira?" umi berkata dengan tersenyum.


"Ihhh umi ini jangan keras-keras bilangnya?" ustadz Zakir terkejut.


"Oke sayang!" umi suka menjahili putra kedua nya ini.


Ustadz Zakir cerita dengan umi bahwa mira selalu menghindarinya karena kesalahan pahaman kemarin, tapi yang membuat ustadz Zakir galau adalah saat ingin mengajak bicara mira akan langsung mematahkan ucapannya dengan wajah datar.


Saat sedang cerita ternyata keluarlah mira dari kamar mandi, dengan membawa semua sayuran yang sudah dicucinya dengan bersih. Ketika melihat mira keluar, hal itu membuat ustadz Zakir terkejut juga terjatuh dari kursi dan kejadian itu sontak membuat mira kaget, kemudian mira mendekati ustadz Zakir untuk melihat dia yang terjatuh.


"Umi, menurut umi bagaimana?" ustadz Zakir meminta pendapat umi.


"Jangan tanya menurut umi sayang, tapi tanya pada orang langsung!" menjawab dengan lembut.


"Ya Allah umiiii, kalo Zakir tanya langsung apa lagi cuma berdua bakal jadi fitnah umiiii!" berkata dengan cemberut dengan umi.


"Ya udah kalo gitu umi tanya pada orangnya langsung ya?" menjawab dengan senyuman jahil.


"Hah?! Zakir terkejut dengan ucapan umi.


"Mira sayang, sayurannya udah bersih sayang?" bertanya dengan lembut ke mira yang ada di kamar mandi.


"Alhamdulillah udah umi". mira keluar kamar mandi dan menjawab dengan santai.


Duaarrrkk (terjatuh dari kursi) "Ya Allah, Astaghfirullahalazim!" terkejut melihat mira tiba-tiba keluar dari kamar mandi.


(mira tersenyum melihat Ustadz kaget dan terjatuh) "Ustadz, udah besar masih sering jatuh dari kursi?" tanpa sadar menjawab dengan santai dan tersenyum.


("Ya Allah, senyumannya manis banget jantung hambamu ini bisa copot!" batinnya) "Ekhemm, nggak sering kok cuma kadang-kadang aja? menjawab dengan mengaruk kepala yang tidak gatal.


"Alhamdulillah deh kalo gitu, umi ini semua sayurannya, mira permisi dulu mau bantu nara belajar beladiri sebentar, boleh umi?" mira berkata dengan lembut kepada umi.


"Udah siap kok sayang, kirim salam untuk nara ya? umi kangen dengannya karena dia selalu mengurung diri di kamar!" berkata dengan lembut dan buat nyaman hati.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Umi? berkata mira langsung keluar dapur.


" Waalaikumsalam sayang..." Jawab umi dengan lembut.


"Umiiii... Zakir pergi ke kelas dulu, Assalamu'alaikum?" kata Zakir dengan wajah yang kesal.


"Iya waalaikumsalam singa umi?" jawab umi dengan tersenyum jahil.


"Iiiihhhhh umiii.... " kata Zakir dengan melirik umi.


Ustadz Zakir kesal karena dijahili oleh uminya, karena hal itu Zakir keluar dari dapur dan pergi mengajar kembalikan.


(author : "Wah mira dapat calon suami plus restu calon mertua nih?" ๐Ÿ˜


Ustdh. Khadijah : "Thor, jangan buat emosi deh? ๐Ÿ˜ 


author : "Eh, kapan masuknya nih pelakor?๐Ÿ˜’


Ustdh. Khadijah : "Thor...๐Ÿ˜‘โšก๐Ÿ”จ๐Ÿงจ๐Ÿช“๐Ÿ”ช"


author : "Eh... nih cewek bar-bar kenapa? ๐Ÿ˜ฑ


Mira : "Ustadzah salah masuk kamar? kamar untuk para pelakor ada di sebelah!๐Ÿ˜’


Mira : "Barusan dari author? ๐Ÿ˜’


author : "Woi, kapan gua ngajarin lu? ๐Ÿ˜ฑ


ustdh. Khadijah : " ๐Ÿ˜ก๐ŸŒก๐Ÿ’ฃ๐Ÿงจ"


author : "๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ˜ต"


Mira : "Sabar ya Thor... " โ˜บ)


Setelah Mira selesai membantu di dapur kemudian menuju asrama untuk mendatangi Nara yang sudah siap dengan baju beladirinya, nara sangat bahagia karena mendapatkan mira sebagai kakaknya selama di pesantren.


"Nara sayang, udah siap?" kata mira dengan lembut.


"Alhamdulilah udah kk, apa Nara bisa belajar bela diri kk? Melihat wajah kakak saja belum pernah!" ucapan Nara dengan pesimis.


(Mira mengambil kedua tangan Nara untuk menyentuh wajahnya) "Inilah wajah kak Mira, rembulan ku sayang!" kata Mira dengan lembut.


Nara menyentuh setiap jengkal wajah Mira dari mata hingga ke bibir, dia sangat bahagia karena bisa menyentuh dan bisa mengambarkan wajah kakak yang sangat menyayanginya itu.


"Terimakasih kak, sekarang aku bisa tahu wajah kak Mira dan bisa aku gambarkan dihatiku?" ucapan Nara yang sangat bahagia.

__ADS_1


"Iya Rembulanku, kita ke taman belakang agar kamu tenang dan cepat belajar, Oke?" kata mira dengan penuh semangat.


"Siap Kak" kata Nara dengan imut.


Mira memegang tangan Nara dan dengan tenang mengarahkannya untuk mengikuti setiap intruksinya. Nara pula tidak gampang putus asa, keinginannya sangat kuat untuk belajar.


Saat mereka sedang latihan rupanya sejak tadi mereka dilihat oleh ustadz Zakir dan Raihan dari balkon lantai 2, bahkan Pak kiyai dan umi juga melihat dari sebelah mesjid.


Mereka sangat tersentuh melihat kegigihan mira yang mengajarkan Nara, dengan penuh kesabaran mira mengajar Nara dengan pelan-pelan walaupun lelah tapi mira tetap senyum dan semangat.


Ke 4 adiknya mencari-cari mbaknya karena mereka sudah janji untuk pergi ke pasar malam ke desa sebelah, dan mereka menemukan mbaknya dengan berada di taman belakang yang sedang mengajarkan seorang gadis bela diri.


"Assalamu'alaikum mbak ku sayang?" berkata Rafa dengan ceria.


"Waalaikumsalam Fa, eh... adik-adik mbak ganteng banget, mau kemana?" berkata mira tanpa berdosa.


"Jadi mbak lupa ini hari apa?" kata Nabil yang mulia emosi.


"Ini hari jumat ya? ya Allah maaf ya mbak lupa sayang?" mira tersenyum karena tau kalo dia salah.


"Ihhh... mbak ini sejak kapan mulai ingkar janji?" Rafi berkata dengan penuh kekesalan.


"Sejak punya adik baru!" mira langsung memeluk Nara di depan ke 4 adiknya.


"Mbak, apa kurang udah punya 4 adik yang ganteng dan imut gini, hmmm?" Rabil berkata dengan cemberut.


"Iya iya maafin mbak ya?" kata mira dengan jahil.


Di tengah pembicaraan mereka yang sangat menenangkan rupanya dilihat oleh ustadz Zakir, karena penasaran dia menyamperin mereka dan bertanya.


"Assalamu'alaikum santriwan dan santriwati?" kata ustadz Zakir


"Waalaikumsalam ustadz!" jawab mereka.


"Ada apa nih rame-rame disini? serius sekali pembicaraannya?" kata ustadz Zakir dengan tersenyum.


"Gini ustadz, mbak ingkar janji sama kami?" kata Rafi yang mengadu ke ustadz Zakir.


"Mira kamu tidak boleh ingkar janji, sebab janji adalah hutang, yang mana hutang itu harus dibayar dan diberikan mira!" kata ustadz dengan memberikan nasehat kepada mira.


"Iya ustadz!" menjawab dan menatap ustadz Zakir


-


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2