Para Gangster Kesayangan Mbak!

Para Gangster Kesayangan Mbak!
Tikus Besar


__ADS_3

Lima hari kemudian


Dirumah Rafa dan Rafi sedang bersiap-siap untuk kembali ke pesantren, namun Nabil belum mau kembali karena tidak ada Rabil yang biasanya selalu bersama dengan dirinya.


Bunda menyiapkan sarapan pagi untuk ketiga putranya dan abi, Bunda heran kenapa ketiga singanya belum turun juga.


Bunda naik ke kamar mereka dan melihat Rafa dan Rafi yang sudah siap berkemas tapi Nabil masih belum siap.


"Singa Afrika bunda udah siap berkemas belum?" tanya bunda.


"Eh Bunda... udah kok bun, nih tinggal di bawa ke mobil!" ucap Rafa.


"Bun laper... " kata Rafi dengan manja.


"Sarapan kalian udah bunda siapkan dibawah, yaudah kalian sarapan dulu yuk?" kata bunda.


Kedua singa Afrika turun ke ruang makan, namun Nabil belum tampak sejak tadi.


"Sayang... Mas Nabil dimana?" tanya bunda


"Masih dikamarnya mungkin bun?" Jawab Rafa.


"Yaudah kalian duluan ya, bunda liat mas Nabil dulu?" kata bunda.


"Siap bun!" ucap Rafi dan anggukkan Rafa.


Bunda ke kamar Nabil dan melihat singa Kambojanya masih terdiam di depan jendela, bunda paham biasanya kemanapun Nabil pergi selalu dengan Rabil.


Bunda berjalan dibelakang Nabil dan menutup mata Nabil.


"Hap.. (menutup mata rabil)


"Bun... tanpa bunda bersuara pun Nabil tahu itu bunda!" kata Nabil yang tersenyum.


"Ih... jadi gak seru ihh...!" jawab bunda.


Nabil langsung memeluk bundanya yang dengan lembut.


"Kamu Rindu Rabil ya?" tanya bunda.


"Iya bun jadi agak sepi nih bun!" jawab Nabil dengan sendu.


Ternyata Rafa dan Rafi mendengar pembicaraan mereka dan masuk ke kamar Nabil dengan membawa adik kecil mereka aisyah.


"Eh mas... enak banget bilang sepi, emang kita disini semua hantu gitu!" kata Rafa dengan menggendong aisyah.


"Ya Allah... Aisyahnya kok udah di bangunin Rafa dia masih ngantuk itu!" ucap bunda.


"Aisyahnya udah bangun loh bunda, dia nyariin bunda tadi makanya Rafa gendong dan juga bentar lagikan Masnya semua mau balik mondok, ya kan dek!" kata Rafa dengan lucu bertanya ke Aisyah dan disambut senyuman lucunya.

__ADS_1


Rafi mendekati Nabil dan menganggunya sedikit.


"Mas... rindu mas rabil ya? mas rabil sekarang udah punya istri... mas kapan! tanya Rafi dengan ejekan.


Abi datang dan langsung menjewer Rafi dan Nabil.


" Ahhh... aduh... abi.. sakit... sakit!" kata Rafi dan Nabil yang dijewer.


"Apanya yang kapan? kalian belajar dulu yang bener, memang kalian udah rindu banget dengan rotan tebal mbak, hmm?" kata abi.


Langsung dibalas gelengan kepala dengan serentak. Abi langsung memberikan telpon kepada Nabil karena sejak tadi mira dan rabil sudah menelpon abi.


"Nih mbak bicara sendiri dengan orangnya mbak!" ucap abi yang memberikan HP ke Nabil.


"Eh mbak... " Ucap Nabil.


"Gak usah kayak anak gadis gitu lah nab, cepat siap siap ke pesantren, besok mbak dan yang lain udah sampe disana, pak kiyai dengan umi udah nungguin kalian gak enak sama mereka!" jawab mira dengan tegas.


"Eh beneran besok mbak sama rabil udah pulang?" tanya Nabil.


"Iya bambang... " jawab mira dan rabil dengan serentak.


"Hehehe... oke oke... " ucap Nabil.


Nabil langsung cepat-cepat berkemas karena besok mbaknya dan rabil akan pulang. Abi dan bunda hanya bisa menggelengkan kepala.


...****************...


Mira sebenarnya kurang tidur karena olahraga malamnya, zakir melihat mira lemas dan langsung menyuruhnya untuk tidur.


Mira langsung tidur dengan kepalanya dipundak zakir, Rabil juga menyuruh nara untuk tidur agar nara tidak terlalu kelelahan saat sampai di pesantren nanti.


Mira teringat dengan ustazah Khadijah, karena penasaran dia bertanya dengan zakir tentang Khadijah.


"Kak... zahra baru ingat, bagaimana dengan ustazah Khadijah, apa dia masih marah denganku?" tanya mira.


"Dia sudah menikah dengan Mas Azzam kok zahra!" Jawab zakir dengan senyuman.


"Mas Azzam?! kenapa bisa begitu kak?" kata mira


"Zahra... sebenarnya dulu bukan kaka yang meminangnya melainkan mas Azzam karena ada suatu masalah di Yaman mas Azzam tidak bisa kembali dan kakak di amanahkan mengantikannya sementara, tapi yang nikah tetap mas Azzam bukan kakak, Khadijah salah paham dengan kedatangan kakak dan tidak mendengar dengan baik omongan abi dan umi waktu itu... jadi begitulah zahra, kamu paham?" ucap zakir.


"Oh begitu... jadi selama kakak bersama zahra, siapa yang menggantikan kakak mengajar di pesantren?" tanya mira.


"Yang menggantikan kakak adalah mas Azzam kok zahra... jadi kamu tidak usah khawatir oke!" Jawab zakir dengan senyuman dan Mira hanya mengganggukkan kepala.


...***************...


Di Pesantren

__ADS_1


Rafa, Rafi dan Nabil baru tiba di pesantren dan di sambut oleh pak kiyai juga Azzam, abi menyampaikan bahwa besok mira dan zakir akan langsung pulang ke pesantren setelah tiba dari bandung.


Pak kiyai merasa senang karena anak dan menantunya akan pulang, Azzam menyampaikan kepada umi bahwa zakir akan kembali besok ke pesantren.


Abi pamit pulang dan menitipkan ke 3 putranya di pesantren dengan pak kiyai, umi pipik memberikan oleh-oleh untuk dibawah pulang oleh abi untuk menjalin kekeluargaan yang baik.


Azzam mendatangi istrinya yang sedang mengajar dan menunggu didepan kelas dengan tersenyum.


Khadijah melihat suaminya yang sedang tersenyum kecil ke istrinya itu dan memberikan pesan lewat HP untuk datang ke ruangan dirinya.


Khadijah mendatangi suaminya yang usil ke ruangannya dan saat masuk dia tidak melihat suaminya dimanapun, saat dicari ternyata suaminya sedang sembunyi di atas lemari buku.


"Astaghfirullah... kak gak ada kerjaan ya sampai jadi tokek di atas lemari!" ucap Khadijah.


"Heehe... ketahuan deh!" jawab Azzam.


Khadijah punya ide untuk mengerjain suaminya yang usil itu, dengan memfoto dirinya yang sedang jongkok.


"Eh kak sebentar jangan bergerak sedikitpun (Khadijah mengambil HP dan memfoto Azzam) Nah... bagus sekali gambarnya, cocok nih kalo ditunjukkan sama umi tontonan gratis, hehehe!" kata Khadijah.


"Sayang... jangan ya... jangan... nanti kakak dihukum sama abi... !" kata Azzam yang bingung.


"Udah kakak disitu aja sampai besok pagi, sekali tidur disitu, oiya tangganya Khadijah pinjam ya... dadahhh...!" kata Khadijah yang keluar ruangan Azzam dan menaruh tangga di depan pintu dan lari menjumpai umi.


"Gawat kalo umi tahu ni, tapi tinggi juga ya kalo lompat bisa encok juga ni?" kata Azzam.


Khadijah ketemu dengan umi di depan ruangan pak kiyai.


"Khadijah... kamu ngapain lari-lari sayang?" tanya umi.


"Itu umi... ada tikus besar sekali di atas lemari buku ruangan kak Azzam... kita usir yok umi... " kata Khadijah.


"Astaghfirullah... bisa hancur semua buku-buku yang ada di rak, yok kita lihat dulu sayang!" Jawab umi.


Umi dan Khadijah datang ke ruangan Azzam, tapi dijalan umi menelpon pak kiyai untuk datang keruangan Azzam.


Umi masuk ruangan Azzam dan betapa terkejutnya dia melihat putra sulungnya diatas lemari sedang jongkok.


"Dimana tikusnya sayang?" tanya umi.


"Itu diatas umi lagi jongkok!" jawab Khadijah.


"Astaghfirullahalazim Azzam... ngapain kamu diatas situ, udah kayak tikus aja kamu nak!" kata umi yang terkejut.


"Hehehe... Assalamu'alaikum umi... " kata Azzam tersenyum malu.


...****************...


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2