
Rabil mengajak Nara memainkan semua permainan dipasar malam itu, Rabil juga menjelaskan tentang permainan dan wahana yang dinaiki mereka. Ke 3 adiknya yang lain naik ayunan raksasa tapi saat turun mereka bertiga mabuk barengan.
Mira tidak ikut bermain karena dia hanya ingin mengawasi ke 4 adiknya dan nara, melihat Nara dan Rabil bermain membuat ustadz Zakir ingin mencoba juga wahana di sana dan mengajak Mira bermain.
"Mira, apa kamu takut ketinggian?" tanya ustadz Zakir.
"Eh... gak kok ustadz, memang kenapa ustadz?" jawab Mira.
"Saya mau ngajak kamu naik Bianglala, kamu mau?" kata ustadz Zakir yang berharap.
"Mau ustadz!" Jawab Mira dengan senyuman.
Waktu bianglala berputar dan berhenti di puncak paling atas, Mira melihat pemandangan indah malam hari. Tanpa sadar ustadz Zakir terpesona dengan senyuman Mira dan tidak berkedip.
"Ustadz... melihatnya jangan seperti itu, nanti jadi fitnah!" kata Mira dengan memalingkan wajahnya.
"Astaghfirullah, maaf ya Mira?" jawab ustadz Zakir.
"Iya ustadz!" kata Mira.
"Oiya, Mira kamu masih punya hutang penjelasan dengan saya loh?" kata ustadz Zakir dengan penasaran.
"Oh masalah hamil sama gangster! gini ustadz... sebelum kami mondok sebenarnya cuma saya sendiri yang akan mondok, tapi saya melihat bunda selalu khawatir dengan ke 4 putranya yang selalu pulang malam dan masuk dunia hitam. Makanya saya berinisiatif membawa mereka mondok, saya juga datang ke markas mereka dan menghukum adik-adik saya disana dan saya juga memberikan sedikit pelajaran pada anak gangster lainnya dan menasehati mereka. Dan masalah hamil itu... bukan saya yang hamil ustadz tapi bunda, karena kehamilan bunda menjadi solusi yang tepat membawa mereka mondok, saya hanya ingin melindungi ke 4 adik saya dan calon adik saya yang belum lahir ke dunia ini... jadi gitu ceritanya ustadz!" Jawab Mira dengan santai.
("Masyaallah... walaupun dia seorang wanita tapi dia sangat tangguh" batinnya)"Kamu tahu, kamu itu kakak yang hebat dan bijaksana mira!" kata ustadz Zakir yang bangga karena ketulusannya dan tanggung jawabnya sebagai kakak.
"Terimakasih ustadz!" Jawab Mira dengan senyuman.
(author : "Halo sayang, kangen aku gak?😘
Mira : 👎🙅
author : 😱
author : "Sepertinya ada yang lagi PDKT ni?😏
Mira : "Thor, mau diruqyah gak?"
author : "Woi lu kira gua kesurupan? 🤬
Mira : "Iya juga ya, mana mungkin raja jin kesurupan setan! 😏
__ADS_1
author : (author kena mental 😵))
Saat turun dari bianglala ternyata Mira hampir terjatuh dan tidak sengaja ustadz Zakir langsung menarik tangan Mira dan menarik kepelukannya, saat kejadian itu ternyata dilihat oleh ke 4 adiknya juga Nara.
(kaki tersandung) "Ehhhh...!" (tangan tertarik hingga kepelukan Zakir) kata mira yang kaget.
"Mira hati-hati....!" (menarik mira kepelukannya) Jawab ustadz Zakir dengan jantung yang berdebar.
Mereka tidak bisa bergerak dan hanya memandang satu sama lain, kejadian itu membuat hati mira tiba-tiba berdebar tidak beraturan. Jujur baru kali ini dia merasakan perasaan yang sangat berbeda dihatinya, Ustadz Zakir tanpa sengaja telah menyentuh seorang wanita yang bukan mahramnya. Mereka tersadar saat Nabil memanggil mbaknya dengan toa mini yang baru di belinya.
"Mbak... Ustadz... udah pandangannya... nanti jadi fitnah...!"(bicara dengan toa) kata nabil.
" Astaghfirullah... (langsung melepaskan mira) ma-maafkan saya mira...!" kata ustadz Zakir.
"I-iya ustadz gpp dan terimakasih...!" jawab Mira dengan gugup.
"Udah malam, lebih baik kita langsung balik ke pesantren, yuk?" kata ustadz Zakir.
"Iya ustadz, kalian... ayo pulang... udah puaskan bermainnya? Nabil... besok mbak tunggu di belakang taman belakang!" kata Mira dengan sinis.
"Ehhhh i-iya mm-mbak!" Jawab nabil dengan takut.
(author : "Ganggu aja nih anak, lagi romantis pun? 😒😡
Sesampai di pesantren mereka langsung di sambut oleh pak kiyai dan umi pipi juga ada ustadzah Khadijah dan ustadz Raihan. Ustadz Zakir sedikit gugup karena baru kali ini keluar dari pagi dan pulang malam bersama para santriwan dan santriwati.
Saat turun dari mobil umi pipik langsung menjewer ustadz Zakir dan memarahinya, melihat ustadz Zakir dalam kesusahan Mira menjelaskan kepada pak kiyai agar mereka tidak salah paham, Namun hal itu malah di perpanjangan oleh ustadzah Khadijah.
"Assalamu'alaikum Umi... Abi... kok ada disini? kata ustadz Zakir.
"Astaghfirullah ya Allah anak ini..."(menjewer ustadz Zakir) kata umi pipik yang kesal.
"Allahuakbar umi... sa-sakit umi...!"(telinga ketarik) kata ustadz Zakir.
"Apa pantas seorang ustadz mengajak santri keluar hingga malam, Zakir?" kata umi.
"Umi... Zakir sudah izin dengan abi tadi kalo akan pulang malam!" kata ustadz Zakir.
"Iya memang sudah izin tapi apa pantas kalian hanya berdua saja hingga pulang sampai malam, Zakir?" kata umi.
"Hah?! berdua? umi... zakir paham ke khawatiran umi... tapi demi Allah Zakir tidak berdua melainkan bertujuh umi!" kata zakir menjelaskan.
__ADS_1
Tiba-tiba mira turun dari mobil bersama adik-adiknya dan Nara.
"Assalamu'alaikum Umi, ustadz Zakir tidak salah saya yang salah karena telah membawa ustadz Zakir dalam masalah!" jawab Mira dengan bersalah.
"Nak mira, bisa jelaskan kenapa kalian bisa pulang malam?" kata pak kiyai dengan lembut.
"Baik Pak kyai tapi sebelum itu ustadz Zakir dilepas dulu telinganya, umi... jewer mira aja ya jangan ustadz?" kata mira dengan memohon dengan umi.
Dengan permintaan yang tulus akhirnya umi melepaskan telinga ustadz Zakir, karena dia tahu bahwa mira merupakan anak yang jujur dan bertanggung jawab.
"Baiklah sayang, umi akan melepaskannya kali ini karena kamu sayang?" kata Umi dengan memegang pipi mira.
"Terimakasih umi, umi memang yang terbaik!" Jawab mira dengan memeluk umi.
Mira menceritakan semua alasan dan rencana mereka pergi seminggu yang lalu, dari semua penjelasan itu akhirnya pak kiyai mengambil kesimpulan bahwa semua prasangka buruk ustadzah Khadijah ternyata hanya salah paham. Keputusan itu membuat Khadijah semakin kesal dan mencari-cari kesalahan mira.
"Nah, semuanya udah jelaskan umi... Khadijah...!" kata pak kiyai.
"Tapi pak kiyai, bukankah ini menjadi aib untuk pesantren kita dan bagaimana bila ada orang tua murid dan warga disini yang menuntut atas kejadian ini, bukankah tidak baik seorang santri keluar pondok dan kembali waktu malam?" kata ustadzah Khadijah yang mencari kesalahan Mira.
"Ustadzah, apa anda paham dengan ucapan anda? saya tidak berduaan dengan ustadz Zakir tapi saya juga membawa Nara sebagai teman wanita saya disana!" jawab mira yang mulai kesal.
"Tapi itu bukan alasan mira, kamu itu santri yang wajib ikut peraturan pondok pesantren...!"kata ustadzah Khadijah yang terpotong.
"Cukup Ustadzah, sepertinya disini yang lebih merasa keberatan bukan para pengajar,umia
atau pak kiyai tapi melainkan anda sendiri!" jawab ustadz Zakir dengan tegas.
"Bu-bukan begitu ustadz, tapi saya..."(terpotong) kata ustadzah Khadijah.
"Umi... Abi... Saya minta izin dan meminta restu?" kata ustadz Zakir.
"Restu, Restu untuk apa Zakir?"jawab Pak kiyai.
"Untuk menikahi Mira dan menjauhkan mira dan saya dari fitnah yang mungkin akan terjadi dikemudian hari!" kata ustadz Zakir dengan penuh keyakinan.
"Hah?! Apa?"(teriak) kata ke 4 adik mira yang terkejut.
Semua orang terkejut dengan pernyataan ustadz Zakir, bahkan Khadijah tidak bisa bicara sedikitpun juga ustadz Raihan terkejut dengan ucapan Zakir. ustadz Raihan merupakan adik sepupu Zakir dan juga mempunyai perasaan terhadap Mira.
-
__ADS_1
-
bersambung...