
Setelah selesai makan malam, abi mengajak Zakir untuk duduk di ruang tamu. Bunda menyiapkan cemilan dan teh untuk abi dan Zakir, tak lupa ke 4 adiknya juga duduk dengan mereka untuk mengenal lebih dekat Zakir. Ustadz Zakir sangat canggung saat ditanya abi mira tentang keseriusannya melamar mira dan menyusul mira sampai kerumahnya.
"Zakir... sekarang umur berapa?" kata Abi.
"Sekarang umur Zakir genap 29 tahun pak!" jawab Zakir.
"Saya dengar kamu melamar mira karena kalian pergi ke pasar malam ya?" tanya Abi.
"Iya Pak, kami pergi pun tidak berdua melainkan bertujuh!" Jawab Zakir.
"Siapa saja itu? apa cuma mira sendiri wanita yang ikut?" tanya Abi.
"Tidak pak, Nara juga ikut bersama kami untuk menemani mira!" jawab Abi.
"Alhamdulillah, jadi kenapa Zakir ingin melamar mira setelah pulang dari pasar malam?" tanya Abi yang ingin melihat kejujuran Zakir.
"Begini pak, untuk mencegah terjadinya fitnah di Pesantren dan dimasyarakat makanya saya ingin menjaga nama baik keluarga saya dan keluarga mira dengan melamar mira menjadi istri saya!" Jawab ustadz Zakir.
"Niat kamu sangat mulia Zakir, tapi saya mendengar dari mira bahwa kamu sudah lama dijodohkan dengan Ustazah Khadijah, apakah itu benar?" tanya Abi.
__ADS_1
"Sebenarnya bukan saya yang ingin dijodohkan dengan Khadijah, melainkan kakak sulung saya yang sedang pendidikan di Yaman, saya hanya diminta melamar Khadijah untuk kakak saya, mungkin Khadijah salah paham dengan itu semua, maka dari itu saya yakin ingin melamar mira bukan karena masalah yang lalu tapi karena saya telah memiliki hati dengan anak bapak!" ucap Zakir dengan penuh keyakinan.
"Uhuk... uhuk... Astaghfirullah!" ucap Rabil yang tersedak minuman.
"Dek... yang mau dilamar itu mbak bukan kamu!" kata Abi yang tersenyum.
"Gak boleh... Mbak gak boleh kemana-mana, mbak cuma punya kami dan kami juga bisa melindungi mbak dari bahaya apapun!" kata Nabil yang menangis dan masuk ke kamar.
"Eh... mas... dengar dulu penjelasannya... ya Allah" kata Rafa yang mengejar Nabil ke kamar.
"Bodoamat!" jawab Nabil dengan kesal.
"Iya Pak, saya akan berusaha untuk mendapatkan hati mereka!" jawab Zakir.
"Baiklah, saya mau istirahat dulu... kamu juga istirahat ya?" kata Abi yang masuk ke kamar.
"Iya Pak!" jawab Zakir.
...----------------...
__ADS_1
...Pagi Hari ☀...
Setelah sholat subuh, Zakir keluar balkon untuk mencari udah dan membaca Al-Quran namun dia melihat mira sedang berlatih bela diri di taman belakang rumah, karena penasaran ustadz Zakir mendatangi mira ke bawa dan mencoba menganggunya yang sedang berlatih.
Ustadz Zakir memakai jaket hoodie dan memakai masker juga penutup kepala, dengan cepat ustadz Zakir menyerang mira dengan menggunakan rotan tebal miliknya.
Mira tidak tahu yang menyerangnya adalah ustadz Zakir yang sedang menyamar, ditengah perkelahian itu mira dengan cepat menarik masker dan membuka penutup kepalanya, betapa kagetnya mira melihat ustadz Zakir yang sedang tersenyum melihatnya dengan rotan tebal di pundaknya.
"Astaghfirullah... kenapa ustadz menyamar seperti itu? jika ustadz terluka tadi bagaimana?" kata mira yang kesal.
"Alhamdulillah saya tidak terluka kok mira, saya hanya ingin menguji kamu sebentar!" jawab ustadz Zakir dengan senyuman.
(MasyaAllah, wanita sangat berbeda dengan yang lain, dia tambah cantik saat sedang marah" batinnya Zakir)
Saat mereka berkelahi, ternyata ke 4 gangster sudah melihat dari balkon kamar mereka dengan santai, mereka mengamati perlakuan ustadz Zakir terhadap mbaknya.
...****************...
Bersambung....
__ADS_1