
Perjalanan pulang dari Pesantren ke Rumah menempuh waktu 3 jam, di perjalanan ustadz Zakir mengajak Rafa dan Rafi untuk istirahat makan dan sholat.
Mereka istrahat dirumah makan, disitu mereka makan dan ustadz Zakir sholat Ashar. Saat makanan sampai Rafa terkejut sebab ada beberapa pelajar yang memalak para pedagang pinggir jalan.
Rafa dan Rafi mendatangi mereka dan ingin menasehati tapi bukannya menerima nasehat para pelajar tersebut malah menghina mereka dan mengatakan mereka salah satu anak buah gangster yang terkenal di Kota tersebut.
Ucapan pelajar tersebut tentang gangster, membuat Rafa dan Rafi emosi dan memberi pelajaran yang berharga bagi para pelajar tersebut. Selesai memberi pelajaran para salah satu pelajaran mengatakan bahwa ketua gangster mereka adalah Hamzah.
"Kembalikan semua uang dan benda yang kalian ambil dari semua pedagang disini, cepat?" kata Rafa yang emosi.
"I-iya kak... " jawab pelajar dengan ketakutan.
"Fa... saat kita kembali ke Pesantren nanti, kita beresin masalah ini dulu sama singa kamboja!" ucap Rafi.
"Iya.. tapi sebelum itu, ini para pelajar kita kembalikan ke sekolahnya dulu, mau jadi apa anak bangsa ini kalo seperti ini" kata Rafa.
"Setuju... " jawab Rafi.
Rafa dan Rafi meninggalkan ustadz Zakir di rumah makan, tapi sebelum pergi mereka titip pesan ke pelayan untuk mengatakan kepada ustadz Zakir bahwa mereka sedang mengantar para pelajar ke sekolah mereka dengan beberapa warga dan pedagang di sana.
Saat ustadz Zakir selesai sholat, dia terkejut melihat Rafa dan Rafi tidak ada di tempat tapi sebelum ustadz Zakir panik ada pelayan yang datang menemui ustadz Zakir.
"Astaghfirullah... ini dua anak kemana?" ucap ustadz Zakir yang panik.
"Permisi pak, tadi kata murid bapak anda makan duluan saja sebab mereka sedang mengantar pelajar kesekolah dengan warga dan pedagang disini" kata pelayan.
"Oh gitu ya, memang mereka tahu daerah ini?" ucap ustadz Zakir.
"Ustadz tenang saja, mereka langganan kami disini, mereka anak anak baik kok, mereka suka menolong para pedagang yang di palak di daerah ini, kalo gitu saya permisi dulu? kata pelayan yang pergi.
"Oh gitu, Terimakasih " jawab ustadz Zakir.
...****************...
Sampai di Sekolah, para pelajar tersebut terdiam karena dimarahi Rafa dan Rafi karena melawan guru dan orang tua mereka. Untuk membuat mereka jera, Rafi meminjam HP kepala sekolah untuk menghubungi seseorang.
"Udalah kak, kami bukan anak anak yang harus dimarahin saat buat salah, lagi pula orang tua dan guru cuma bisa merepet gak jelas!" kat pelajar.
__ADS_1
"Kalian ini udah salah makin melawan lagi, guru kalian itu orang tua kalian di sekolah, orang tua yang sabar mendidik kalian tapi bukan terimakasih malam melawan seperti tidak di didik aja kalian ini!" ucap Rafa yang ngamuk.
"Kak... kami itu hanya menyampaikan pendapat kami! kata pelajar.
"Oh gitu... kalian bilang tadi Hamzah ya, okey... Dalam waktu 20 menit itu orang gua seret kemari, untuk membuka mata kalian yang kotor itu!" ucap Rafi.
Rafi menelpon seseorang dan menyuruh mencari orang yang bernama Hamzah.
"Hallo... Dalam waktu 20 menit cari orang yang bernama Hamzah!" kata Rafi yang langsung menutup telponnya.
...****************...
Beberapa menit kemudian.
Datang beberapa motor yang datang dengan membawa goni besar dan menyerahkan ke Rafa.
"Kak... ini pesanan kakak!" kata Raya yang menyerahkan goni besar ke Rafa.
"Oke thanks, kalian iku aku!" jawab Rafi.
"Baik kak, masuk semua!" ucap Raya ke anak gangster lainnya.
Rafi membuka goni besar itu dan betapa terkejutnya semua orang melihat seorang laki-laki yang diikat dan sudah babak belur.
"Kalian masih mau melawan guru dan orang tua kalian, baiklah... aku punya hadiah untuk kalian!" ucap Rafi membuka goni dan melemparkan orang itu ke para pelajar.
Para pelajar itu sangat terkejut melihat ketua gangster mereka babak belur.
"Ampuni aku... aku janji tidak akan menghasut para pelajar untuk malak pedagang lagi, tapi tolong jangan pukulin aku lagi?"😠kata Hamzah yang sudah babak belur.
"Ini ketua gangster kalian, masih anak mami ternyata tapi sok jadi penguasa... " ucap Rafi.
Para pelajar itu akhirnya meminta maaf kepada orang tua dan guru, mereka janji tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi.
Setelah selesai Rafi dan Rafa kembali ke rumah makan untuk mendatangi ustadz Zakir. Ustadz Zakir marah kepada mereka karena pergi tanpa pamit padanya.
"Assalamu'alaikum ustadz, udah siap makan?" kata Rafa.
__ADS_1
"Waalaikumsalam... bagus ya pergi gak pamit pulang kayak hantu..." kata ustadz Zakir.
"Hehehe maaf ya Ustadz" kata Raffi.
Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan, diperjalanan ustadz Zakir bertanya kepada mereka tentang pemalakan pedagang.
Rafi menceritakan semua kejadian tersebut kepada ustadz Zakir, hal tersebut membuat pandangan ustadz Zakir terhadap mereka sedikit berubah.
...****************...
Sampai dirumah Rafa dan Rafi menyuruh ustadz Zakir untuk masuk duluan dan mereka membawa barang ustadz Zakir. Saat didepan pintu terdengar suara mira yang sedang bicara kepada bundanya, dimana dia tidak mau kembali ke pesantren lagi.
Perkataan itu membuat Zakir sedih dan berinisiatif meminta maaf dan meminang secara langsung mira dengan abinya, dengan keyakinan Zakir mengetuk pintu dan di buka oleh abi mira.
"Assalamu'alaikum mira, maafkan saya... saya bersungguh-sungguh ingin melamarmu?" kata ustadz Zakir berkata dengan kepala menunduk.
"Waduhh.... " kata Rafi.
"Hah.... " kata Rafa.
"Eh... " ucap mira yang terkejut.
"Astaga... tuh ustadz nekat bener!" kata Nabil yang sedang mengandung adiknya.
"Iya kak... bisa barbar juga ya kak... "kata Rabil.
"Haah.... Waalaikumsalam ustadz Zakir, lamaran anda bisa ditunda dulu?" jawab Abi mira dengan tersenyum.
"Eh ada ustadz Zakir, mari masuk ustadz? Abi... tamunya diajak masuk!" kata bunda.
"Iya bun... mari ustadz?" kata Abi mira.
"I-iya pak Terimakasih ☺" ucap Zakir dengan malu.
-
-
__ADS_1
...bersambung... ...
...----------------...