
Umi dan Khadijah datang ke ruangan Azzam, tapi dijalan umi menelpon pak kiyai untuk datang keruangan Azzam.
Umi masuk ruangan Azzam dan betapa terkejutnya dia melihat putra sulungnya diatas lemari sedang jongkok.
"Dimana tikusnya sayang?" tanya umi.
"Itu diatas umi lagi jongkok!" jawab Khadijah.
"Astaghfirullahalazim Azzam... ngapain kamu diatas situ, udah kayak tikus aja kamu nak!"
"Hehehe.... assalamu'alaikum umi!" kata Azzam.
Tidak lama kemudian pak kiyai masuk keruangan Azzam dengan Rafa dan Rafi.
"Eh ada abi... hehehe (melambaikan tangan) kata Azzam.
"Astaghfirullah... Azzam kamu ngapain di atas situ, turun sekarang!" ucap pak kiyai.
"Wah tikusnya besar sekali ya fa sampai pak kiyai datang untuk menyuruh turun!" ucap Rafi dengan suara berbisik.
"Hus... Diam fi kamu gak tau kalo ustadz Azzam mengantikan ustadz Zakir sekarang?" jawab Rafi dengan mencubit paha Rafi.
"Aduhh sakit.... (teriak Rafi)
"Rafi kamu kenapa?" tanya umi.
"Dicubit tikus umi!" Jawab Rafi.
"Hah... " ucap serentak umi, Azzam, kiyai dan Khadijah.
"Eh bukan kok umi... hehehe... " jawab Rafi.
Mereka hanya menggelengkan kepala, lalu pak kiyai meminta tolong kepada Rafa dan Rafi untuk mencari tangga agar ustadz Azzam bisa turun, saat Azzam turun dia langsung di jewer abi. Khadijah senyum senyum dibelakang umi karena melihat suaminya di jewer pak kiyai
"Aduhh... sakit abi... maaf... maafin Azzam..!" ucap Azzam.
"Kamu sudah besar Azzam, masak sampai sekarang masih suka naik naik ke atas lemari, kalo lemarinya tumbang kamu jatuh kan sayang lemarinya?" kata abi.
"Hah... jadi abi lebih sayang lemari daripada Azzam abi!" Jawab Azzam yang terkejut.
"Udah sekarang kamu jangan banyak drama dengan abi, sekarang kamu abi hukum ikut abi!" kata pak kiyai.
Azzam melihat istrinya sedang mengejeknya di belakang umi, tapi Azzam tidak punya dendam ataupun marah dengan istrinya, dia hanya tersenyum.
...****************...
__ADS_1
Kiyai menghukum Azzam untuk mengupasin bawang merah satu goni, Azzam tidak bisa melawan ucapan abinya dan hanya menerima hukuman saja.
"Ya Allah begitu indah ujianmu, saat hamba ingin menyenangkan hati istri tapi malah dihukum abi dengan berlinang air mata "(mengupas bawang) kata Azzam.
Tidak lama HP Azzam berbunyi, ternyata Zakir menghubungi masnya. Zakir terkejut melihat mata Azzam merah.
Kring... kring... kring... (HP bunyi)
Zakir menghubungi dengan Videocall.
"Assalamu'alaikum Mas Azzam.." ucap zakir.
"Waalaikumsalam dek, udah dimana dek?" tanya Azzam.
"Eits.. tunggu.. sebelum zakir jawab, itu mata mas kenapa?" kata zakir.
"Hehehe... mas dihukum sama abi!" jawab Azzam.
"Atraksi apa lagi mas kali ini?" Tanya zakir.
"Mas tadi ingin ganggu Khadijah makanya mas ngumpet di atas lemari tapi malah dilaporin sama umi dek, sakit tahu kuping mas di jewer abi!" kata Azzam.
"Hahaha... Astaghfirullah... mas ngapain diatas lemari, mau jadi tokek... !" jawab zakir.
"Hemm... ledek aja terus dek, dibantuin gitu loh dek, seneng gitu lihat mas dihukum abi!" kata Azzam.
"Yaudah nanti kalo sampe, zakir bantuin hukumannya, tapi jangan bilang umi dan abi kalo zakir pulang hari ini ya mas!" kata zakir.
"Loh bukannya besok ya dek!" tanya Azzam
"Gini mas, penerbangan tidak jadi di pending dan dilanjutkan, ini sebentar lagi zaki, mira, rabil dan nara udah mau mendarat. Nanti setelah dibandara zakir telpon ya mas, oiya mobil zakir udah dititipkan di bandarakan mas?" tanya zakir.
"Udah kok dek, semalam mas taruh di bandara, oiya pulangnya hati-hati ya jangan ngebut oke?" kata Azzam.
"Oke mas, Assalamu'alaikum?" ucap zakir
"Waalaikumsalam dek!" jawab Azzam.
...****************...
Rafa melihat ustadz Azzam mengupas bawang sendiri, Rafa menawarkan diri untuk membantu ustadz Azzam.
"Mau dibantu tadz?" tanya Rafa.
"Boleh, apa kamu tidak keberatan untuk mengupas bawang!" ucap Azzam.
__ADS_1
"Rafa tidak keberatan kok tadz!" jawab Rafa.
"Alhamdulillah... terimakasih ya Rafa!" kata Azzam.
Azzam hanya membalas dengan senyuman, Rafa membantu mengupas dengan pisau kecil miliknya, pisau itu sangat istimewa karena ada ukiran di mata pisaunya. Azzam melihat pisau itu sangat unik tapi Azzam tidak berpikir yang aneh-aneh.
Tidak lama Khadijah datang membawakan minum untuk Azzam dan Rafa, Khadijah merasa bersalah karena telah membuat suaminya dihukum oleh abi.
Wajah Khadijah hanya menunjukkan ekpresi sedih dan bersalah, namun Azzam membujuk istrinya agar tidak bersedih lagi.
"Kakak maaf... karena Khadijah kakak dihukum abi, sebenarnya tadi Khadijah hanya bercanda tapi ternyata abi menghukumnya beneran, huwaaaa...hiks...hiks..(Khadijah menangis)kata Khadijah dengan menangis.
"Ehh.. sayang kakak... kakak gak apa-apa kok, kamu jangan sedih begitu... kakak cuma mau buat kamu seneng kok, apa kamu tahu dari kecil kakak memang sangat usil lebih dari zakir tapi kami usil dan jahil hanya pada orang yang kami sayangi... contohnya kamu istri kakak!" jawab Azzam dengan mengelus kepala istrinya dengan lembut.
"Beneran kak?" tanya Khadijah dan di balas anggukkan oleh Azzam.
Rafa melihat ustadz Azzam dan ustazah Khadijah teringat dengan mbaknya, dimana ketika kami berbuat salah pasti mbak yang akan menjadi pembela paling depan untuk mereka.
Disisi lain Umi dan pak kiyai melihat Khadijah yang menangis karena kesalahan Azzam, mereka merasa lega karena mendapatkan kedua menantu yang sangat mencintai kedua anak mereka.
"Abi... mau sampai kapan itu anak kesayangan umi di hukum?" tanya umi
"Biar aja umi, kan lucu melihat mereka seperti itukan!" kata kiyai.
"Oh jadi lucu gitu, menjewer dan menghukum anak didepan istrinya, abi?" jawab umi dengan serius.
"Eh... bukan gitu umi... tapi... aaduhh..sakit umi...(terpotong karena telinga abi dijewer umi) kata kiyai.
Akhirnya pak kiyai juga dapat hukuman dari umi yaitu mencuci semua pakaian.
...****************...
Setelah beberapa jam akhirnya zakir, mira, rabil dan nara tiba di bandara dengan selamat. Mereka langsung cepat pulang karena hari sudah mau sore dan mereka sampai di pesantren pasti malam karena dijalan pasti macet.
Saat 2 jam di jalan akhirnya mereka sampai ke pondok pesantren dengan selamat, Zakir menelpon Azzam agar dibukakan gerbang.
Azzam dan Khadijah menyambut mereka didepan gerbang, Azzam membantu membawakan barang mira tapi di tolok oleh mira karena tidak enak meminta bantuan kakak iparnya.
Khadijah menyambut mira dengan senyuman dan memeluk mira dengan lembut, mira heran karena Khadijah menjadi berubah terhadap dirinya.
Azzam, Zakir dan Rabil terdiam tidak percaya dengan apa yang dilakukan Khadijah. Namun mira membalas pelukkan Khadijah dan meminta maaf untuk semua kesalahan dirinya tapi kata kata mira di hentikan Khadijah karena sebenarnya yang salah paham adalah dirinya.
Masih penasaran? Sabar ya? badan author capek! kita jumpa besok lagi ya!
Assalamu'alaikum semuaš„°
__ADS_1
...****************...
bersambung....