
Selesai mereka sarapan, mira dan Khadijah merapikan dapur umi. Ternyata tadi mira juga membuat kue untuk abi dan umi.
Azzam dan Zakir bahagia melihat umi dan abi sangat menyayangi istri pilihan mereka.
Tiba-tiba ada suara jatuh dari kamar Azzam.
Duaakkkkk... (suara jatuh)
"Astaghfirullah... suara apa itu mas?" tanya Zakir.
"Sepertinya dari kamar Azzam, coba kamu lihat dulu zam!" kata abi.
"Iya bi, dek yok temani mas dulu!" ucap Azzam.
"Mas takut ada tikus ya?" kata Zakir dengan tertawa.
"Udah ayo ikut mas dulu!" jawab Azzam sambil menarik tangan Zakir.
"Ih mas ini loh, ini lagi enak ni!" ucap Zakir yang mengikuti Azzam.
Sesampainya dikamar Azzam, Zakir terkejut melihat kamar Azzam seperti terkena gempa. Azzam sampai bingung bagaimana pintu kayu yang cukup tebal itu bisa terbelah dan rusak.
Azzam dan Zakir saling berpandangan dengan wajah yang sulit diartikan, mereka turun kembali dan duduk dengan bingung.
"Azzam... Zakir... kenapa wajah kalian begitu?" tanya Umi yang sedang minum teh.
"Umi kamar Mas Azzam baru terkena gempa dadakan!" jawab Zakir.
"Gempa? ada-ada saja kalian ini, mana ada gempa dadakan!" kata abi.
"Kalian coba serius dulu bicaranya, abi sama umi gak paham kok main tebak-tebakan gini!" kata umi
"Begini umi... abi... pintu kamar Mas Azzam terbelah dua dan rusak!" ucap Zakir sambil makan kue.
Abi terkejut sampai menyemburkan kopi ke muka Azzam.
"Buuurrrrrr.... (semburan kopi)
"Astaghfirullah... Abi muka Azzam masih di pake abi!" ucap Azzam sambil wajahnya di lap Khadijah dengan tisu.
"Ya Allah... maafin abinya, abi gak sengaja nak!" Jawab abi.
__ADS_1
Zakir, umi dan mira tertawa melihat wajah Azzam yang basah. Khadijah akhirnya mengatakan bahwa tadi dia tidak bisa keluar dan meminta tolong dengan mira. Mira menyuruhnya untuk jauh dari pintu dan mira menendang pintu dengan keras hingga membuat pintu terbelah dan rusak. Azzam dan Zakir terkejut hingga mulut terbuka, abi dan umi terdiam seperti patung yang melihat mira.
Umi khawatir melihat kaki menantunya yang bisa menendang pintu hingga rusak.
"Sayang... Apa kaki kamu tidak sakit, apa kita kerumah sakit saja!" Tanya umi yang lari mendekati mira.
"Umi... mira tidak apa-apa kok, mira sudah terbiasa latihan makanya kuat umi!" jawab mira dengan memeluk umi.
"Umi tahu... kita bukan hanya punya menantu tapi punya superhero dan bisa membuat masakan yang enak juga loh. Oiya mira bisa ajarkan kakak iparmu ini juga!" kata Khadijah.
"Astaghfirullah... jangan mira... pisah patah jadi delapan tulang mas!" jawab Azzam yang langsung memeluk istrinya dari belakang.
Zakir tertawa mendengar ucapan Azzam seperti anak kecil. Abi langsung menyuruh tukang kayu untuk membawa pintu baru ke rumah dan membenarkan pintu kamar Azzam.
Mira minta izin Zakir untuk kembali ke asrama besok tapi ditolak Zakir karena mereka sudah menjadi suami-istri. Tapi mira teringat bahwa nara dan Rabil sudah menjadi suami istri bukannya tidak baik jika mereka berpisah tempat tidur.
Akhirnya Zakir meminta pendapat Azzam juga orang tuanya, tentang nara dan Rabil yang tidur terpisah.
Azzam memberikan pendapat, bagaimana membiarkan mereka menempati rumah yang ada disebelah rumah pak kiyai.
Mira setuju dan akan memberitahu ini kepada nara dan Rabil. Zakir akhirnya mengajak mira untuk melihat rumah tersebut karena sudah lama tidak ditempati.
Mira terkejut melihat rumah itu ternyata lumayan nyaman untuk ditempati, mira langsung membersihkan rumah itu dengan Zakir agar nyaman untuk ditempati. Mira menyusun perabotan yang ditutup kain supaya tidak berdebu, Zakir mengepel lantai dan mira yang menyusun semua bunga divas agar ruangan nampak indah.
...****************...
Disisi lain, Nara sedang berjalan sendiri ke mesjid dan tenyata ada 3 orang yang tidak dikenal menculiknya dan memasukannya ke mobil dan membawa dia pergi.
Rabil mencari Nara di sekitar para santriwati tapi tidak ketemu, kemudian dia bertanya kepada mira dan Naura yang sedang berjalan pulang dari mesjid.
"Assalamu'alaikum mbak, apa mbak di mesjid melihat nara?" tanya Rabil.
"Mbak sejak pagi tidak melihat nara dek, bukannya mbak menyuruh kamu untuk mengawasi nara ya, kamu langgar lari perkataan mbaknya?" tanya mira yang mulai emosi.
"Ya Allah mbak nara tadi udah ke mesjid bareng Rabil dan nabil tapi waktu Rabil mau masuk ke mesjid nara mau ke kamar mandi karena belum wudhu mbak!" jawab Rabil.
"Yaudah kalo gitu kita mencar ya, kamu lihat ke daerah mesjid... mbak lihat di dalam asrama putri, oke?" kata mira.
"Iya mbak... (langsung pergi) jawab Rabil.
"Nabil... Naura.... mbak minta tolong... kalian kabarin ustadz Zakir dan Azzam, bilang kalo Nara gak ada di area pesantren, ya?" kata Mira.
__ADS_1
"Iya mbak... Ayo tomcet... (tomboy cerewet) " kata Nabil dengan jutek.
"Woi Lambay...(laki-laki lebay) Enak bener loh, main ganti nama anak orang!" ucap Naura.
"Udah... berantemnya nanti aja tunggu Nara jumpa, ayo cepet... (menarik lengan baju Naura) jawab nabil.
"Woi jangan sembarangan main tarik aja lo... kata Naura.
...***************...
Mira mencari diseluruh asrama tapi tidak menemukan Nara, Rabil juga mencari disekitar mesjid dan tidak menemukannya sama sekali.
Ustadz Zakir dan Azzam memeriksa CCTV yang ada di sekeliling pesantren dan menemukan hal yang mengejutkan. Ternyata Nara di culik oleh tiga orang yang menyamar menjadi santri.
Mira dan Rabil langsung mendatangi ustadz Zakir dan Azzam di ruang monitor dan melihat Nara di culik. Rabil emosi melihat istrinya di bekap dan disentuh orang lain.
Mira meminta Rabil sabar dan melacak keberadaan lokasi mereka.
Mira akhirnya membuka website yang dibuatnya dengan abinya, walaupun berbahaya tapi tidak ada cara lain karena website itulah satu-satunya cara menemukan keberadaan Nara.
Setelah Beberapa saat mencari, dapatlah lokasi dan tempat Nara di sekap dan betapa terkejutnya dia melihat salah satu mafia itu ada disana sedang memegang wajah Nara.
"Rafi temani Rabil ke tempat itu sekarang, bawa Rafa juga dengan kalian. Nabil... bawa King dan Queen seperti biasa. Jangan lepaskan mereka sebelum perintah dari mbak tapi kamu tidak bisa sendiri harus ada dua orang yang ikut denganmu!" ucap mira.
"Bagaimana kalo mas aja ra, mas bisa menjinakkan binatang buas menjadi kucing!" jawab Azzam.
"Terimakasih mas, maaf sudah merepotkan!" kata mira melihat sekilas Azzam dan fokus ke monitor kembali.
Akhirnya gangster yang pakum kembali beraksi kembali dengan komando mbaknya sendiri, mafia yang mereka hindari ternyata datang sendiri masuk ke kandang singa.
Zakir sedikit takut karena baru kali ini melihat Azzam mau menjinakkan singa, mira memberikan mereka baju khusus dari markas mereka dulu, baju itu terdapat beberapa perlengkapan canggih yang tidak akan disadari musuh.
Masih penasaran...
sabarnya...
kita istrahat dulu...
assalamualaikum.... 🥰
...****************...
__ADS_1
bersambung...