
Aryan dan Rabil masuk keruangan yang sudah disiapkan bara untuk bertemu dengan dirinya, Bara menunggu di ruangan itu dan duduk disofa dengan wajah dingin.
Bara melihat Rabil dengan teliti, aryan mengatakan kalo rabil merupakan orang kepercayaannya.
Aryan langsung bicara ke topik permasalahannya, dia bertanya dimana nara sebab wanita itu tidak ada urusan dalam masalah mereka.
Bara tertawa kecil dan hanya meminta syarat agar nara bebas yaitu memberikan setengah aset miliknya yang ada di luar negeri, Aryan langsung menyetujui keinginan bara tanpa ada negosiasi apapun sebab baginya nara merupakan adik kesayangannya yang sangat ingin dilindungi dirinya.
Melihat kepasrahan aryan membuat Bara langsung mengamuk dan menyerang aryan dengan tangan kosong, Rabil ingin membantu tapi dihalangi oleh aryan. Rabil hanya menyaksikan kakak adik yang saling menyakiti karena kejadian dimasa lalu.
Aryan hanya menyerahkan tubuhnya untuk adiknya, supaya semua kesedihannya bisa berkurang, aryan paham dengan kesedihan adiknya tapi tanpa bara tahu demi melindungi dirinya aryan banyak mengalami penderitaan yang tidak sepantasnya dia dapatkan sejak kecil.
Bruukk... brukkk... brukkk... (suara pukulan)
"Kenapa kau hanya diam saja berengsek... kenapa kau tidak melawanku?" ucap bara dengan memegang kera baju aryan.
"Aku tidak bisa menyakiti adikku, jika adikku ingin harta juga kekuasaanku akan ku serahkan dan jika dia ingin nyawaku maka akan ku berikan, apa kasih sayangku kepada dirimu hanya pura-pura bara?" jawab aryan dengan mata yang mengeluarkan air mata.
"Hentikan omongan tidak bergunamu itu, karena Bara aryan arta sudah mati dan sekarang hanya ada Bara arthur!" ucap bara dengan emosi dan membanting aryan dengan kuat hingga terhempas.
Rabil dengan emosi langsung menghajar Bara dengan membabi buta, karena melihat seorang kakak yang dihina juga disiksa dengan tidak manusiawi.
Duaakkk... brukkk... bruukkkk... (pukulan rabil)
"Apa kau tahu, seorang kakak adalah orang tua kedua bagi adiknya tapi jika adiknya tidak bisa menghargai kakaknya maka dia juga tidak menghargai orang tuanya, apa kau tidak bisa melihat cinta dimatanya, apa kau begitu buta dengan dendam dan melupakan kasih sayang dirinya, kau bukan adik yang baik dan jika ibumu melihat ini maka dia akan malu telah melahirkan anak seperti dirimu!" ucap Rabil dengan menghajar wajah bara hingga terpental.
Bara langsung menodongkan senjata di kepala aryan untuk mengancam rabil.
"Berhenti disana atau dia mati!" ucap Bara
"Rabil... cukup... aku baik-baik saja, jangan lukai adikku!" jawab aryan dengan lemah.
Rabil langsung mundur dan tangannya di borgol di dinding, aryan juga di borgol di tiang. Rabil hanya bisa memberikan alarm bahaya yang disampaikan untuk mira.
Mira belum mengetahui bahwa rabil sedang disandera, Rafa dan rafi belum berani mengambil tindakan.Sedangkan Azzam dan Nabil masih memantau dari sebelah bukit.
...****************...
Bara keluar dari ruang itu dan berjalan dengan tatapan kosong, dia mendengar ucapan kakaknya membuat hatinya bersedih.
Bara mendengar suara seseorang sedang mengaji, dia mencari asal suara itu dan berhenti dikamar nara. Bara membuka kamar itu dan melihat nara yang sedang melantunkan ayat suci Al-Quran dengan begitu merdunya di sofa, seketika kesedihan bara mereda, Bara duduk dilantai dan mendengarkan hingga tertidur.
Selesai membaca Al-Quran, nara sudah merasa lelah dan tertidur dengan menyandang di dinding. Saat dia berjalan kearah tempat tidur, tidak sengaja nara menyenggol sebuah bahu. Nara langsung terduduk dan meraba wajahnya, mendengar dari nafas dan wanginya nara tahu itu Bara. Nara memegang kening bara yang banyak mengeluarkan darah, nara terkejut dan meminta tolong pelayan untuk mengambil air hangat dan P3K agar Nara bisa mengobatin lukanya.
__ADS_1
Nara mencoba mengangkat bara ke tempat tidur, supaya bisa mengobati lukanya. namun karena tidak kuat Nara meminta tolong penjaga didepan pintu untuk mengangkat bara ke tempat tidur.
Nara dengan hati-hati mengobati Bara, selesai mengobati Nara mendengar Bara menangis dalam tidurnya. Nara menghapus air mata itu dan membacakan Al-Quran kemudian mengusap kepala Bara dengan lembut.
Walaupun Bara orang yang dingin, tapi Nara tahu bahwa Bara pria yang baik seperti kak aryan. Jika Bara ingin melukai dirinya maka sudah sejak tadi dia melukai Nara tapi malah dia menganggap Nara sebagai tamu dan menghargainya sebagai wanita.
Nara menjaga Bara hingga pagi, setelah pagi datang Bara bangun dengan luka yang sudah diobati dan melihat tangan Nara yang memegang kepalanya.
Melihat perlakuan nara membuat hati Bara hangat dan nyaman, Bara lalu turun dari tempat tidur dan membaringkan Nara di situ. Bara lalu keluar dari kamar Nara dan meminta pelayan untuk menyiapkan makanan untuk Nara.
...****************...
Di Pesantren
Mira baru bangun dan melakukan olahraga pagi, zakir melihat istrinya yang sedang latihan membawakan sarapan pagi untuk istri kecilnya itu.
"Assalamu'alaikum zahra?" ucapan salam zakir
"Eh... Waalaikumsalam kak, apa kakak sudah sarapan? mau zahra buatkan sarapan apa kak!" tanya mira dengan lembut.
"MashaAllah... zahra walaupun hatimu sedang gelisah tapi kamu tetap melakukan kewajibanmu dan memikirkan diriku!" gumam hati mira.
Zakir memberikan sarapan untuk mira, mira terkejut melihat zakir membuat dirinya sarapan pagi.
Umi dan kiyai merasa terharu melihat menantu dan anaknya begitu pengertian dan saling menyayangi juga memahami satu sama lain.
Kring... kringg.... (HP bunyi)
Rafa menelpon dan memberi kabar bahwa rabil dan aryan di sandera bara.
Mira langsung berlari ke ruang monitor dan menyalakannya, mira langsung emosi melihat adiknya di pukuli dan diborgol di dinding, mira langsung bersiap untuk menyerang markas mereka dengan semua pasukan yang sudah siap. Zakir mau ikut dalam penyerang itu tapi dihentikan mira karena harus ada yang jaga umi dan abi juga monitor disini. Mira menyakinkan Zakir kalo dia akan membawa kembali semuanya dengan selamat.
Mira membawa mobil Turingnya dengan kecepatan tinggi agar adiknya tidak lama menunggu dan semakin terluka, mira menelpon ketiga adiknya untuk siap menyerang. Mira memakai pakaian pelindung juga memakai bots hitam kulit juga celana hitam.
"Bersiaplah untuk menyerang, akan ku patahkan leher laki-laki yang sudah melukai adikku!" ucap mira dengan tegas.
Ketiga adiknya terkejut mendengar suara kakaknya yang sedang marah, Azzam terkejut melihat mira yang datang dengan menggunakan mobil turing yang lumayan besar sendiri.
Mobil mira sudah dimodifikasi agar kebal akan peluru dan tahan dengan benturan keras, dengan kuat mira menabrak gerbang dan pintu masuk markas mereka.
Mira turun dari mobil dengan membawa sebuah pukulan baseball, mira menghajar semua pegawal dan masuk keruangan dimana Nara di sekap, mira menendang pintu kamar itu dan melihat Nara yang sedang duduk disofa.
"Siapa itu?" ucap Nara yang takut.
__ADS_1
"Rembulanku... apa kamu terluka?" tanya mira dengan memeluk Nara.
"Kak mira, aku rindu kakak!" jawab Nara
Mira membawa Nara keluar dari kamar itu dan membawanya masuk ke mobil Turingnya,
kemudian mira menjalankan mobilnya dan menghancurkan setiap pintu yang menghalangi mobilnya dan tiba diruangan rabil dan aryan disekap, mira tidak ingin Nara terluka makannya mira mengunci mobil.
Mira keluarga dari mobil dan dihadang oleh beberapa pengawal dan dengan emosi mira menghajar mereka tanpa ampun.
Bara melihat itu semua kemudian langsung menyerang mira, Bara heran melihat wanita didepannya yang begitu mempunyai aura yang menakutkan. Awalnya mereka merupakan lawan yang imbang, mereka sama-sama terluka tapi masih bisa bertahan.
Brukk... draakkk... (pukulan mira)
"Beraninya kau melukai adikku...!" ucap mira dengan melayangkan pukulan di wajah Bara
Tidak lama Azzam datang dan menyuruh Khadijah masuk ke mobil mira agar tetap aman, Azzam membantu mira menghalangi para pengawal. Nabil meminta Naura untuk naik ke mobil dan melindungi Nara dan Khadijah. Ketiga adiknya masuk dengan wajah yang menakutkan karena melihat mbak dan Rabil terluka.
Ketiga adiknya memukul Bara secara bergantian dan hal itu membuat aryan terluka, dia memohon untuk tidak lagi memukul adiknya.
Mira terkejut melihat seorang kakak memohon untuk nyawa adiknya, padahal adiknya dengan kejam menyiksa kakaknya sendiri.
Mira menyuruh ketiga adiknya berhenti dan memborgol tangan Bara. Azzam melepaskan Rabil dan aryan, dengan tertatih-tatih aryan berjalan mendekati Bara yang sudah terluka parah. Aryan memeluk adiknya dan meminta maaf untuk semua kesalahn bara, semua orang menyaksikan betapa besar kasih sayang seorang kakak terhadap adiknya.
"Cukup... tolong hentikan...!" ucap aryan.
"Ampuni adikku... tolong ampuni adikku... dia kesayanganku, hatinya sedih dan terluka dengan kepergian ibunya. Dia adikku yang cerdas, dia tidak pernah menyakiti siapapun, dia hanya menyakitiku, tolong jangan hukum dia lagi... maafkanlah dia... " Ucap aryan dengan memeluk Bara dengan erat.
Melihat aryan yang begitu menderita melihatnya terluka, akhirnya bisa menghancurkan gunung es yang dingin.
"Maafkan aku kak... maafkan aku... aku tidak pantas memiliki kakak sepertimu... begitu besar luka yang sudah ku berikan padamu tapi kakak tetap menyayangiku dan memelukku...!" jawab Bara yang sadar atas kebodohannya.
"Hus... Kamu tetap kesayanganku... kamu tetap adik kecilku!" kata aryan yang penuh dengan air mata.
...****************...
Masih mau lanjut....
sabar ya...
Author istrahat dulu ya...
terimakasih bagi pembaca yang sudah sempat mampir 🥰😘
__ADS_1