Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap
Kantorku kembali beroperasi


__ADS_3

Secercah harapan akhirnya ada juga, kini di depan kantor, sudah berjejer motor karyawan, ruangan yang tadinya kosong kini sudah berisi, akhirnya terdengar juga suara candaan anak-anak saat istirahat.


‘Terimakasih kawan-kawan karena kalian mau bekerja lagi’ ucapku dalam hati, melirik anak-anak yang sedang bercanda, bagiku saat ini mereka bukan lagi seperti anak buah, tetapi rekan kerja, karena tanpa mereka aku tidak ada-apanya.


Akhirnya aku mendapat banyak pelajaran hidup dari apa yang aku alami selama ini, tidak selamanya kamu kuat, tidak selamanya kamu berada di atas, ada waktunya kamu berada di bawah, maka saat kamu berada di atas ingatlah untuk melihat kebawah, saat kamu berada di bawah, jangan lupa bersyukur.


Kantorku beraktivitas kembali, dalam kantor sudah diisi 25 orang karyawan.


Akhirnya berkat bantuan Beny, aku dapat menyakinkan mereka bekerja sama, dan di bantu lina, tiga proyek lelang selanjutnya yang aku dapatkan dengan harga yang lumayan tinggi, penambahan karyawan baru, wajah baru mengisi bagian kantor saat ini.


“Selamat bekerja lagi Bro, jangan melakukan kesalahan yang sama lagi seperti di masa lalu, percayalah gue yakin jika kamu hidup benar, Netta akan kembali  dengan senang hati padamu,, karena aku tahu wanita Batak itu wanita yang setia,” ucap Beny.


“Baik Bro terimakasih untuk bantuannya,” ucapku dengan tulus, tanpa bantuan Beny sahabatku, aku akan tetap gembel jalanan dan seorang pemakai yang hidup terlunta-lunta di jalanan, karena dialah aku bisa bangkit seperti saat ini.


“Sama-sama.” Ucap Beny meninggalkanku.


“Lin aku ingin kamu tetap membantuku, aku ingin tetap menjadikanmu pengacara di perusahaan ini, aku harap kamu terima, walau perusahaan ku tidak sebesar yang dulu lagi,” kataku.


“Baiklah aku bersedia.” Lina menerima tanpa menolak, tanpa syarat, tanpa protes.


Wah… ada apa dengan wanita yang satu ini?


“Kamu menerima Lin, aduh terimakasih, tadinya aku pikir kamu akan menolaknya,” kataku tidak menduga, pengacara sekelas Lina bersedia menjadi pengacara perusahaan kami.


“Kadang bukan hanya bayarannya Pak kita menerima sebuah pekerjaan baik kerja sama, aku pribadi bukan masalah bayarannya, tapi masalah kenyamanan, dari dulu aku senang bekerja di perusahaan ini bapak itu jujur, tegas, pintar, dan apa adanya itu aku suka, lagian bapak itu sudah seperti abang buat aku, oh iya pak saya kasih undangan buat bapak, saya mau menikah,” kata Lina.


Ternyata wanita galak itu menikah juga, aku penasaran dengan calon suaminya, lelaki seperti apa yang bisa menaklukkan wanita ini segalak dan segarang dia.

__ADS_1


“Oh, ada juga yang mau menikah degan kamu Lin,” kataku bercanda.


“Bapak jahat bangat sih,” kata Lina tersipu malu. “Bapak datang iya, aku sibuk, mau pamit dulu.”


Lina pamit, ia wanita yang sibuk saat ini, karena mau mengurus pernikahannya.


Berdiri menatap halaman depan, akhirnya pak Maman sibuk juga, ia petugas keamanan di kantor, ia sibuk membuka gerbang, membantu melihat para karyawan, memuat barang-barang yang dibutuhkan proyek, kini halaman kantor sudah penuh di isi motor pegawai, kalau sebelumnya, hanya mobilku yang parkir kesepian di sana, tapi kali ini, ia sudah ditemani motor, juga mobil dari pak Boy kepala lapangan.


Santi sudah terlihat mondar mandir menyiapkan kopi dan teh, permintaan orang yang bekerja di kantor , padahal beberapa minggu lalu, ia hanya menyiapkan minuman untukku, pesan makan untukku kini ia terlihat sangat sibuk, saat kantor sibuk bekerja ia sibuk di pantry.


Baguslah akhirnya bisa berdiri juga, terimakasih Tuhan ucapku bersyukur.


Netta aku sudah bangkit kembali, saat kamu kembali nanti, aku sudah jadi manusia yang lebih baik. Aku merindukan Netta, kapan ia pulan aku sudah siap.


Dengan dukungan keluarga sahabat dan teman-teman, terutama dukungan dari Papi, sedikit demi sedikit perusahan yang bangkrut bisa aku hidupkan kembali, belum bisa di bilang aman, karena hutang masih menumpuk di mana-mana, tapi dengan adanya proyek dan pekerjaan yang datang, aku yakin perusahaan ini bisa hidup kembali walau tidak seperti dulu lagi.


Kesehatan Mami juga sudah berangsur pulih, sudah mulai sembuh, tapi masih mengandalkan kursi roda, untuk saat ini biarkan berjalan seperti ini dulu, tapi kalau di bilang sudah tenang dan sudah damai belum, masalah masa lalu masih datang mengusik, di saat semua aku pikir sudah baik-baik saja, tapi nyatanya tidak, gangguan dari masa lalu masih datang mengusik keluargaku,


Aku akan sungguh-sungguh mengerjakannya, aku ingin Perusahaan ini bisa bangkit lagi, karena semua sampai hancur seperti ini, tidak lepas dari kebodohan ku yang cepat mengambil keputusan saat itu, coba aku memikirkan matang-matang sebelum membuat keputusan, tidak akan tumbang seperti saat ini.


Inilah yang harus aku perbaiki dan aku ambil hikmah, dan pelajaran dari setiap kejadian.


Aku sudah dua hari tidak pulang ke rumah, karena ada Proyek kami di luar daerah, aku tidak mau terulang kesalahan yang sama di masa lalu, kesalahanku, terlalu percaya pada karyawan, orang yang kita anggap sebagai keluarga sendiri, malah mengkhianati ku, karena itu aku tidak mau hal itu terjadi, maka aku lebih baik mengawasi sendiri Proyek yang di luar Kota.


Dua hari di Bandung, setelah pekerjaan selesai, aku baru pulang, masih ada waktu ke kantor sebenarnya, tapi badan lemas karena kurang tidur, jadi aku memutuskan untuk pulang ke rumah.


Saat tiba di rumah, melihat ada mobil asing di depan rumah

__ADS_1


Sejak kejadian yang menimpa keluarga kami, rumah jarang kedatangan tamu, tidak pernah kedatangan tamu lagi malah.


Benar kata orang teman disaat senang sangat banyak dan keluarga juga seperti , kadang, saat kamu sukses kadang tidak ada hubungan keluarga juga, mau mengaku keluarga, tapi saat susah keluarga mendadak menjauh, itulah yang kami alami saat ini, takut uangnya kami pakai, untungnya keluarga kami bisa pulih sedikit dalam segi Finansial saat ini. Saat ini ada dua mobil, mobil mewah seperti ini,


mobil siapa? Gumam ku dan masuk kedalam rumah.


Mataku melotot tajam, saat melihat tamu yang datang ke rumah kami saat ini adalah Arjuna.


‘Kurang ajar, mau ngapain keparat ini datang lagi ke rumahku’ ucapku kesal aku ingin menghajarnya.


Bersambung …


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasih untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)

__ADS_1


-Menjadi tawanan bos  Mafia (on going)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)


__ADS_2