Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap
Hidup Bahagia (Tamat)


__ADS_3

Lengkap sudah kegembiraan kami setelah kelahiran mereka, hidup kami sangat bahagia, rumah yang tadinya sepi kini telah di isi tangisan  dua bayi sekaligus.


Panggilanku bukan lagi bapak Paima, melainkan bapak Adelio Situmorang, senang rasanya mengemban  nama baruku tersebut, karena anak pertama yang ditentukan dokter adalah Adelio jagoanku


Keluarga kami, keluarga yang menjalankan teguh adat Batak, setelah acara tujuh bulanan, sekarang setelah mereka lahir kami akan mengadakan acara mamoholi (syukuran kelahiran anak)


Setelah lahiran, kami akan mengadakan acara kembali, yakni; acara mamoholi. Setelah Netta  melahirkan  inang mertuaku kembali datang dari kampung, kali ini dia datang dengan ketiga laeku karena kebetulan libur sekolah. Tante juga datang dari Bandung, mendengar Netta sudah lahiran rumah selalu rame dengan keluarga yang silih berganti datang menjenguk.


“Bah holan na marpesta torus hita ake, bapak Adelio”


(Wah … pesta teruslah kita ya, bapak Adelio,” ujar Tante Ros , saat ia baru tiba dari Bandung.


“Ya dong Tan, tapi acara kali berbeda, kita sudah kedatangan tamu istimewa si kembar”


“Ya sekarang si Jonathan bukan bapak paima lagi dia sekarang sudah Bapak Adelio Ros,” ujar mami.


Mami sama  papi sangat bahagia menggendong si kembar, apa lagi papi, ia  selalu di samping ke dua cucunya terus.


Kali  ini si gendut Jeny hampir membuatku mati jantungan, Arnita lagi-lagi menggoda Jeny.


“Hei ndut … kamu bukan cucu kesayangan oppung lagi sudah ada dede bayi”


Hampir saja terjadi hal fatal saay Arnita  menggoda Jeny, saat papi menggendong Adelia, ia berlari kearah papi dan tidak memperbolehkan papi menggendong Adelia. Ia ingin menginjak dan ingin menyingkirkannya dari gendongan papi.


Untung inang mertuaku  dengan sigap meminta  anakku dari gendongan papi.


“Piuuuh … tante gak mau lagi bilang seperti,” ujar Arnita mengusap dada karena kaget.


“Ho attong uttung dang didollat si butet”

__ADS_1


(Kamu pun … untung gak diinjak sibutet itu) ujar mami marah sama Arnita.


“Aduh … aku minta maaf , aku hanya bercanda, aku tidak menduga dia akan cemburu lagi”


“Kan kamu sudah tahu kalau wanita cemburu tindakannya nekat,” ujar tante  sembari tertawa.


Beruntung princesku tidak ke injak sama Jeny gendut, kalau sampai ke injak bisa pingsan aku sama si Netta, karena  anak-anak kak Eva dan Arnita masih kecil-kecil dan masih suka lari-larian, aku tidak ingin hal buruk sama kedua tondi-tondiku(jantung hatiku) aku mempekerjakan dua orang suster, Netta  hanya tertegun diam saat melihatku membawa dua perawat.


Tadinya aku pikir ia marah , ternyata ia malah tertawa ngakak, sembari bercanda.


“Perawat buat mamaknya mana?”


Inang sama mami tertawa, mendengar Netta  minta perawat untuknya, Netta  wanita yang beruntung karena masih memilih ibu yang sehat dan telaten, setelah inang tiba di Jakarta, ia mengurus Netta sangat baik, dari kampung inang sudah membawa sayur bangun-bangun untuk dimasak di jakarta, sayur khas Batak yang dipercaya melancarkan asi dan membuang darah-darah kotor sisa-sisa melahirkan. Kalau di Jakarta orang sering mengonsumsi daun katup, kalau inang mertuaku daun bangun-bangun yang diolah dengan enang.


Dimasak dengan ayam kampung dan santan, lalu dikasih sedikit air lemon dan itu rasanya segar bangat. Beruntung ibu mertuaku datang, kalau mami pasti tidak bisa melakukannya. Benar saja asi Netta banyak, bahkan sampai dipompa dan disimpan di kulkas.


Aku mempekerjakan dua suster, Netta sangat maklum dengan kekhawatiran ku, sejak kelahiran mereka berdua rumah kami tidak pernah sepi, ada papi di rumah,  sudah pasti kedua buntutnya Jeny sama Arkan ikut. Jadi suka was-was kalau mereka lari-larian,  aku sayang sama semua keponakanku tetapi aku juga tidak ingin hal buruk terjadi pada kedua anakku.


“Gaklah, untuk apa marah”


Sekarang Netta dan aku tidak akan  panggil bang sama dek lagi, tapi panggilnya mama sama  bapak. Tadinya aku ingin dipanggil Daddy sama mommy tetapi Netta menolak, ia ingin panggil mama papa  … ya sudah tidak papa. Netta memang tidak suka yang lebay, ia maunya sederhana.


“Marah gak?” Tanyaku lagi. Netta tertawa.


“Gak Pah, kamu hanya ingin melindungi mereka, aku mengerti, itu lebih baik,” ucap Netta.


Jadi kami sudah bisa tenang karena sudah ada mengurus  mereka untuk mandi.


Acara mamboholi berjalan baik, kedua anak kembar itu mendapat banyak kado dari teman Netta dan dari anak-anak dari kantor.

__ADS_1


*


Dua tahun kemudian, kehidupan kami semua berubah, Tivani sudah melahirkan seorang putra yang tampan, dengan perjuangan yang luar biasa, selama kehamilannya, Tivani berada di dalam tempat tidur, tetapi semua itu terobati anak laki-laki mereka lahir dengan sehat.


Lae Rudi  punya anak perempuan, dan Edo juga punya anak perempuan, kehidupan kami benar-benar berubah.


Setelah beberapa lama mendekam di penjara, akhirnya tante Candra keluar dari penjara,  bapa uda lelaki Batak yang punya jiwa besar dan memilik hati yang bisa untuk diteladani.


Saat semua keluarga Manurung adik-adik dan abangnya meminta meninggalkan tante, dengan alasan Manurung malu karena ulah tante. Tetapi bapa uda tidak sekalipun ada niat meninggalkan istrinya yang sudah menyakitinya.


Saat anak-anaknya awalnya  menolak untuk menjenguk ke penjara tetapi bapa udah hampir tiap sekali dua minggu Bali - Jakarta untuk menjenguk tante.


Katanya setelah mendengar kalau tante akan punya cucu  ia berubah, ia jadi ia ikut pelayanan dalam sel dan selalu berbuat baik, hingga pendeta dari gereja mereka menjamin tante untuk bebas, karena kejahatan tante sebenarnya tidak besar hanya saja ia melihat dan mengetahui kejahatan. Namun tidak melaporkannya, ia tidak ikut menikmati hasil korupsi tersebut, karena itulah ia  bisa bebas dengan pakai jaminan.


Tetapi untuk papi Tivani akan mendapat hukuman yang lama,  karena tindakan kejahatannya memang berat karena masuk dalam kategori tindak kejahatan pencucian uang.


Berkat kebaikan bapa uda yang selalu menjaga tante dan mau menerimanya kembali sebagai istri, tante kembali punya harga diri di depan anak-anaknya, menurut cerita Candra saat pertama kali tante datang ke Bali, dan mengendong cucunya ia terus saja menangis dan minta maaf padanya dan pada Edo.


Tapi Candra bilang padaku kalau mereka semua anak-anaknya sudah memaafkan mama mereka, termasuk Lasria yang dulunya sangat membenci mamanya, ia juga sudah memaafkan tante.


Hari ini keluarga kami popparan Op Saut sedang berkumpul di rumah, tulang Gres sebagai pemimpin di keluarga Lumban Raja, Keluarga tante Candra   datang  juga dari Bali, semua keluarga kami akan pulang ke kampung,  Juna sangat bersemangat saat  tahu semua keluarga kami akan pulang kampung, ia bahkan sudah booking satu pesawat untuk kami terbang ke Samosir dan  rencananya kami akan Natal dan tahun baru sekalian semua anak-anak akan di baptis di Samosir.


Terimakasih untuk kakak untuk semua kakak yang baik hati untuk pembaca Pariban Jadi Rokkap. Kerena sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai sampai akhir.


Tibalah saatnya Pariban Jadi Rokkap untuk Tamat, keluarga besar Jonathan Situmorang dan Nettania Lumban Raja mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya pada kakak semua yang selalu mendukung authornya.


Mohon maaf jika banyak kekurangan dalam kesalahan penulisan di karya ini, selamat bertemu kembali di karya saya berikutnya.


I Love You All

__ADS_1


Tamat.


__ADS_2