
Andre terus berusaha menenangkan mas Bram sampai aku sebelum aku sampai di ruangan rawatnya.
"kenapa mas Bram Dre"Andre memintaku untuk duduk terlebih dahulu
"aku juga gak tahu nis,tadi saat aku hampir sampai kamar,aku dengar mas Bram teriak memanggil nama mbak Anita"
aku menghela nafas mendengar penjelasan Andre,segera aku menuju ke dekat mas Bram
"mas ada apa,kaku bisa cerita sama aku"ucapku memeluk pundak mas Bram,dapat kulihat kesedihan yang begitu membuat nya terguncang.
"mas"sekali lagi ku panggil namun mas bram masih tak merespon.
ku peluk erat keluarga ku satu-satunya.
"mas,Nisa mohon jangan seperti ini"
mas Bram melihat ke arahku
"Nisa,Anita tadi kesini"aku terkejut mendengar penuturan mas Bram
"maksud mas Bram"
__ADS_1
"ia nisa,Anita tadi kesini dan mas melihat dia begitu bersedih"nampak mendung di wajah mas Bram
"mas,kita pulang dulu ya! nanti kita bicara kan lagi setelah sampai di rumah"mas Bram mengangguk sebagai jawaban.
kami segera keluar rumah sakit menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Andre.
tak butuh waktu lama karna jarak antara rumah sakit dan rumah tak begitu jauh hanya butuh waktu 30 menit saja untuk sampai kerumah.
sesampainya di rumah segera ku minta mas Bram untuk duduk di sofa ruang tamu sementara aku di bantu Andre membereskan barang dari rumah sakit untuk di bawa kedalam rumah,setelah semua selesai segera kusiapakan minum dan beberapa cemilan yang tadi sengaja aku beli saat perjalanan pulang.
"Dre ayo dimakan dulu bolu nya"ucapku seraya membawa sepiring Bulo
"mas mau makan atau minum teh dulu"
"mas mau minum teh saja nis"segera ku ambilkan teh hangat untuk mas Bram
"terimakasih nis"
"sama-sama mas".
kami menikmati cemilan dan teh sebelum membahas apa yang terjadi di rumah sakit tadi.
__ADS_1
"mas,kalau bisa boleh tanya,memang apa yang terjadi di kamar rawat tadi mas"ucapku membuka suara,mas Bram tampak menghembuskan nafas sebelum menjawab pertanyaan ku
"tadi waktu mas nunggu kamu,mas melihat Anita berada di hadapan mas,mas melihat dia begitu sedih"
mas Bram berhenti berbicara,ku usap lengannya dengan lembut untuk menenangkannya
"mas_mas gak bisa menyentuh anita,mas hancur nis"ku lihat butiran bening di sudut mata mas bram
"sabar mas"hanya itu yang mampu aku ucapkan,aku tak bisa lagi mengucapkan apa-apa selain kata sabar
"ia nis,mas mencoba untuk sabar dan ikhlas"mas Bram tersenyum padaku
"menurut mas dan Nisa apa yang membuat mbak Anita tak tenang"Andre bertanya padaku dan mas Bram, pertanyaan yang membuat kami ikut memikirkan apa penyebab mbak Anita tidak tenang di alam sana.
"aku juga gak tahu Dre"kataku sambil menggelengkan kepala
"menurut mas kita harus menyelidiki sendiri kasus ini"
"menurut mu gimana Dre"aku bertanya pada Andre tentang usulan mas Bram
"kalau menurut ku itu lebih baik karena kalau kita hanya nunggu polisi saja, pasti akan lama dan lagi polisi sudah mengeluarkan hasil visum yang menyatakan mbak Anita meninggal karena di terkam binatang buas"aku dan mas Bram mengangguk tanda setuju dengan apa yang di ucapkan Andre barusan.
__ADS_1