Pembalasan Dendam Anita

Pembalasan Dendam Anita
40


__ADS_3

Pagi ini seperti biasa aku duduk di meja makan bersama mas Bram untuk sarapan pagi.


"hari ini kamu mau kemana Nis"tanya mas Bram


"rencananya aku mau pergi bersama Andre,mas"kataku


"oh".


Tumben sekali mas Bram menanggapi ucapan ku dengan sangat singkat tapi aku tak begitu memikirkannya


"memang kamu mau kemana"tanya mas Bram,aku terdiam sejenak memilih kata-kata yang tepat agar aku tak salah bicara,entah kenapa setelah mendengar perkataan mbak Anita malam tadi aku sedikit merasa was-was dan curiga pada orang-orang terdekatku


"hmmm mungkin cuma ngafe sama jalan-jalan aja mas"mas Bram mengangguk mendengar penjelasan


"bagaimana dengan penyelidikan mu tentang Anita"


"buntu mas,aku tidak menemukan apa-apa setelah dari hutan waktu itu"aku terpaksa berbohong pada mas Bram, entah lah aku juga tak mengerti dengan perasaan khawatir ku saat ini

__ADS_1


"lebih baik kamu hentikan saja penyelidikan itu,mas juga sudah ikhlas dengan kepergian Anita"aku terkejut mendengar perkataan mas Bram,kenapa dia begitu mudah menyerah padahal yang aku lihat mas Bram adalah orang paling kehilangan mbak Anita,tapi aku mencoba menyembunyikan keterkejutan ku dengan perkataan mas Bram barusan


"hmmm seperti nya memang itu lebih baik mas"kataku seakan setuju dengan ucapan mas Bram.


Kami sudah selesai sarapan dan mas Bram pun pamitin untuk pergi kekantor tapi saat akan membuka pintu disana sudah berdiri Andre yang baru saja datang


"assalamualaikum mas, Nisa"sapa nya saat melihat aku dan mas Bram membuka pintu


"waalkumsalam Dre"kataku dengan senyum yang menghiasi bibir


"apa kabar Dre"kata mas Bram sekedar basa-basi


"oh iya mas,saya ijin mau mengajak Nisa keluar"kata Andre


"hmmm tapi pulangnya jangan malam-malam"kata mas Bram seraya melangkah meninggalkan kami


"masuk dulu Dre,aku mau ganti baju dulu"kataku mempersilakan Andre masuk dan meminta bibi untuk membuatkan minuman pada Andre.

__ADS_1


Aku dan Andre mengelilingi Jakarta sebelum.kami mencari restoran atau cafe untuk makan siang nanti


"memang apa yang ingin kamu sampai kan Nis"


"nanti aja lah Dre,nunggu kita sampai cafe biar enak ngomong nya"kataku


"kenapa kamu gak ngomng di rumah kamu aja sekalian kan tadi ada mas Bram"Andre melajukan mobil dengan kecepatan sedang


"hmmmm sebenarnya itu juga yang ingin aku bahas Dre"ucapku sedikit ragu, Andre melihatku dengan tatapan selidik dan tak mengerti


"maksud kamu Nis"


"nanti aja Dre,aku bakal cerita semua yang aku alami sama kamu dan kenapa aku gak bisa bahas semua ini di rumah"


"oke deh"akhirnya Andre berhenti bertanya dan memutuskan mencari cafe agar kami bisa makan siang sekalian ngobrol.


Andre memarkir kan mobilnya di depan cafe yang cukup ramai pengunjung dan kami memilih duduk di saung yang agak jauh dari keramaian

__ADS_1


"disini aja Dre tepatnya sepi"kataku menunjuk saung yang ada di pojok tempat ini,Andre menganggukkan kepala.


Tak lama pelayan datang dan menanyakan menu yang akan kami pesan,aku memesan gurami asam pedas dan es teh manis jumbo sebagai teman minumnya, Andre pun memesan menu yang sama denganku dengan alasan agar tak memakan waktu lama.


__ADS_2