
mbak Anita,tak salah lagi itu mbak Anita lebih tepatnya hantu mbak Anita,apa yang sebenarnya terjadi mbak,sampai kamu pun tak bisa tenang disana.tak terasa air mataku menetes
"kamu kenapa nisa"ucap Andre
"aku gak Apa Dre"ucapku seraya menggelengkan kepala
"apa ada yang mengganggu pikiranmu sampai kamu menangis Anisa"
aku hanya menggeleng pelan
"tak masalah jika kamu tak ingin menceritakan sekarang,tapi aku mohon jangan larut dalam kesedihan dan segala pikiran mu sendirian,ada aku yang selalu ada disamping kamu"aku tersenyum mendengar ucapan Andre,ku raih jemari tangannya
"terimakasih Dre,aku akan menceritakan semuanya saat aku sudah merasa tenang"
"tentu aku akan menunggu saat itu"ucap Andre seraya tersenyum padaku.
ku dengar sayup-sayup suara adzan subuh membangunkan ku,segera aku menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu,segera ku laksanakan sholat subuh dan dzikir setelahnya,setelah selesai sholat ku bangunkan Andre
"Dre...Dre..bangun"Andre mengerjapkan mata sebelum beranjak ke kamar mandi,setelah melaksanakan sholat aku dan Andre duduk di bangku tunggu ruang ICU.
kami ngobrol banyak hal, matahari sudah beranjak naik saat dokter yang memeriksa mas Bram datang,setelah keluar dari ruang ICU ku lihat binar wajah dokter yang tadi memeriksa mas Bram
__ADS_1
"bagai mana kondisi kakak saya dok"
dokter tersenyum sebelum menjelaskan kondisi mas Bram lebih rinci
"Alhamdulillah kondisi pasien sudah baik dan bisa di pindahkan ke ruang rawat biasa"aku merasa lega mendengar kabar yang dokter bawa,akhirnya mas Bram Melewati masa kritis nya meski belum sadar.
"terimakasih dok"ucapku.
siang itu mas Bram telah menempati salah satu ruang VVIP di rumah sakit,sengaja ku pilih ruang VVIP karena aku lebih leluasa menemani mas Bram
"nis,kamu mau makan apa,dari tadi kamu belum makan"
"apa saja Dre"
"nis,ini aku belikan kamu bubur ayam"ucap Andre saat sampai di ruangan mas Bram
"makasih ya Dre,kamu memang yang terbaik"ucap ku seraya mengangkat jempol ke arah Andre
"kamu bisa aja,aku seneng kamu udah bisa senyum lagi"
"aku sudah merasa sedikit lega melihat ke adaan mas Bram Dre"ucapku seraya membuka bubur ayam yang Andre belikan
__ADS_1
"hmmm..rasanya enak"ucap ku seraya menyuap bubur ayam.setelah makan Andre pamit untuk pulang terlebih dahulu
"nis,aku pulang dulu nanti sore aku kesini lagi"
"iya Dre, terimakasih sudah menemaniku semalam"ucapku di sambut senyuman Andre
"jangan sungkan".
setelah kepergian Andre,tinggal aku dan mas Bram saja di ruangan ini,ku dekati mas Bram dan ku genggam tangannya
"mas bangun,kamu gak boleh kayak gini mas"
saat tengah larut dalam lamunanku,kurasakan jari mas Bram bergerak,aku segera memanggil dokter
"dok,tadi tangan Kakan saya bergerak"
"baik Bu,biar saya periksa dulu"saat di periksa oleh dokter mas Bram membuka mata membuatku menangis bahagia
"eehhmmm"
"bagaimana pak Bram,apa yang dirasakan saat ini"ucap dokter saat melihat mas Bram sadar
__ADS_1
", pusing" hanya itu yang keluar dari bibir mas Bram tapi buatku itu sudah lebih dari cukup
"baik pak Bram istirahat dulu, sebentar lagi biar suster ambilkan obat untuk mengurangi pusing yang pak Bram rasakan"mas Bram mengangguk, dokter pun keluar dari ruangan setelah melakukan pemeriksaan pada mas Bram.