Pembalasan Dendam Anita

Pembalasan Dendam Anita
7


__ADS_3

"bagaimana keadaan mu mas"tanyaku saat dokter sudah keluar dari ruangan mas Bram


"aku sudah merasa baikan nis"ucap mas Bram dengan nada suara yang masih lemah


"apa yang kamu pikirkan mas,sampai kamu nekat untuk bunuh diri"tanyaku merasa apa yang di lakukan mas Bram sungguh perbuatan yang sangat merugikan dirinya


"entahlah nis,aku merasa hidupku tak ada gunanya lagi jika tak ada Anita di sampingku"


"tapi gak dengan bunuh diri juga mas,kita belum tahu apa penyebab kematian mbak Anita meski polisi mengatakan mbak Anita mati karena di terkam binatang buas tapi aku gak percaya mas"ucapku pada mas Bram,mas Bram menoleh ke arahku seraya mencerna ucapan ku


"maksud kamu apa nis"


"sudah mas istirahat saja dulu biar pulih nanti bisa ceritakan semuanya kalau mas sudah pulang ke rumah".


kulihat mas bram.begitu kehilangan mbak Anita,dia seperti kehilangan separuh jiwanya saat mbak Anita di temukan tewas beberapa hari lalu tapi aku tak menyangka mas Bram sampai melakukan hal nekat.


"mas"

__ADS_1


"hmm"


"apakah saat melakukan bunuh diri kamu gak ingat aku mas,kamu gak ingat kalau kamu punya adik yang akan sebatang kara di dunia ini kalau sampai kamu meninggal"ucapku di sela Isak tangis yang sedari tadi aku tahan,mas Bram menoleh kearahku dan menggenggam tanganku


"maafkan mas nis,saat itu pikiran mas sudah kalut,mas tidak.memikirkan perasaanku nis,maaf mas yang egois"


"Nisa juga minta maaf mas,sudah berkata seperti ini sama mas,seharusnya Nisa bisa tahan tapi hanya gak ingin kehilangan mas,keluarga Nisa satu-satunya"


aku menangis tersedu-sedu,kurasakan tangan mas Bram menarik tanganku membawaku kedalam rangkulannya


"maafkan mas Nisa"hanya itu yang di ucapkan mas bram di tengah Isakan tangisnya.aku merasa begitu dekat dengan mas Bram,sudah lama rasanya aku tak pernah sedekat ini dengannya, terakhir kami menangis bersama saat kematian ayah dan ibu yang meninggalkan kami setelah


"mas janji sama Nisa,mas harus kuat,kita harus mengungkap kematian mbak Anita"mas Bram melepas pelukannya dan melihat kearahku,dia seakan meminta penjelasan dari apa yang aku katakan tadi


"maksud kamu apa nis"


”mas sebenarnya Nisa pengen ngomng ini nanti setelah mas pulang tapi Nisa rasa sekarang pun tidak masalah"aku menjeda ucapanku

__ADS_1


"mas sebenarnya Nisa gak yakin apa yang di katakan oleh penyidik dan polisi tentang kematian mbak Nisa"


"kenapa kamu bisa bilang begitu Nisa"


"karena Nisa beberapa kali melihat arwah mbak Anita mas,dan Nisa rasa mbak Anita tidak tenang disana"


mas Bram terlihat kaget mendengar apa yang aku katakan barusan


"jadi kamu juga melihat Anita,mas pikir mas hanya berhalusinasi saja"


aku pun tak kalah kaget dengan yang mas Bram katakan ternyata bukan cuma aku yang melihat mbak Anita


"jadi mas melihatnya juga,mas Nisa pikir kematian mbak Anita terlalu janggal mas"


mas Bram mengerutkan kening pertanda tak paham apa yang aku katakan


"janggal bagaimana nis"

__ADS_1


aku menarik nafas dalam sebelum melanjutkan ucapan ku


"seperti yang mas bilang malam itu mana mungkin jika mbak Anita meninggal di terkam binatang buas tapi hanya janinnya saja yang hilang,kenapa juga mbak Anita tak ikut di makan".


__ADS_2