Pembalasan Dendam Anita

Pembalasan Dendam Anita
14


__ADS_3

mas Bram mengernyitkan kening saat melihat foto yang aku tunjukkan dia seperti memikirkan sesuatu


"mas juga merasa pernah melihat orang ini"mas Bram membuka suara


"benarkan mas,Nisa juga merasa seperti itu tapi entah dimana"aku dan mas diam kami larut dalam pikiran masing-masing sampai mas Bram mengejutkan ku


"mas ingat nis"


"ingat apa mas"


"mas pernah melihat orang ini di rumah orang tua Anita,ya dia salah satu orang suruhan ibunya Anita"


"hmmm pantas saja kita seperti pernah bertemu dengannya"


"memang dia meninggal karena apa.nis"


"menurut penuturan polisi sih mas,dia meninggal karena mengalami patah tulang leher dan ada benturan juga di kepala nya"ucapku menjelaskan apa yang aku baca tadi pada mas Bram


"dia di temukan meninggal.di dalam toilet mas dan lebih parahnya saksi mata yang merupakan wanita penghibur yang sedang menemani dia malam itu,wanita itu mengalami depresiasi dan selalu berteriak bahwa sang lelaki mati karena setan"aku melanjutkan lagi ucapan ku yang sempat terjeda.mas Bram tampak mengerutkan keningnya


"ada-ada saja"kami melanjutkan sarapan setelah sebelumnya mengobrol


"nis mas mau berangkat ke kantor dulu ya"

__ADS_1


"memang badan mas sudah enakan"ucapku khawatir pada kakakku satu-satunya


"mas sudah gak apa-apa,kamu gak.usah khawatir,Oia kamu rencananya mau kemana hari ini"


"aku mau ke kampus mas dan nanti saat makan siang aku mau bertemu Andre" mas Bram menghampiri ku dan mengelus pucuk kepalaku


"ya sudah hati-hati dan ingat jangan pulang terlalu malam"aku mengangguk dan menyalami tangan mas Bram saat ia akan berangkat ke kantor, setelah mas Bram berangkat aku sendirian di meja makan tiba-tiba ingatanku kembali mengenang mbak Anita


"andai mbak masih hidup rumah ini gak akan sesepi sekarang"aku bermonolog dengan diriku sendiri


"bik Sum"ku panggil bik Sum ART yang sudah lama bekerja pada kami


"ia non"aku tersenyum.ke arahnya


"baik non, hati-hati di jalan"


"terimakasih Bu"segera ku langkahkan kaki menuju luar saat mendengar deru mobil di depan halaman rumah.


"mbak Anisa"ucap seorang supir taksi online yang tadi ku pesan


"benar pak"ucapku seraya memasuki mobil.


tak butuh waktu lama mobil yang ku tumpangi sudah sampai di halaman kampus ternama di kota ini,aku segera masuk karena memang hari ini ada kuliah pagi.

__ADS_1


saat jam.makan siang telpon berdering kulihat nama Andre di layar


"halo, assalamualaikum Dre"


"waalkumsalam nis,lagi di mana ni"


"ini baru keluar kelas Dre"


"oke kalau gitu aku jemput kamu sekarang"


"gak.usah Dre,aku sudah pesan taksi online tadi jadi kita ketemu di cafe aja"ucapku


"oke kalau gitu aku tunggu kamu di cafe biasanya, assalamualaikum"


"waalkumsalam"segera ku akhiri panggilan setelah menjawab salam Andre,5 menit kemudian mobil yang ku pesan sudah sampai,tak membuang waktu lama aku segera masuk dan menuju cafe.


"Nisa"sapa Andre saat melihatku di pintu masuk cafe,aku segera hampiri nya.


"sudah lama nunggu,maaf ya aku telat"kataku merasa tak enak pada Andre


"enggak kok,aku juga baru sampai"


"sudah pesan makanan"

__ADS_1


"belum,aku nunggu kamu"kami memesan makan dan minuman untuk teman ngobrol nanti dan rencana kami memang akan membahas masalah kematian mbak Anita.


__ADS_2