
rasanya aku ingin berteriak namun suaraku tercekat di tenggorokan
"kamu tidak usah takut nis"setelah itu bayangan dalam cermin kembali memantulkan wajah ku.sepersekiat detik aku bisa kembali bernafas dengan teratur,aku segera melangkahkan kaki untuk keluar dari kamar kejadian yang baru saja terjadi membuat jantung ku rasanya hampir copot.
"kamu kenapa seperti habis lihat setan nis"
"eng_enggak mas tadi ada kecoak di kamar"jawabku gugup,aku tak ingin menceritakan kejadian barusan karna tak ingin membuat mas Bram semakin khawatir dengan rencana ku,kami tak mengobrol saat makan karena almarhum orang tua kami mengajarkan hal itu,setelah selesai makan aku dan mas Bram menikmati teh hangat di ruang tamu.
"kamu dari mana saja tadi siang nis"tanya mas Bram
"aku hanya makan siang dengan Andre dan langsung pulang karena sangat lelah"
"makanya jangan begadang jaga kesehatanmu,mas gak mau sampai kamu sakit"
"ia mas"jawabku singkat
"nis"
"ia mas"
__ADS_1
"apa kamu yakin kalau kita bisa mencari siapa pembunuh Anita atau mungkin memang benar Anita di terkam binatang buas"aku mengerutkan kening mendengar penuturan mas Bram
"kenapa mas berubah pikiran,padahal.mas yang awal nya tidak yakin mbak Anita meninggal.dengan wajar"mas bram memijat tengkuknya pelan
"entahlah nis"
"mas lebih baik mas istirahat agar bisa berfikir lebih tenang dan mas tidak perlu mengkhawatirkan Nisa"mas Bram tersenyum padaku
"mas percaya kamu bisa dan kuat dan janji sama mas kalau kamu akan menjaga diri dengan baik"
"Nisa janji mas,sekarang mas tidur saja biar badannya segar saat bangun"aku meminta mas Bram istirahat saat melihat teh di cangkirnya sudah habis dan kulihat mas Bram juga sangat lelah
"kamu juga jangan malam-malam tidurnya"
"siap bos"ucapku seraya memberi hormat pada mas Bram,dia hanya tersenyum melihat tingkahku.
malam ini di rumah orang tua Anita
"mama...mama..tolong Dewi ma"terdengar teriakan panik dari kamar Dewi tapi tak satu orangpun yang datang menghampiri nya
__ADS_1
"pergi kamu sudah mati wanita ******"Dewi mengibas-ngibaskan tangan meminta wanita yang ada di depannya untuk pergi,wanita itu tak lain adalah anita
"kamu harus mati"suara ganda Anita terdengar menggema di kamar Dewi
"kamu itu sudah mati ****** kenapa masih mengganggu"teriak Dewi,Anita semakin memangkas jarak dengan Dewi,terlihat Dewi ketakutan melihat sosok Anita yang begitu menyeramkan,wajahnya hancur dengan seluruh kulit yang mengelupas mengeluarkan cairan hitam yang berbau busuk,belum lagi belatung yang melompat-lompat di seluruh luka yang ada di tubuh anita.dewi beringsut mundur rasa mual mendera perutnya saat melihat wujud Anita
"mama..mama..."Dewi kembali berteriak memanggil Susi
"hahaha hihihi kenapa kamu takut padaku Dewi"tawa Anita terdengar begitu memekakkan telinga
"hahaha hihihi hihihi"Anita meninggalkan Dewi setelah tertawa nyaring.
ceklek
suara pintu kamar Dewi terbuka
"mama"ucap Dewi dengan menangis kencang sambil memeluk sang mama
"ada apa sih wi,kamu kok kayak orang habis lihat setan"
__ADS_1
"ma tadi Anita kesini ma,dia_dia ingin membunuh ku ma"Susi tertawa mendengar penuturan anaknya membaut Dewi geram.