Pembalasan Dendam Anita

Pembalasan Dendam Anita
4


__ADS_3

"apa mas percaya kalau mbak Anita meninggal karena di terkam binatang buas"ucap ku saat kami telah tiba di rumah


"entahlah nis,mas sebentar nya juga bingung,kalau memang di terkam binatang buas,kenapa hanya janin Anita saja yang hilang"mas Bram memijat keningnya,aku pun juga berfikir hal sama dengan mas Bram tapi untuk saat ini aku masih belum bisa memikirkan apapun karena masih kehilangan sosok mbak anita,wanita cantik dan tulus itu.


"aku keatas dulu ya nis,bangunkan aku saat makan malam,oh iya kamu gak usah masak pesan online aja"


"oke mas"mas Bram melangkah ke kamarnya,aku pun mengikuti mas Bram menuju ke kamarku untuk merebahkan tubuhku sebenarnya bukan lelah fisik tapi pikiranku masih teringat akan sosok mbak Anita yang semalam mendatangi ku.


"mbak Anita,sebenarnya apa yang telah terjadi pada mbak"aku bermonolog dengan diriku sendiri,ingatanku kembali pada sosok mbak Anita malam itu keadaannya sungguh sangat menyedihkan dengan luka sobek di bagian perut tak terasa air mataku jatuh mengingat mbak Anita.


Waktu sudah menunjukkan pukul 18:00,aku segera mengetuk pintu kamar mas Bram


tok.. tok... tok...


"mas Bram"tak ada jawaban


"mas Bram..mas Bram"masih saja tak ada jawaban dari kamar mas Bram,sepi tak ada suara apapun,aku jadi khawatir sama keadaan mas Bram di dalam,ku coba mengetuk pintu kamarnya lagi,kali ini aku menggedor ya lebih keras lagi

__ADS_1


tok..tok...tok


"mas..mas...mas Bram buka pintu mas"hampir habis suaraku memanggil mas Bram namun tak ada jawaban dari dalam kamar mas Bram,aku segera turun menuju halaman mencari satpam rumah.


"pak Kasim...pak Kasim"aku tergopoh-gopoh keluar rumah sambil berteriak-teriak memanggil nama pak Kasim satpam rumah kami


"ada apa non"tanya Pak Kasim heran


"tolong dobrak pintu kamar mas Bram pak"ucapku seraya melangkah masuk kedalam rumah di ikuti pak Kasim


"memang ada apa non"ucap pak Kasim saat kami sampai di depan kamar mas bram


pak Karim mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar mas Bram


satu..dua..tiga


brukk tapi pintu belum juga bisa di buka,cukup lama pak Kasim mendobrak akhirnya pintu kamar mas Bram terbuka,betapa terkejutnya aku dan pak Kasim saat melihat ke adaan mas Bram di dalam, mulut nya penuh busa.

__ADS_1


"mas Bram,apa yang terjadi sampai mas seperti ini "aku begitu panik saat melihat mas Bram seperti itu,segera ku pinta pak Kasim memanggil ambulan.


setelah ambulan datang,kami segera membawa mas Bram kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan,sesampainya di rumah sakit pihak rumah sakit meminta ku menunggu di luar karena akan di lakukan tindakan pada mas Bram,aku menunggu dengan perasaan cemas dan sedih hanya mas Bram keluarga yang aku punya setelah kedua orang tua kami meninggal.


dreettt dreettt


ku lihat hp ku ,ada panggilan masuk dari Andre


"halo, assalamualaikum Dre"


"waalkumsalam,kamu kenapa nis"aku tak.bisa menyembunyikan isak ku


"mas Bram Dre"


"memangnya mas Bram kenapa nis"


"mas Bram ada di rumah sakit Dre,dia mencoba bunuh diri"

__ADS_1


"astagfirullah,di rumah sakit mana nis,aku segera kesana"


setelah mengakhiri panggilan telpon kami,aku segera memberi alamat rumah sakit tempat mas Bram di rawat kepada Andre.


__ADS_2