Pembalasan Dendam Anita

Pembalasan Dendam Anita
37


__ADS_3

"mas Bram"ucapku seraya memeluk mas Bram setelah mimpiku tentang mbak Anita


"apa kamu memimpikan Anita,Nis"tanya mas Bram sekali lagi setelah tadi aku tak menjawab pertanyaan nya


"ia mas"jawabku lirih


"apa kamu rindu padanya"aku hanya menjawab dengan anggukan kepala,mas Bram mengelus pucuk kepalaku


"mas juga rindu padanya Nis"katanya dengan suara lirih namun masih mampu ku dengar,kulihat sorot matanya,ada rindu dan sakit yang begitu besar,rasa kehilangan dan cinta yang pasti itu untuk mbak Anita


"yang sabar ya mas,kita pasti bisa melewati ini semua"kataku memeluk mas Bram


"ya sudah kamu mandi dulu, setelah itu kita makan malam di luar, bagaimanapun menurutmu"aku mengangguk senang,sudah lama rasanya aku tak pernah makan malam bersama mas Bram.


Aku segera turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan kan diri, setalah itulah bersiap memilih pakaian yang akan aku kenaka.


"kamu sudah siap Nis"ucap mas Bram

__ADS_1


"sudah mas"kataku,sambil mengikuti langkah mas Bram keluar dari rumah.


Mas Bram melajukan mobilnya dengan santai karena jam.masih menunjukkan pukul 18:00 jadi kami masih memiliki waktu banyak sebelum makan malam


"kita mau makan dimana Nis"tanya mas Bram


"kita makan pecel lele aja gimana mas"tanyaku


"Boleh juga,udah lama juga kita gak makan pecel lele"


"disitu aja mas"tunjuk ku saat melihat warung pecel lele yang ada di emperan toko,warung kaki lima itu terlihat sangat ramai


"oke,ayo kita kesana"mas Bram segera memarkir kan mobilnya tak jauh dari tempat itu.


"mas pecel lelenya tiga porsi dan es tehnya juga tiga"mas Bram terkejut mendengar pesanan ku.


"kok pesan tiga Nis memang untuk siapa satunya"tanya mas Bram

__ADS_1


"buat aku mas,udah lama aku gak makan menu ini,gak apa-apa kan mas"mas Bram tersenyum mendengar ucapanku


"hmmm kamu Nis"katanya.


pesanan kami sudah sampai, setalah membaca do'a aku segera melahap pecel lele yang merupakan makanan kesukaan,rasa pecel lele disini juga enak dan cocok di lidahku,satu porsi sudah aku habiskan sekarang tinggal porsi kedua,mas Bram hanya menggeleng dan tersenyum melihat aku makan dengan begitu lahap


"pelan-pelan Nis tak akan ada yang merunut makananmu"kata mas Bram sambil tersenyum kearahku,aku hanya nyengir ke arah mas Bram.


saat semua makanan sudah habis,aku dan mas Bram memilih untuk duduk duku disana sambil melihat pemandangan kota di malam hari,rasanya sudah lama aku tak sedekat ini dengan mas Bram,sejak kematian mbak Anita,mas Bram begitu terpuruk dan membuatnya jauh lebih tertutup.


"mas"panggil ku,aku merasa ini saat yang tepat untuk aku bertanya tentang apa yang aku bicarakan dengan Andre


"ada apa Nis,apa ada yang menganggu pikiranmu"tanya mas Bram


"hmmm mas,apa mas tidak membaca berita yang sedang heboh pagi tadi"mas bram melihat kearah ku ,dengan tatapan tak mengerti


"memang ada berita apa Nis,mas tak sempat untuk membaca berita karena terlalu sibuk dengan urusan kantor" ucap mas Bram

__ADS_1


__ADS_2