
Setelah permainan panas,Meraka tak lupa memesan makan untuk memulihkan energi.setelah makan dan membersihkan diri mereka segera pergi meninggalkan hotel begitu juga dengan Susi,ia juga telah keluar dari hotel bersama berondong yang telah menjadi selingkuhan nya,sungguh perbuatan ibu dan anak tak ada bedanya.
Saat hampir malam susi baru sampai ke rumah dan yang menyejukkan Susi membawa kekasihnya pulang kerumah, dia berani membawa kekasihnya karena sebelum nya Dewi sudah izin akan menginap di rumah temannya.Susi memasuki rumah dengan tetap menggandeng manja sang kekasih gelap.Mereka menghabiskan malam berdua,semua pembantu dan orang yang bekerja di rumah itu sengaja di liburkan oleh Susi agar tak ada yang melaporkan nya pada ridwan,tapi tanpa sepengetahuan Susi pagi itu ridwan tengah berada di perjalan pulang setelah subuh tadi sampai ke Jakarta, ternyata bisnis di sana berjalan dengan cepat di luar prediksinya dan tampa memberitahu Susi terlebih dulu kepulangan nya karena dia ini memberi kejutan pada sang istri dengan membawa beberapa oleh-oleh yang memang akan di hadiah kan pada sang istri,sampai di rumah Ridwan merasa terkejut karena rumah dalam keadaan sepi tak seperti biasanya untung saja dia selalu membawa kunci cadangan jadi tak perlu membangun kan Susi yang ia pikir masih tidur,dengan suara langkah kaki Pelang ia melangkah menuju kamar pribadi nya,namun belum juga membuka pintu kamar di dalam terdengar suara yang cukup familiar di telinga nya,suara ******* dan erangan dari dua orang yang tengah mencari kenikmatan,jantung Ridwan bergemuruh menahan amarahnya,dengan sangat pelan ia membuka pintu agar tak menimbulkan suara yang membuat orang di dalamnya menghentikan aktivitas nya,alangkah terkejutnya Ridwan saat mendapati tubuh istrinya berada di kungkungan lelaki yang lebih muda dari istrinya dan terlihat istrinya begitu menikmati permainan itu.
"Susi"suara ridwan terdengar menggelar di seluruh ruangan membuat Susi dan pria yang tengah memadu kasih itu terperanjat dan segera menghentikan aktivitas mereka
"papa"ucap Susi terkejut saat melihat suaminya ada di kamar pribadi mereka,dengan tergesa-gesa Susi segera mendorong kekasih gelapnya dan memakai selimut untuk menutupi badannya sementara sang pria segera memungut ****** ***** dan semua pakaiannya
"jadi selama aku pergi begini kelakuanmu di belakangku"bentak Ridwan membuat Susi ketakutan,bukan ketakutan kehilangan ridwan tapi dia takut kehilangan semua fasilitas dan uang yang ridwan berikan,ya Susi hanya mencintai harta Ridwan.
"ma-maafin mama pa"ucap Susi terbata
__ADS_1
"maaf kamu bilang"
plak
satu tamparan keras mendarat di pipi Susi membuatnya merasakan panas di permukaan kulit pipinya
"jangan kasar pada wanita"kata Boy pada ridwan
"dasar wanita ******,wanita murahan menyesal aku menikahi mu,aku akan segera mengurus surat cerai kita"Susi terperanjat mendengar kata-kata Ridwan,Susi tak ingin kehilangan tambang emasnya,dia tak ingin hidup susah lagi,sudah susah payah dia merayu Ridwan dan membunuh istri pertama serta menyingkirkan Anita
"aku gak mau cerai dari kamu pa,aku cinta sama kamu pa"ucap Susi menangis,memohon pada ridwan
__ADS_1
"cinta kamu bilang,kamu saja sudah menduakan aku dengan lelaki yang pantas menjadi anakmu,serta menghabiskan hartaku untuk mencukupi simpanan mu ini,sekarang kamu bilang cinta,di mana otakmu Susi"
Susi masih menangis dan memohon pada Ridwan sementara Boy masih diam terpaku di tempatnya,dia bingung harus berkata dan berbuat apa karena di posisi ini dia memang salah,
"Hentikan tangisanmu itu,aku tidak akan tertipu dengan air matamu palsu mu itu,aku akan segera menemui pengacara untuk mengurus perceraian kita"Ridwan melangkah meninggalkan kamar itu,Susi mengikuti ridwan sambil memohon untuk tidak meninggalkannya,sampai akhirnya ketika Ridwan ada tangga dan akan melangkah turun,Susi menahan tangannya
"Mama mohon pa jangan ceraikan mama"ucap Susi memohon pada ridwan
"lepaskan tanganku"
"tidak akan pa,sebelum papa membatalkan niat papa"Ridwan menarik tangannya namun Susi memegangnya dengan sangat erat sampai saat Ridwan menarik dengan kuat teangannya agar terlepas dari genggaman tangan susi dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari tangga,hal itu membuat Susi menjerit histeris melihat Ridwan terjatuh dan mengeluarkan darah di kepala.
__ADS_1