Pembalasan Dendam Anita

Pembalasan Dendam Anita
12


__ADS_3

"mbak Anita aaaaakkhh"


aku berteriak ketakutan saat mbak Anita terus mendekat.


"nis_nisa"


"aakhhh"aku terbangun dengan nafas tersengal-senggal,ku lihat kearah samping di sana sudah ada mas Bram,ah berarti aku tadi hanya mimpi tapi kenapa terasa begitu nyata,aku masuk larut dalam pikiran ku sendiri


"nis,kamu mimpi apa nis"tanya mas Bram dia terlihat sangat cemas


"aku mimpi buruk mas"ucapku dengan suara pelan.


"memang kamu mimpi apa nis"mas Bram mengelus pundak ku memberikan rasa tenang


"ak_aku mimpi mbak Anita,mas"ucapku sedikit tercekat


"Anita"kata mas Bram dengan nada suara terkejut,aku mengangguk lemah.


"memang kamu mimpi apa tentang Anita,nis" tanya mas Bram dengan suara sedih

__ADS_1


"aku tak ingat semuanya mas yang aku ingat mbak Anita bilang dia kesakitan mas dan ada luka menganga di bagian perutnya"aku memeluk.mas Bram karena rasa sedih dan takut bercampur jadi satu.


"tenangkan dirimu nis,itu cuma mimpi dan semoga saja tidak ada hal buruk yang akan terjadi"mas Bram mencoba menenangkan ku


"tapi mas,apa mungkin ini sebuah petunjuk dari mbak Anita bahwa dia meninggal secara tak wajar"mas Bram mengernyitkan kening seolah sedang memikirkan kemungkinan apa yang aku sampai tadi.


"mungkin saja nis,tapi kita tidak boleh langsung mengambil kesimpulan sebelum jelas"aku menganggu setuju dengan ucapan mas Bram,setelah di rasa cukup tenang,mas Bram mengajak ku untuk keluar mencari makan karena hari juga sudah mulai malam.


sementara di tempat lain tepatnya di sebuah toilet di gedung diskotik ternama, disana di salah satu toilet dua insan tengah memadu kasih mencari kenikmatan hingga bermandikan peluh namun tanpa mereka sadari sedari tadi ada sosok yang tengah mengamati apa yang mereka lakukan


"lebih cepat sayang"kata sang wanita seperti nya dia salah satu wanita penghibur di tempat ini


tok..tok..tok


Meraka tak menghiraukan suara ketukan itu dan melanjutkan aktivitas Mecari kenikmatan duniawi.


tok...tok..tok


terdengar lagi suara ketukan namun meski merasa sedikit terganggu mereka mencoba mengajukannya hingga

__ADS_1


tok...tok..tok


terdengar lagi ketukan untuk ketiga kalinya membuat Alvin naik darah dan segera mengakhiri aktivitas nya.


"brengsek siapa yang berani mengangguk kenikmatan ku"umpat Alvi seraya membuka pintu toilet,tapi saat berada di luar tak ada seorangpun di sana, kondisi toilet sepi


"kurang aja siapa yang berani mengerjai ku" umpat Alvin sekali lagi mengeluarkan amarahnya


"siapa sayang "wanita itu keluar dan bergelayut manja di leher Alvin


"entahlah aku juga tidak tahu"


Alvin memeluk wanita itu dan berbisik


"ayo kita lanjutkan yang tertundan"wanita itupun tersenyum genit,namun saat Alvi kembali menutup pintu toilet disana sudah berdiri seorang wanita berambut panjang yang memunggungi nya


"siapa kamu hah"bentak Alvin namun wanita itu tidak bergeming sedikitpun


"heh kamu tuli"Alvin terlihat sangat emosi namun wanita itu masih saja diam.

__ADS_1


"dasar wanita sialan ternyata kamu ingin mati"Alvin mendekatkan diri pada wanita itu namun saat jaraknya sudah sangat dekat tiba-tiba wanita itu membalikkan badan membuatku Alvin dan wanita yang bersamanya beringsut mundur.


__ADS_2