
setelah cukup lama mereka berjalan,akhirnya mereka sampai di sebuah gubuk tempat tinggal dukun yabg bernama Mbah kijo itu.gubuk itu tampak begitu menyeramkan dengan tulang berulang yang berserakan di pelataran rumah Mbah kijo.
"ayo wi"ajak Susi saat Dewi tercengang melihat banyaknya tulang yang berserakan
"Mbah ini saya Susi" tak ada jawaban dari si empunya rumah namun tiba-tiba pintu rumah itu terbuka sendiri,Suai yang sudah mengerti segera menarik Dewi untuk mengikuti langkah masuk ke dalam rumah Mbah kijo,penerang di rumah Mbah kijo hanya menggunakan lampu minyak tanah,di dalam ada sebuah meja besar yang berisi sesajen dan beberapa alat klenik yang membuat suasana semakin menyeramkan.
"ada nduk"kata seseorang yang melangkah keluar dari arah belakang rumah
"maaf Mbah kami mengganggu"
"duduk"ucap Mbah kijo singkat,Susi dan Dewi segera duduk di tempat yang memang di sediakan untuk para tamu Mbah kijo
"begini mbah akhir-akhir ini anak saya diteror oleh sosok tak kasat mata"kata Susi setelah duduk tepat di hadapan Mbah kijo
"hmmm ya Mbah sudah tahu itu"Dewi terperangah tak percaya
"apa kamu tak percaya dengan perkataan ku nduk"Dewi terkejut saat Mbah kijo bisa tahu apa yang dia pikirkan tadi
__ADS_1
"eng_ebggak Mbah saya percaya"ucap Dewi terbata
"yang menganggu mu itu arwah yang akan membalas dendam padaku nduk,arwahnya di liputi rasa dendam dan amarah yang sangat besar"Susi dan Dewi saling menatap dengan perasaan takut
"lalu kami harus bagaimana Mbah"ucap Susi
"kamu tenang saja arwah itu tidak akan menganggu kalian lagi"Mbah kijo menaburkan kemenyan di atas bawa yang ada di hadapan nya,mulutnya komat-kamit membaca mantra yang entah apa artinya.
setelah membaca mantra Mbah kijo mengeluarkan kalung jimat untuk Dewi dan Susi
"ini kalian pakai,ingat jangan pernah di lepaskan atau kalian akan tanggung sendiri akibat nya"Mbah kijo menyerahkan dua kalung jimat itu pada Dewi dan Susi
"ah setelah ini aku bisa tidur dengan tenang tanpa takut dengan si anita sialan itu"ucap Dewi
"ya sudah ayo cepat pulang,mama ada janji setelah ini"mereka segera masuk ke dalam mobil yang terparkir di pinggir hutan.
"ingat wi,jangan Sampai kamu lepas kalung itu"Susi mengingatkan anaknya
__ADS_1
"ia ma,Dewi tau"
"ya sudah mama mau berangkat dulu,tapi sebelum.berangkat mama ingin menemui si tua Bangka dulu"Susi segera melangkah ke kamar suaminya sedangkan Dewi memilih kembali ke kamarnya karena dia ingin tidur setelah beberapa hari tak bisa tidur nyenyak karena gangguan dari Anita.
pintu kamar itu terbuka dengan suara cukup keras membuat Ridwan yang tengah tertidur tersentak kaget.
"enak sekali hidup mu tua Bangka"
Ridwan menatap benci pada wanita yang dulu ia nikahi
"kenapa kau menatapku seperti itu,apa kamu tak suka ku Katai tua Bangka"
"mau apa kamu kesini"ucapnya dingin
"aku hanya ingin melihat keadaan mu yang sangat mengenaskan ini"ucapnya dengan nada mengejek,
"kami tak perlu mengasihani aku"
__ADS_1
"hahaha baiklah kalau itu mau mu tua Bangka"Susi tertawa seraya meninggalkan Ridwan tanpa ada rasa bersalah.