Pembalasan Dendam Anita

Pembalasan Dendam Anita
34


__ADS_3

"terimakasih Dre"hanya itu yang bisa aku ucapkan untuk membalas semua ketulusan yang dia berikan


"kamu gak perlu berterimakasih Nis,aku ikhlas lakuin semua ini"aku mengangguk,


"lalu apa rencana kamu sekarang"tanya Andre


"aku juga masih belum tahu Dre,aku bingung mesti ngapain dulu"kata berterus-terang kalau sekarang otak aku emang lagi buntu,


"hmmm menurut kamu tante Susi itu punya berapa anak buah,yang biasa ia percaya untuk melakukan perintah nya"


"aku gak tahu pasti Dre , tapi seingat ku saat pergi kemana-mana Tante Susi selaku membawa empat orang untuk mengawalnya"


"oke,jadi dari empat orang kepercayaan Tante Susi,dua di antaranya sudah tewas"


"ia kamu benar"

__ADS_1


"berarti masih ada dua orang lagi"ucap Andre


"lalu"kataku tak mengerti arah dari penuturan Andre,karena otak ku sekarang memang tak bisa di ajak berfikir,Andre tersenyum ke arahku


"begini Nis,jika dua pengawal nya sudah tewas berarti masih ada dua lagi yang bisa kita mintai keterangan atas kasus meninggalnya mbak Anita"aku mengangguk paham,kali ini mata ku berbinar mendengarkan penuturan Andre


"kamu benar Dre, makasih ya kalau gak ada kamu,aku gak tahu mesti ngapain dan ngelakuin apa"kali ini air mataku tak dapat ku bendung lagi,air mata haru atas semua perhatian yang Andre berikan


"kenapa kamu nangis Nis,aku gak mau air mata jatuh di pipi kamu kecuali itu air mata kebahagiaan"Andre mengusap air mata uang jatuh di pipi ku membuatku tersenyum melihat nya.


"hmmm aku harus mencari tahu dulu tentang dua orang itu"


"kamu akan bertanya pada siapa"tanya Andre,aku mengerutkan kening berfikir pada siapa pertama kali aku akan bertanya


"bagaimana kalau aku bertanya pada mas Bram,mas Bram Jan sering ke sana siapa tahu saja dia tahu tentang pengawal tante Susi"

__ADS_1


"benar juga Nis,tapi ingat saat bicara dengan mas Bram kamu harus hati-hati karena bagaimana pun ini menyangkut pembunuhan mbak Anita"Andre mengingat aku tentang hal yang hal yang hampir saja aku lupa


"ah untung kamu mengingat kan aku Dre,kalau tidak mungkin aku sudah lepas kontrol"ucapku penuh syukur karena ada Andre yang selalu ada untukku.


Setelah membicarakan tentang berbagai kemungkinan dan rencana kami,aku dan Andre memutuskan berjalan-jalan sebentar mengelilingi kota untuk sekedar melepas penat dan beban yang beberapa Minggu ini cukup menguras emosi dan pikiran,kami berkeliling dan memutuskan untuk berhenti di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kota ini.


Aku meminta Andre untuk mengantarku membeli beberapa keperluan rumah yang sepertinya memang menipis,mumpung lagi ada di luar sekalian saja aku belanja.


Kami segera memasuk pusat perbelanjaan dan pertama kali kami pergi ke tempat sayuran setelah buah dan banyak lagi keperluan dapur,jika di lihat sekilas kami sudah seperti pasangan pengantin baru.


Saat tengah asik memilih beberapa buah,aku tak sengaja menyenggol wanita yang juga memilih. buah di sebelahku saat aku akan berbalik


"maaf mbak gak sengaja"kataku segera meminta maaf saat tahu aku menabrak orang


"kamu gak punya mata ya"ucapnya dengan ketus.

__ADS_1


__ADS_2