
Setelah beberapa hari di rawat setelah sadar dari koma, Ridwan di izinkan pulang oleh dokter dengan syarat harus rajin kontrol agar kondisi nya segera pulih seperti semula.
Dengan senyum yang seolah bahagia akan kesembuhan suaminya, Susi mengucapkan terimakasih pada dokter dan suster yang telah merawat suaminya selama di rumah sakit.
"Terimakasih ya dokter,suster sudah membantu merawat suami saya"ucap Susi sekedar basa-basi
"Sama-sama Bu,itu sudah menjadi kewajiban kami"setelah berbasa-basi Susi segera membawa Ridwan ke mobil di bantu oleh dua orang perawat yang mendorong kursi roda Ridwan.
Saat sampai di rumah Susi segera meminta satpam dan tukang kebunnya untuk membawa Ridwan ke kamar yang sudah dia sediakan sebelum Ridwan pulang dari rumah sakit,dengan patuh mereka mendorong kursi roda itu menuju ke kamar yang lebih kecil dari kamar utama yang menjadi kamar pribadi Ridwan dan Susi, Ridwan terkejut saat para pekerjanya membawanya ke kamar itu namun dia tak bisa apa-apa karena kondisinya sekarang seperti ini, Ridwan di tidur kan di ranjang setelah itu mereka semua keluar dari kamar itu.
"Hai pa,sekarang kamu sudah gak Bedaya dan gak bisa apa-apa,aku bersyukur sama keadaan kamu, selengkapnya kamu gak bakal bisa ngerecokin hubungan aku sama Boy"ucap Susi pada Ridwan
"kamu"kata Ridwan dengan raut wajah merah karena menahan marah
__ADS_1
"Aku kenapa tua Bangka,sudah bagus kamu masih aku rawat dan gak aku buang"ucap Susi tak kalah emosi pada Ridwan,setelah itu dia meninggalkan Ridwan dengan semua penyesalan dan rasa bersalah yang sekarang menghantui nya.
Kembali ke masa sekarang....
Sekarang Ridwan hanya bisa menangis kala mengingat kembali kebodohan yang telah dia lakukan sehingga membuatnya berada di kamar ini Tampa bisa melakukan apa-apa.
Setelah meninggalkan kamar Ridwan, Susi segera melajukan mobilnya ketempat ia akan bertemu degan Boy,karena sudah hampir satu bulan ia tak bertemu dengan kekasih gelap nya itu, sampai di tempat yang dituju Susi segera menghampiri pria yang sejak tadi menunggunya
"Hai sayang,sudah lama nunggunya maaf ya telat"kata Susi sambil memeluk dan mencium pipi pria itu tampa rasa malu dan canggung
"ya udah sebagai permintaan maaf aku sama kamu,sekarang kamu mau kemana"ucap Susi
"Sayang,apa boleh mengganti mobilku"ucap Boy sambil memeluk pinggang Susi
__ADS_1
"Tentu saja sayang".
Susi dan Boy pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke showroom mobil untuk membeli mobil yang di inginkan kekasihnya itu.
"Kamu mau mobil yang seperti apa sayang"kata Susi pada Boy.
"yang ini sayang"ucap Boy memilih mobil warna hitam metalik keluaran terbaru yang harga tentu tak murah.
"oke,kita ambil ini"setelah itu Susi melakukan pembayaran,dia menukar mobil lama kekasihnya dengan mobil keluaran terbaru yang di inginkan oleh Boy.
"Terimakasih sayang,aku makin cinta sama kamu"kata Boy
"sama-sama sayang,apa yang enggak buat kamu"
__ADS_1
"setelah ini kita ke hotel ya sayang"bisik Boy di telinga Susi yang membaut wanita itu tersenyum
"Tentu sayang"dia pun sudah tak sabar untuk menuntaskan hasrat nya setelah satu bulan tak bertemu dengan Boy karena harus mengurusi Anita si anak sialan itu.