
"papa"teriak Susi menggema di seluruh ruangan, Boy pun keluar kamar dengan tergesa saat mendengar teriakan Susi
" ada apa sayang"kata Boy saat berada di samping Susi yang tampa dangan shock,Susi hanya mampu menggerakkan tangannya,menunjuk kearah Ridwan yang sudah tidak sadarkan diri dengan luka di kepala, Boy segera mengajak Susi untuk melihat kondisi Ridwan,boy mengecek hidung Ridwan
"dua masih hidup,lalu akan kita apakan"ucap Boy
"kita bawa kerumah sakit"
"kalau dia sadar pasti akan menceraikan mu"."tapi kalau dia menghilang atau mati aku tak akan dapat sepeserpun hartanya"di tengah kekalutan Susi dan Boy akhirnya memutuskan untuk membawa Ridwan ke rumah sakit dengan mengendarai mobil mereka,sampai di rumah sakit mereka Ridwan segera di bawa ke ruang ICU untuk mendapat tindakan medis,Susi dan boy menunggu dengan perasaan yang campur aduk.
Setelah 1 jam menunggu di depan ruang ICU akhirnya dokter yang menangani ridwan keluar
"bagaimana kondisi suami saya dok"ucap Susi saat melihat dokter melangkah ke arahnya
"ibu istri pasien"Susi mengangguk
"baik mari ikut saya keruangan nanti saya akan menjelaskan kondisi pasien"dokter dan Susi berjalan menuju ruangan dokter yang menangani Ridwan sedangkan boy tetap di rumah ICU menunggu Susi kembali.
di ruangan dokter
"maaf dengan ibu"
"Susi dok"jawab Susi singkat
"baik ibu Susi saya akan menjelaskan tentang kondisi pasien saat ini,pasien mengalami pendarahan di bagian kepala dan untuk saat ini kondisi kritis,saya tidak bisa menjelaskan bagaimana kondisi detail nya tentang pasien karena pasien masih belum melewati masa kritis,jika nanti pasien sudah melewati masa kritis kita akan tahu bagaimana akibat dari benturan yang terjadi di kepala bapak"
"Ridwan dok"
__ADS_1
"ya di bagian kepala bapak Ridwan"Susi mengangguk mendengar penjelasan dokter,dalam hati dia berharap Ridwan akan mengalami hal buruk.
Setelahtelah dari ruangan dokter,Susi segera menghampiri boy yang berada di depan ruang ICU
"bagaimana kata dokter"tanya Boy saat melihat Susi mendekat
",dia masih dalam ke adaan kritis jadi kita tunggu dia sadar dulu dan semoga saja dia tidak pernah sadar"ucap Susi dengan senyum liciknya.
3 hari setelah kejadian itu,dokter menelpon Susi yang sedang berada di rumah
"halo selamat siang"
"selamat siang"
"maaf ibu Susi,apa ibu Susi bisa segera datang kerumah sakit"
"begini ibu dokter ingin memberitahu tentang perkembangan kondisi bapak ridwan yang baru saja sadar"Susi terkejut mendengar penuturan suster
"suami saya sudah sadar sus"
"benar bu"
"baik kalau begitu saya akan segera ke rumah sakit"setelah itu panggilan telpon pun berakhir.
"ada kabar apa ma"tanya Dewi yang sejak tadi berada di samping Susi
"papa kamu sudah sadar"
__ADS_1
"bagus kalau gitu ma"
"bagus gimana wi,kalau papa mu sadar kita bisa di usir dan kamu mau jadi gembel"ucap Susi dengan emosi pada Dewi,
"ya gak mau ma"ucap Dewi panik
"ya sudah mama mau kerumah sakit dulu,kamu berdoa saja semoga papa tiri mu itu keadaannya akan buruk"ucap Susi pada Dewi.
Susi segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit tempat ridwan dirawat,jarak rumah Sakit rumahnya tak terlalu jauh jadi Susi tak butuh waktu lama untuk sampai.
sampai di depan ruangan dokter yang merawat suaminya,Susi segera mengetuk pintu
tok..tok..tok
"silakan masuk"ucap dokter
"selamat siang dok"kata Susi setelah memasuki ruangan dokter
"selamat siang Bu Susi,silakan duduk duku"Susi segera duduk di kursi yang memang di sediakan.
"bagaimana kondisi suami saya dok"kata Susi tak sabar
"begini Bu Susi,pak Ridwan sudah siuman dan rencanya akan kami pindahkan ke ruang rawat biasa"
"baik dok"
"tapi sebelum memindahkan pak Ridwan saya ingin terlebih dulu menjelaskan tentang kondisi pak Ridwan,begini Bu karena benturan di kepala dan juga riwayat hipertensi yang pak ridwan miliki jadi sekarang pak Ridwan menderita stroke yang mengakibatkan beliau tidak dapat beraktivitas seperti dulu"mendengar penjelasan dokter yang merupakan angin segar bagi Susi karena ia sudah tak.perku takut lagi jika Ridwan akan melakukan hal yang merugikan nya.
__ADS_1