
Akuu merasa kepalaku berdenyut,saat membuka mata aku sudah berada di ruang perawatan karena tadi aku pingsan karena shock melihat kondisi kondisi mbak Anita.
"Nisa kamu sudah sadar"aku menoleh ke asal suara,disana sudah ada mas Bram yang duduk di samping ranjang ku.
"mas_mas mbak Anita mas hiks..hiks...hiks"
aku menangis merasakan sesak di dada.
"ia nis,mas bram.sudah lihat tadi"kulihat wajah mas bram yang tampak sangat kusut,aku bisa melihat betapa mas Bram sangat terpuruk dan sedih mendengar berita ini.
"mas gak apa-apa"aku memegang tangan.mas Bram,dia hanya tersenyum padaku
"mas,mas harus kuat kita akan urus pemakaman mbak anita"dia hanya mengangguk
"apa mas sudah menghubungi ibu mbak Anita"
"sudah nis,mungkin sebentar lagi mereka sampai"tak ada air mata yang keluar dari mata mas Bram bukan karena dia tak sedih atau merasa kehilangan,tapi aku tahu bagaimana besar rasa kehilangannya hingga tak ada lagi air mata yang mampu mengalir di matanya,dia hanya diam mematung dan menatap lurus saat diajak bicara
__ADS_1
"mas,ayo kita ke kamar jenasah"aku mencoba berdiri dari ranjang.mas Bram membantu ku berdiri dan berjalan menuju kamar jenasah tempat jasad mbak Anita berada
"bagaimana menurut polisi mas"mas bram menolehkan ke arahku
"menurut polisi mbak mu di terkam binatang buas,dilihat dari luka yang ada di perutnya tapi mas gak yakin nis,karena buat apa mbak mu main kehutan dan yang aneh janin mbak ku juga tidak di temukan"aku dapet mendengar ada rasa kehilangan yang sangat dari suara mas Bram,aku mendekat ke arah mas Bram dan memeluknya
"yang sabar ya mas,ya ikhlas"dia hanya mengangguk.
hari itu tangis pecah di rumah sakit saat keluarga mbak Anita datang,apalagi ibu mbak Anita dia meraung-raung memanggil nama mbak Anita,kulihat mas Bram hanya diam menatap lurus ke depan.
sore itu setelah semua prosedur lengkap kami mengurus pemakaman mbak Anita di TPU terdekat.
saat sampai di rumah hari sudah mulai gelap karena pemakaman memang di lakukan sore hari.ku dengar suara mas Bram seperti tengah mengobrol di kamar nya
"sayang,sini anak papa"
aku tersentak kaget,sedang mengobrol dengan siapa sebenarnya mas Bram, perasaan tidak ada orang masuk tadi,ku berani melangkah ke kamar mas Bram dan benar saja mas Bram tengah berbicara dengan seseorang, raut wajahnya begitu bahagia ada senyum yang terukir di bibirnya,ku buka pintu perlahan agar tak ketahuan oleh mas Bram.
__ADS_1
deg
alangkah kagetnya aku karena tak mendapati seorangpun di kamar mas Bram,mas Bram hanya sendiri disini,lalu dengan siapa tadi dia mengobrol.
"mas"ku panggil dia dengan suara lirih,mas Bram melihat kearahku dan tersenyum memperlihatkan giginya yang putih.
"ada apa nis"
"mas tadi sedang ngobrol sama siapa"
"mas sedang ngobrol dengan mbak Anita"tak terasa air mata ku mengalir mendengar kata-kata mas Bram
"tapi mas,mbak Anita sudah meninggal dan kita baru saja memakamkannya tadi sore"mas Bram mengernyitkan dahi seakan tak mengerti dengan ucapan ku
"kamu ini ngomng apa sih nis,apa kamu gak lihat mbak anita ada disamping mas,dia sedang menggendong anak kami yang tampan"
"mas"
__ADS_1
"sudah nis kasihan mbak mu,perutnya berdarah dan dia bilang itu sakit sekali"aku merasa bulu kudukku meremang,tapi tak ada siapapun di samping mas Bram,apa mungkin mas Bram berhalusinasi.