Pembalasan Dendam Anita

Pembalasan Dendam Anita
38


__ADS_3

Aku segera mengambil hp dari saku celana dan membuka berita yang menghebohkan jagat Maya


"ini mas"kataku sambil menyodorkan hp,mas Bram tampak serius membaca berita tentang kematian seorang pria yang di temukan dengan keadaan yang sangat mengenaskan


"siapa ini Nis"tanya mas Bram


"mas yang meninggal ini adalah salah satu pengawal tante Susi,ibu tiri mbak Anita"kataku menjelaskan


"apa ia"kata mas Bram merasa tak yakin


"ia mas,aku ingat pernah melihatnya saat berkunjung kerumah orang tua mbak Anita"mas Bram seperti berusaha mengingat sesuatu


"memang apa penyebab kematiannya Nis"tanya mas Bram


"menurut kepolisian penyebab kematiannya belum di ketahui mas".


"kasian sekali ya m"hanya itubyang di ucapkan mas Bram


"tapi lebih kasian tante Susi mas"kataku membuat mas Bram melihat kearah ku.


"kenapa bisa begitu"


"ya kan Tante Susi kehilangan pengawal buang selalu menjaganya,jadi dia pasti repot cari gantinya"kataku


"benar juga,tapi kan ibu Susi mempunyai empat pengawal Nis"kata mas Bram, perkataan mas Bram membuat mata berbinar karena tak perlu repot-repot mencari alasan untuk mencari tahu tentang dua pengawal yang lain.

__ADS_1


"memang mas tahu berapa pengawal tante Susi"


"tentu aku tahu Nis,dulu kan aku sering kesana saat Anita masih ada"kata mas Bram


"ibu Susi memiliki empat pengawal yang akan setia menemani dia pergi kemana saja"


"apa mas kenal dengan para pengawal tante Susi"


"ya mas mengenal Meraka karena sempat beberapa kali mas ngobrol dengan Meraka saat sedang berkunjung kesana"


"memang mereka siapa saja mas dan tinggal dimana"mas Bram menatapku dengan penuh selidik saat aku menanyakan hal itu,aku menjadi sedikit gugup,semoga saja mas Bram tidak curiga


"Meraka itu Alvin, Haikal,Roy dan Samsul"


"Alvin itu yang meninggal beberapa waktu lalu itu kan mas,yang mayatnya di temukan dengan kondisi mengenaskan di toilet sebuah diskotik ternama itu"kataku pada mas Bram


"kalau yang meninggal ini siapa mas"


"kalau tidak salah namanya Roy"


"berarti yang dua lagi adalah Haikal dan Samsul"mas Bram mengangguk,


"mereka orang mana mas,kenapa mereka mau bekerja dengan Tante Susi yang bawel dan judes itu ya mas"mas Bram tertawa mendengar celotehan ku.


"kamu ini Nis,bisa aja ngomong nya"mas Bram menarik nafas sebelum melanjutkan ucapan nya

__ADS_1


"kalau menurut Anita, Haikal tinggal di perkampungan yabg dekat dengan perumahan anggrek,dan untuk Samsul dia tinggal di perumahan subsidi di daerah pinggir kota"kata mas Bram menjelas alamat dua orang yang masih hidup


"mas Bram ternyata tahu banyak ya"


"tentu saja karena mas cukup sering berkunjung kesana dulu"setiap ucapan nya membuat aku bersedih.


Ah akhirnya aku memperoleh informasi tanpa perlu ada drama yang akan membuatku pusing, segera setelah sampai di rumah aku berpamitan untuk masuk ke dalam kamar dengan alasan sudah mengantuk.


[Dre,apa kamu sudah tidur]


aku mengirim pesan pada Andre karena sudah tak sabar menceritakan semuanya.


Ting


suara notifikasi dari hp ku


[belum Nis,memang ada apa]


aku segera mengetik pesan balasan


[aku sudah mendapatkan informasi yang kita cari]


Ting


cepat sekali Andry membalas pesan ku

__ADS_1


[wah cepat sekali,kamu hebat Nis]


pujinya membuat aku tersipu.


__ADS_2