
Andre tampak berfikir dengan apa yang aku katakan
"benar juga mas kata Nisa,karena di sekitar penemuan jasad mbak Anita tidak di temukan ceceran darah"Andre membenarkan apa yang aku katakan
"jadi kesimpulannya menurut kalian bagaimana"
"mungkin mbak Anita tidak di bunuh di situ mas dan pembunuhnya pasti lah manusia bukan binatang buas mas" kataku pada mas Bram
"benar juga nis,kita cari bukti yang lebih banyak lagi supaya kita tahu siapa pelaku sebenarnya"kulihat mas Bram kembali memiliki semangat hidup lagi
"ia mas,kita akan balas kematian mbak anita,agar dia bisa tenang"mas Bram mengangguk
"ya sudah kalian kalau mau kemana di lanjutkan saja,mas mau balik ke kantor"mas Bram pamit terlebih dulu karena memang jam makan siang sudah habis
"nis,aku antar pulang atau kamu mau kemana dulu"kata Andre
"aku langsung pulang aja Dre,barang ku rasanya capek banget,aku pengen cepat istirahat"aku memang sangat lelah setelah menyusuri hutan
"oke,kalau gitu aku antar kamu pulang,tapi maaf nis aku gak bisa nemenin kamu dirumah soalnya aku masih ada kerja setelah ini"
__ADS_1
"kamu tenang aja,aku udah biasa sendiri kok"kami segera pulang setelah sebelumnya mampir ke supermarket untuk membeli sedikit kebutuhan rumah yang memang habis
"udah nis"
"udah"
Andre melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sedang karena jalan sepi setelah jam makan siang jadi kami bisa sedikit mengobrol di dalam mobil,tak butuh waktu lama kami sudah sampai di rumah
"nis aku gak turun ya"
"oke Dre, makasih ya buat hari ini"
"ah lelah sekali rasanya badanku"aku bermonolog pada diriku sendiri setelah sampai di dalam kamar,aku segera membersihkan diri dan beranjak ke ranjang untuk istirahat sebentar.
"ma kapan kita akan pergi kerumah dukun itu"kata Dewi mendesak sang mama
"kamu sabar dulu wi,mama kan lagi sibuk"
"emang mama sibuk apa sih,paling juga sibuk belanja dengan Genk sosialita mama itu"
__ADS_1
"kamu anak kecil ngerti apa sih wi"
"tapi ma Dewi takut kalau kita gak cepat kerumah dukun itu,Dewi takut di teror lagi ma"
"ya sudah kita berangkat sekarang kerumah dukun itu"Susi terlihat kesal dengan Dewi tapi bagaimanapun ia juga takut Dewi akan bernasib seperti Alvin
"nah gitu dong ma"ucap Dewi dengan tersenyum sambil memeluk sang mama.
Susi dan Dewi pergi menggunakan mobil menuju rumah dukun yang mereka maksud,rumah dukun itu berada di tengah hutan yang terkenal angker oleh warga tapi hal.itubtak menyurutkan niat Susi dan Dewi untuk kesana apalagi hati mereka sudah dibutakan oleh harta.
"masih jauh gak ma"
"sebentar lagi kita sampai wi" perjalan kerumah dukun itu memerlukan waktu 1 jam karena memang berada di pinggir kota.
"ayo kita turun wi,mobil gak bisa masuk ke dalam kita harus jalan kaki"Susi dan Dewi segera turun dari mobil,mereka berjalan menyusuri hutan yang gelap meski hari masih siang,Dewi melihat kesegala arah dengan pandangan waspada
"ma Dewi takut"ucapnya sambil memegang tangan Susi
"kamu tenang aja,gak akan ada apa-apa semua yang ada disini adalah mahluk peliharaan Mbah kijo".
__ADS_1