
setelah kepergian Susi, Ridwan hanya bisa menangis menyesali semua yang telah terjadi
"maaf ayah Nisa, maafkan aku ma,aku sudah menuai karma akibat kejahatan ku pada kalian dulu"ridwan berkata Pelang di tengah Isakan tangisnya,dua tak lagi mampu melakukan apa-apa setelah kejadian di mana ia harus menerimanya kenyataan bahwa ia sekarang lumpuh.
flash back Ridwan
hari itu Ridwan berpamitan pada susi untuk pergi ke luar kota karena ada keperluan bisnis
"ma,Minggu depan papa mau ke Surabaya"
"memang papa di Surabaya berapa hari"
"gak lama cuma 1 Minggu"
"ya sudah nanti mama siapkan keperluan papa,biar enak nanti papa tinggal berangkat"ucap Susi pada ridwan
"makasih ma, memang papa gak salah pilih kamu jadi istri"ucap ridwan seraya memeluk Susi dari belakang,Susi pun tersenyum manja pada ridwan
"ia dong pa,udah bener papa pilih aku daripada mbak Heni istri pertama papa" kata Susi sambil memutar tubuhnya menghadap Ridwan yang di balas dengan kecupan manis di bibir Susi, kecupan yang semula lembut berubah menjadi kecupan liar yabg panas dan kecupan itu berakhir dengan nafas memburu dari dua manusia yang mencari kenikmatan dunia,malam itu obrolan ringan pasangan ini berakhir dengan kehangatan di ranjang.
__ADS_1
pagi ini ridwan sudah rapi,rencananya ia akan berangkat ke Surabaya dengan penerbangan pagi karena ada meeting dengan kolega yang ada di Surabaya.
"ma,Dewi nanti jaga rumah baik-baik"
"oke pa,memang papa berapa lama di Surabaya"tanya Dewi anak sambungnya
"mungkin 1 Minggu wi"
"jangan lupa oleh-oleh nya ya pa"
"tenang saja tentu papa tak akan lupa"setelah sarapan pagi selesai Susi dan Dewi mengantar ridwan ke bandara
"tentu ma,mama gak usah khawatir papa pasti ingat pesan mama"
Susi mencium punggung tangan ridwan begitu juga Dewi,ridwan segera menuju ke pesawat yang akan segera lepas landas.
sementara Susi dan Dewi sudah punya rencana masing-masing setelah ke pergian ridwan ke Surabaya
"ma aku gak ikut pulang bareng mama ya,aku pesan taksi online aja"Susi melihat sang anak
__ADS_1
"memang kamu mau kemana"Dewi tersenyum ke arah sang mama
"mumpung gak ada papa ma,Dewi mau shopping sepuasnya,Dewi mau jalan-jalan sama temen,udah lama Dewi gak pergi sama mereka"
"ya sudah tapi ingat jangan pulang malam-malam "
"oke ma"dari bandara Dewi segera menuju ke pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, sementara Susi ia pergi ke hotel berbintang bertemu dengan seseorang yang telah terlebih dulu ia hubungi setelah ridwan pergi.
"halo sayang"sapa seorang pria dengan perawakan tinggi
"hai,sudah lama nunggu ya"
"enggak baru saja aku sampai sus"kata pria itu seraya merangkul pinggang wanita itu dengan mesra,ya wanita itu adalah Susi istri ridwan,mereka segera menuju meja resepsionis untuk mengambil kunci kamar yang sudah di pesan via telpon tadi.
"mbak minta kunci kamar atas nama Susi"kara Susi pada karuan hotel
"baik Bu,tunggu kami ambilkan dulu"karyawan dengan cekatan mengambil kunci dan di serahkan pada Susi
"ini ibu kuncinya,kamar no 309,ruang VVIP di lantai tiga ibu"Susi segera menerima kunci itu dan bejalan menuju kamar yang tadi di tujukan oleh karyawan hotel.
__ADS_1