
"benar juga kata Andre mas,bukankah kita merasa janggal dengan kondisi jasad mbak Anita,yang menurut ku terasa aneh karena hanya janinnya saja yang hilang"
masalah kematian mbak Anita benar-benar penuh misteri,apa yang sebenarnya terjadi saat mbak Anita menginap di rumah orang tuanya hingga ia di temukan meninggal dengan sangat mengenaskan
"lebih baik kita siapkan rencana untuk mulai menyelidiki kematian mbak Anita"Andre nampak serius saat mengatakan itu
"apa kamu tidak keberatan membantu kami Dre"
"tentu saja tidak nis,kamu,mas Bram dan mbak Anita sudah ku anggap keluarga ku sendiri"aku tersenyum pada Andre karena dia begitu tulus pada keluarga ku
"terimakasih Dre,mas lebih baik sekarang istirahat supaya lekas sehat kembali setelah itu kita mulai menyelidiki kasus kematian mbak Anita"aku mengantar mas bram menuju kamar,setelah ku pastikan mas Bram tidur aku segera keluar kamar menemui Andre di ruang tamu.
"mas Bram sudah istirahat nis"tanya Andre saat melihatku turun dari tangga
"sudah Dre,semoga mas Bram lekas pulih karena aku benar-benar penasaran dengan penyebab mbak Anita meninggal"
__ADS_1
"kita akan cari sama-sama nis,apa penyebab kematian mbak Anita"
aku menghela nafas untuk meringankan beban.
"lebih baik kamu istirahat juga nis,kamu terlihat capek"
"seperti nya aku memang membutuhkan nya Dre, pikiranku benar-benar terforsir akhir-akhir ini"kataku sambel memijat leher yang memang terasa sedikit berat
" ya sudah aku pamit pulang saja kalau begitu,besok atau lusa aku kemari lagi,kita bicarakan langkah selanjutnya untuk rencana kita"
"jangan sungkan"
aku mengantar Andre hingga mobilnya meninggalkan rumah,sebelum.masuk kembali kerumah aku merasa ada yang mengawasi ku,ku edarkan pandangan ke segala arah tapi tak menemukan siapapun.
"ah mungkin hanya perasaan ku saja"guman ku segera memasuki rumah.
__ADS_1
hari ini aku berniat untuk tidur sejenak mumpung hari masih siang,segera ku langkahkan kakiku menuju kamar namun tak lupa ku lihat dulu mas Bram di dalam kamarnya, memastikan saja dia tak akan melakukan hal seperti sebelumnya karena jujur saja aku masih trauma takut kehilangan kakakku satu-satunya,setelah ku pastikan mas Bram tidur,aku pun menuju kamar untuk merebahkan tubuhku yang terasa sangat lelah,baru menyentuh kasur saja aku langsung terbuai ke alam mimpi.
"siapa wanita yang menangis itu"ucap ku lirih,ku lihat sekitar entah ada di mana aku sekarang,ku langkahkan kaki untuk mendekat ke arah wanita itu,aku merasa mengenali sosok wanita itu tapi siapa dia?,aku masih di liputi rasa penasaran betapa terkejutnya aku wanita itu adalah mbak Anita
"mbak Anita"
huhuhu huhuhu
mbak Anita menangis suara tangisannya begitu menyayat hati
"mbak"hanya kata itu yang mampu keluar dari mulut ku
"sakit_sakit nis huhu..huhu"
"mana yang sakit mbak"ucapku merasa iba melihat mbak Anita menangis,dia terlihat begitu kesakitan,saat jarak ku dan mbak Anita semakin dekat,mbak Anita membalikkan badan menghadap ke arahku,aku terkejut dan takut melihat kondisi mbak Anita, tubuh nya di penuhi darah dan ada luka menganga di bagian perut yang mengislamkan cairan merah yang sangat amis.
__ADS_1
"ini yang sakit nis huhuhu hihihi hihihi"mbak Anita menangis dan tertawa dalam waktu bersamaan suaranya membuat bulu kuduk merinding,aku merasa lemas seketika keringat dingin memenuhi tubuhku.