
wanita setengah baya yang masih terlihat cantik itu adalah Susi istri kedua pak Herman ayah Anita.
"tentu saja apa sebutan yang pantas selain gila,kamu saja tadi bicara sendiri,meminta maaf pada siapa ha,pada anak dan istrimu yang sudah binasa itu,kamu tenang saja tua Bangka jika semua milikmu sudah jatuh di tanganku,aku akan berbaik hati mengirim mu bertemu anak dan istri mu itu hahaha"ucap wanita itu dengan sangat keji dan tak berperasaan seraya menutupi pintu dan meninggalkan kamar pak Herman.
hanya rasa sesal dan bersalah yang sekarang berkecamuk di hati pak Herman, beliau telah tega meninggalkan istri dan menelantarkan anak satu-satunya hanya demi wanita berhati ulat seperti susi,padahal pak Herman begitu menyayangi anak Susi seperti ia menyayangi Anita bahkan ia lebih mementingkan anak Susi daripada anaknya sendiri,tapi sesal saja tak mampu mengembalikan istri dan anaknya yang telah di bunuh oleh wanita berhati iblis itu.
sementara di rumah sakit setelah beberapa hari di rawat akhirnya Bram di ijinkan pulang,
"pak Bram setelah kami periksa,kondisi pak Bram sudah baik dan di ijinkan pulang hari ini,silakan untuk keluarga mengurus administrasi terlebih dahulu"ucap dokter yang menangani mas Bram
"terimakasih kasih dok"
"sama-sama,tapi nanti jika ada keluhan silakan memeriksa kan kembali kondisinya"
"baik dok"ucapku.
dokter pun berlalu dari kamar rawat mas bram.
__ADS_1
"Alhamdulillah akhirnya mas Bram boleh pulang"ucapku sambil membereskan barang yang akan kami bawa pulang
"iya nis Alhamdulillah,mas sudah gak betah disini"
"mas Nisa urus administrasi dulu ya,mas tunggu disini"kataku yang hanya di balas anggukan oleh mas Bram,aku keluar kamar rawat mas Bram menuju bagian administrasi untuk mengurus kepulangan mas Bram,sampai di bagian administrasi aku bertemu Andre yang memang menjemput kami setelah ku kabari mas Bram akan pulang hari ini
"Dre"panggilku pada lelaki bertubuh tegap yang segera menghampiri ku
"sedang mengurus administrasi nis"
aku hanya mengangguk menjawab pertanyaan Andre
"baiklah kalau begitu aku tinggal dulu ya"
"iya"
aku melanjutkan mengurus administrasi setelah Andre berlalu menuju kamar mas Bram.
__ADS_1
sementara di kamar mas Bram tampak terkejut saat melihat sosok yang selama ini begitu di rindukan tengah ada di hadapannya
"Anita,apakah kamu benar aniaya"mas Bram terisak mendekati wanita yang menjadi separuh jiwanya itu,wanita itu hanya tersenyum dan mengangguk saat mas Bram mendekatinya
"kenapa kamu pergi Anita,aku gak bisa hidup tanpa kamu"air mata mas Bram jatuh saat ia tak mampu menyentuh Anita istrinya,pundaknya sampai terguncang karena rasa kehilangan yang teramat menyakitkan.
Anita hanya tersenyum melihat suami tercintanya,namun ada raut sedih di wajah Anita
"kamu tahu sayang,aku kehilangan arah tanpa kamu"
"kamu harus kuat sayang"ucap Anita sebelum menghilang meninggalkan mas Bram sendiri
"sayang..sayang..Anita"mas Bram terus berteriak memanggil Anita istrinya.
"ada apa mas"Andre tergopoh-gopoh menuju ruangan mas Bram saat mendengar lelaki itu berteriak
"anita_anita Dre"mas Bram menangis mengingat bagaimana istri nya hadir dihapannya nya
__ADS_1
"ikhlas mas,mbak Anita sudah pergi meninggalkan kita semua".