
"kamu keluar saja Nis kasian mbak mu biar istirahat,dia pasti sangat lelah setelah perjalanan jauh dari rumah orang tua nya"mas bram mendorong tubuhku agar keluar kamar namun saat pintu nyaris tertutup aku melihat sosok wanita yang mirip mbak Anita duduk di tempat yang mas Bram tadi tunjukkan,wanita itu menggunakan baju putih gading, dengan rambut hitam yang di gerai dan di bagian perutnya terdapat luka menganga mataku terbelalak melihat nya,apa itu benar mbak Anita.
Dengan terpaksa aku melangkah menjauh dari kamar mas Bram dan kembali ke kamarku,aku duduk di atas tempat tidur pikiranku melayang pada kejadian tadi saat di kamar mas Bram mungkin itu hanya halusinasi ku saja tapi tadi kejadian itu begitu jelas dan nyata.
Hembusan angin yang masuk dari jendela kamarku membuatku terkejut,aku menutup jendela yang masih terbuka yang membuat hawa dingin menyeruak masuk,tapi saat membalikkan badan aku mencium harum bunga melati yang membuat buku kudukku meremang,ku edarkan pandangan ke seluruh ruangan hingga tatapanku berhenti pada sosok wanita yang memunggungi ku.
Deg
Siapa dia,hawa dingin menusuk tubuhku bulu kudukku meremang.
Wanita itu membalikkan badan membuat aku terkejut saat tahu siapa sosok itu.
"ah mbak Anita"ucapku lirih,ada rasa takut saat mbak Anita melangkah semakin mendekat
"sa_sakit Nisa"ucapnya tepa di hadapanku yang masih ternganga tak bisa mengeluarkan satu patah katapu,mbak Anitasa yang ada di hadapanku ini sungguh sangat mengenaskan dan kasihan,ada luka menganga di bagian perutnya yang masih mengeluarkan darah
__ADS_1
"khuk..khuk...khuk"mbak Nisa terbatuk dan mengeluarkan cairan hitam yang berbau busuk,aku terbelalak apalagi saat melihat bagian perut mbak Anita yang bolong.
"sakit Nisa hihihi..hihihi..huhu..huhu"mbak Anita tertawa setelah itu menangis,aku merasa sedih dan takut secara bersamaan,kaki pun tak dapat di gerakkan hingga sepersekian detik mbak Anita hilang entah kemana,bersama dengan perginya sosok mbak Anita tubuhku menjadi lemas seperti tak bertenaga.
Pagi itu aku bangun dengan kepala sedikit pusing karena kejadian semalam membuat tidurku tak nyenyak.
tap..tap...tap
terdengar langkah kaki menuruni tangga,
"gak mas,Nisa cuman sedikit pusing"ucap seraya memijat kening
"hari ini hasil otopsi mbak mu akan keluar,apa kamu bisa temani mas kerumah sakit"aku melihat ke arah mas Bram, bukankah semalam mas Bram mengatakan kalau mbak Anita masih hidup.
"kenapa nis, ngelihatin mas Sampek segitunya"ucap mas Bram menyadarkan lamunanku
__ADS_1
"eh enggak mas,mau berangkat jam berapa mas"ucapku agar mas Bram tak lagi menanyaiku
"sebentar lagi,cepat bersiap dan sarapan dulu"
"baik mas,aku keatas dulu"ucapku seraya pergi kekamar untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Setelah sarapan aku dan mas Bram segera pergi ke rumah sakit untuk melihat hasil otopsi.
Sampai di rumah sakit kami segara menuju ke ruangan dokter yang bersangkutan untuk menerima hasilnya
"selamat siang pak Bram,Bu Nisa"sapa dokter muda itu dengan sopan
"selamat siang dok"ucapku seraya membalas jabatan tangannya,tampa banyak bicara lagi dokter menyerahkan amplop coklat berlogo rumah sakit.
"begini pak Bram,Bu Nisa menurut hasil otopsi rumah sakit ibu Anita meninggal murni karena serangan hewan buas,dilihat dari luka cakar dan cabikan di area perut".aku dan mas Bram saling melihat.
__ADS_1