
veronika masuk ke rumah nya stelah melihat mobil itu melaju pergi
dari rumah nya. Ia langsung pergi kekamar untuk mengistirahatkan tubuh nya yang
Lelah seharian . lalu teringat dulu ia tidak dekat dengan alex. apa
mungkin takdir nya sudah berubah karena dia juga merubah alur yang
seharusnya terjadi.
veronika
merasa pusing dengan pikiran nya. apalagi saat memikirkan kejadian tadi sore di
danau. dia mencium seorang anak konglomerat. dia hanya bisa tersenyum sendiri
membayang kan kejadian tadi. tapi setelah di ingat-ingat semenjak ia mengalami
insiden itu dan kembali ke masa lalu ada cerita hidup nya yang berubah juga ada
yang tetap sama. ada sedikit kekhawatiran yang ia rasakan ia takut jesicca akan
melakukan hal lebih gila untuk menhancurkan hidup nya. tapi ia mencoba
menenangkan diri untuk bisa berpikir positif. sampai ia tertidur dan menutup
mata tanpa ia sadari.
alex
yang sampai ke rumah mewah dengan desain simpel di tambah dengan tema perumahan
eropa itu . ia lansung ke kamar mandi untuk mandi dengan air hangat, dan
membersihkan tubuhnya yang berotot itu. karena ia sedari tadi sudah merasa
kedinginan karena hanya memakai kaos tipi untuk melindungi tubuhnya itu. tapi
ia juga merasa begitu bahagia karena telah memnuat langkah yang besar dlam
hidup nya dia mendekati veronika dan menciuman nya. bayangan akan ciuman itu
muncul dan mebayangi nya ketika ia mandi.
kesokan
hari nya jesicca datang ke rumah alex untuk memberi nya kejutan. ia memencet
bel rumah itu dan menunggu ada yang membukakan pintu "alek nya ada
mba?" bertanya dengan anusias, karena hari ini ulang tahun nya dan ia
ingin menghabiskan waktu dengan alex seharian tanpa ada orang yang menggangu.
"maaf
non tuan alex nya nggak ada" ucap nya dengan tidak enak.
"kemana
emang mba?" dengan nada menyelidik.
"kurang
tahu yah, tapi mba liat tadi tuan pergi pagi-pagi bawa mobil, kayak nya
buru-buru." memberi penjelasan sehalus mungkin karena sedikit takut dengan
raut wajah jesicca yang terlihat kesal dan berwarna meah padam.
"oh
begitu yah" ucap nya ketus
jesicca
merasa aneh biasa nya lex gak pernah bangun pagi, lagi pula alex sudah punya
janji dengan dirinya untuk menghabiskan hari ulang tahun jesicca. jesicca yang
__ADS_1
sedikit sedih tapi karena ia pikie mungkin alex ada janji dengan teman nya dan
kan menemui nya nanti di kampus dan mengih janji pria yang di cintai nya sedari
dulu itu.
alex
sengaja hari ini bangun pagi untuk bisa menjemputveronika untuk pergi bersamanya
ke kampus. ia tidak ingin kecolongan lagi dengan andre. karena ia tahu tabiat
andre. andre akan melakukan segala cara jika ia benar-benar menyukai sesatu.
dulu
ketika kecil ia pernah menyaksikan kegigihan andre ketika mempunyai maslah
dengan keluarga nya. andre memilki prinsip yang kuat untuk mengejat cita-cita
menjadi fotografer tapi di tentang oleh keluarga nya karena harus meneruskan
bisnis. andre terus memberi perlawanan dan akhir nya keluarganya hanya bisa
pasrah ketika melihat ank mereka menjadi seorang foto grafer. ia harus bisa
selangkah lebih maju dari pada andre dan melakukan apa yang bisa ia lakukan.
seperti saat ini. ia duduk di kemudi mobil dan berangkat menuju umah verinika,
berharap dia tidak terlambat untuk menjemput veronika.
ia
merasa senang ketika melihat sebuah rumah sederhana yang bedinding kayu dan
denagn jendela kecil di di depan nya serta pagar yang menutupi rumah itu. rumah
itu di hiasi tanman indah yang terlihat selalu dirawat. seperti menggambar
karakter pemilik rumah yang menyukai keasrian dan kesederhaan. ia tidak melihat
tak
lama setelah ia sampai ia melihat veronika keluar rumah nya dengan berjalan
kaki di sepanjang trotoar. ia langsung menginjak gas dan memajukan kenndaraan
nya . menghampri veronika yang memakai baju kebesaran nya untuk menutupi tubuh
indah nya itu. denan memakai baju berwarna pink di padukan dengan celana jeans
yang terlihat tidak cocok untuk tubuh nya yang indah. rambut nya di kepang
rapih seperti jalur kereta api.
"butuh
tumpangan?" membuka kaca mobil dan benengok ke veronika yang berjalan
dnegan membawa buku dan tas kecil di tangan nya. veronika tidak memakai riasan
yang terlalu mecolok tapi masih terlihat cantik. kacamata yang menhalahi nya
membuat nya terlihatv seperti gadis polos yang sangat menggoda untuk di
lepaskan dari mata nya yang indah seperti samudra.
"tidak
aku bisa naik taksi " jawabnya terus berjalan di samping trotoar.
"ayolah,
sekalian aku juga mau pergi ke kampus, kita kan bisa barengan" ucap nya
dengan lembut
saat
__ADS_1
veronika keluar rumah ia merasa ada orang yang memperhatikannya. terlihta ada
sebuah mobil merha yang terparkir tidak jauh dari rumah nya. saat keluar ia
merasakan mobil itu mengikuti dan merasa sedikit takut. tapi saat ia mendengar
suara dari dalam mobil ia merasa tenang. ruoanya itu alex. entah apa yang di
lakukan nya saat ini. alex mengajak diri nya untuk pergi ke kampus bersama tapi
hati nya merasa gelisah sejah tadi pagi. ia tidak mgin mengambil resiko saat
ini. kareena ia tahu jesicca akan melakukan hal yang lebih brutal jika ia
mendekati alex secara terang-terangan. tapi akal nya memiliki pendapat yang
berbeda. kesempatan tidak datang dua kali, seorang anak konglomerat mengajak
seorang veronika untuk masuk ke dalam mobil merah nya. tadi ia tidak mengenali
mobil itu karena kemarin alex membawa nya dengan mobil mercedez berwarna hitam.
dan sekarang dia mengganti mobl nya dengan yang berwarna merah. sungguh
ironisdiri nya bahkan tidak keluarga nya memiliki mobil untuk. sedangkan
laki-laki di hadapan nya selalu berganti mobil seperti baju yang harus di ganti
setiap hari. hari ini ia akan datang terlambat jika menggunakan kendaraan umum
dan emmutuskan untuk menerima tawaran itu.
"baikhlah"
membuka pintu mobil dan duduk di sebelah nya.
di
sepanjang perjalanan k kampus kami membicarakan banyak hal tentang perkuliahan
merka membicarakan perkuliahan dan hal-hal kecil dalam kehidupan mereka. tapi
ada satu peetanyaan yang di ajukan alex padanya "ve kamu punya nama
panggilan gak ketika kamu kecil?" bertanya dengan wajah yang serius.
pertanyaan
pria itu yang tiba-tiba membuat jantung nya berdetak kencang dan membuat diri
nya terdiam sejenak untuk mencerna petanyaan itu. apakah ia harus jujur dengan
alex atau merahasiakan nya.
veronika
mengalihkan pembicaraan karena mereka sudah sampai di kampus.
"ehhh,
kita udah smapai" melihat ke depan dengan gugup dan memposisikan diri
untuk segera keluar dari mobil itu.
"maaf
yah, aku udah telat nanti kita ngobro lagi ajah?" ungkapanya langsing
keluar dan pergi menuju kampus.
jesicca
yang melihat veronika keluar dari mobil alex pun merasa geram.
"kenapa
gadis cupu itu bisa dekat dengan laex dan membuat alex melupakan janji nya
untuk menghabiskan waktu merka bersama.
__ADS_1