
jesicca melihat alex yang sedang berjalan-jalan ditaman dan
ingin menyusulnya. "itu dia alex" ucapnya sambil ingin memberikan no
hanphone steffy padanya. tapi tiba-tiba jesicca berhenti dan mendengar
perkataan alex.
"aku
harap dia adalah vivi?" ucap alex sambil sedikit tersenyum malu, seperti
orang yang baru jatuh cinta.
mendengar
ucapan itu hati jesicca hancur, dia berpikir entah steffy itu vivi atau bukan
alex masih menyukainya.
"awas
kau veronika, akan kubalas rasa sakit ini berkali-kali liapat" ucapnya
pelan dan penuh rasa cemburu.
pesta
itu pun berakhir dan berjalan dengan semestinya tanpa ada kendala.
veronika
pun pulang dan sedang menunggu taksi untuk pulang, karena pesta nya berakhir
cukup malam tidak ada taksi yanh lewat. "aku harus menelpon ibu"
sambil membuka hp nya, tapi sial hp itu mati.
veronika
lupa untk mencharger hpnya dan sekarang mati. "bagaimana ini kenapa bisa
mati pila ini hp, ibu pasti khawatir" ucapnya gelisah dan melihat kearah
jalan.
dari
kejauhan alex melihat veronika yang sepertinya sedang gelisah. " oh iya,
ini kan sudah malam pasti tidak ada transportasi umum sekarang" ucap alex
sambil bergegas untuk mengambil kunnci mobilnya.
tapi
seelah alex keluar ingin menaiki mobil nya, alex melihat sebuah motor yang
menghampiri veronika dan sedang mengobrol dengan steffy lalu laki- laki itu
mengantar veronika dengan motornya. alex merasa kesal dengan apa yang baru saja
dia lihat. " sial seharusnya aku yang mengntar veronika" sambil
menendang ban mobilnya lumayan keras.
rupanya
ketika veronika sedang kebingungan bagaimana caranya untuk pulang, dia melihat
kakak kelas nya yang selalu dia temui di perpustakaan sekolah juga datang ke
pesta itu.
"kak
andre" teriaknya sambil melambaikan tangan.
andre
yang mendengar nama nya dipanggil mencari sumber suara dan melihat rupanya ada
adik kelasnya yang manis dan mendekati veronika dengan motornya itu.
"hai
veronika, kamu ngapain disini" tanyya penasaran.
"iya
kak, steffy lagi cari taksi tapi keliatannya gak ada taksi yang lewat,
kemaleman deh kayak nyah" dengan nuka sedih yang lucu.
"hmmm,
kode yah kamu.... ya udah kakak anterin kamu, tapi cuma pake motor nih , mau
__ADS_1
gak?" tanyanya sambil memgang kepala veronika.
"mau
dong kak, gak papah motor juga yang penting sampai tujuan" jawb veronika
dengan gembira.
"ayo
kak" veronika langsung menaiki motornya dan pergi dengan andre.
alex
yang melihat hal itu teru kepikiran dengan veronika, apakah veronika sampai
rumah nya atau tidak. jesicca melihat alex yang sedang bingung dan bertanya
" kamu kenapa lex?". "nggak kok" sambil berusaha
menghindari percakapan dengan jesicca. karena dia tahu jesicca pasti akan
merasa sedih jika tahu alex sedang memikirkan veronika.
"oh
yah lex, aku mau tanya kalau misalkan veronika bukan vivi yang kamu cari apa
yang akan kamu lakukan?" tanya jesicca penasaran,
alex
terdiam sejenak dan mengatakan " tentu aku akan berhenti mencarinya"
jawab alex ragu-ragu. tapi dalam hati kecilnya alex berkata "entah itu
sisi atau veronika dia tetap menyukainya".
"oh
begitu...." jawab jesicca sedikit lega namun masih curiga.
veronika
pun pulanag dab berterima kasih pada andre. "makasih yah kak udah
dianterin sampai pulang". ucap veronika pada kakak kelasnya. dan andre pun
pulang dengan tersenyum pada veronika.
andre
ketika di kampus. andre seorang pria yang baik dengan wajah yang tamban dan
sikap yang baik veronika yakin sungguh beruntung orang yang di sukai oleh kaka
kelasnya itu. andre punya wajah yang mirip oppa -oppa korea tapi dia tidak
terlalu sombong dengan ketampanannya. dia juga termasuk mahasiswa teladan di
kampus dan punya fans nya tersendiri, hanpir sama dengan alex tapi alex punya
keunggulan tersendiri yaitu harta yang banyak.
steffy
pun masuk ke rumahnya dan melihat ibunya yang sangat khawatir dengan keadaannya
karena ponsel veronika mati dan tidak bisa dihubungi."maaf bu, ponsel veronika
mati karena averonika lupa ngecharger tadi" memluk ibunya untuk
menghilangkan kekhawatirannya.
"sana
mandi ibu udah siapin air hangat buat kamu" perintah sang iibu sambil
menjauhkan diri dari sang anak.
"tunggu,
bu aku mau nanya sesuatu?" ucapnya menghentikan sang ibu.
"iya,
iya besok ajah kan sekarang udah malem, sana manti, terus tidur, besok kita
ngobrol lagi" perintah ibu yang tidak bisa di bantah.
steffy
pun pergi mandi dan bersiap untuk tidur. sebelum tidur veronika kembali
memikirkan apakah iya vivi, gadis yang dicari alex, dan bagaiman kalau itu dia.
"apa yang harus aku lakukan, ahhhh... gak mungkin orang aku ajah gak
__ADS_1
inget. masa itu aku, mending besok aku tanyain ke ibu" melanjutkan
tidurnya dengan nyenyak.
ke
esok kan harinya steffy bangun dan bersiap-siap unutk pergi ke kampus seperti
biasa. kemudian dia teringat yang terjadi semalam.
dia
pun duduk di meja makan dan melihat foto ayahnya dengan seorang lelaki yang
seumuran dengannya. lalu teringat dengan foto yang diambilnya semalam di rumah
alex. " hahhhh, benar ini sama pesis" ucapnya dengan terkejut dan
keras.
"bu
ini siapa?" tanya veronika pada ibunya. " itu ayah kamu veronika,
masa lupa" dengan sedikit penekanan.
"bukan
ayah, ini yang ada di samping ayah" sambil menujukan foto yang
dipegangnya.
"kalau
gak salah dia temen ayah kamu dulu" sambil mengingat-ingat dan menyiapkan
makanan.
"ohhhh
begitu" ungkap veronika dengan lega.
"apa
kita dulu tetanggan dengan nya bu" tanyanya lagi penasaran.
"iya
tapi keluarga kita pindah waktu itu gara- gara kamu yang kegigit annjing"
ungkap sang ibu sambil tersenyum.
"apa....!
aku pernah kegigit anjing bu? kapan? dimana?kok aku gajk ingr? " tanya
steffy kaget dan hampir memuntahkan makanan nya.
"hati--hati
makan nya" memberikan veronika air. dan mulai duduk untuk makan.
"kamu
itu dulu berani banget, bahkan kamu punya cita-cita jadi super hero"
ungkap sang ibu dengan penuh kebahagiaan.
"teru-terus"
jawab veronika penasaran.
"kamu
dulu pernah nolong seseorang yang digigit anjing dan kalau gak salah dia anak
nya temen ayah kamu., waktu itu ibu panik banget pas denger kamu di gigit
anjing dan langsung bawa kamu ke rumah sakit, untung anjingnya gak rabies"
ucap sang ibu dengan khawatir.
"terus
kenapa aku gak inget kejadian itu" tanyaku penasaran.
"dokter
bilang kamu kena amnesia disosiasi, tentu itu membuat ibu dan ayah panik, kamu
gak boleh stress dan kami pun memutuskan untuk pindah dari tempat itu dan
mencari rumah baru, dan inilah rumah kita" jawab sang ibu.
steffy masih bingung
dengan perkataan sang ibu, dan mencernanya bai- baik. dia bingung harus
__ADS_1
melakukan apa