PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU

PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU
harapan


__ADS_3

jesicca melihat alex yang sedang berjalan-jalan ditaman dan


ingin menyusulnya. "itu dia alex" ucapnya sambil ingin memberikan no


hanphone steffy padanya. tapi tiba-tiba jesicca berhenti dan mendengar


perkataan alex.


"aku


harap dia adalah vivi?" ucap alex sambil sedikit tersenyum malu, seperti


orang yang baru jatuh cinta.


mendengar


ucapan itu hati jesicca hancur, dia berpikir entah steffy itu vivi atau bukan


alex masih menyukainya.


"awas


kau veronika, akan kubalas rasa sakit ini berkali-kali liapat" ucapnya


pelan dan penuh rasa cemburu.


pesta


itu pun berakhir dan berjalan dengan semestinya tanpa ada kendala.


veronika


pun pulang dan sedang menunggu taksi untuk pulang, karena pesta nya berakhir


cukup malam tidak ada taksi yanh lewat. "aku harus menelpon ibu"


sambil membuka hp nya, tapi sial hp itu mati.


veronika


lupa untk mencharger hpnya dan sekarang mati. "bagaimana ini kenapa bisa


mati pila ini hp, ibu pasti khawatir" ucapnya gelisah dan melihat kearah


jalan.


dari


kejauhan alex melihat veronika yang sepertinya sedang gelisah. " oh iya,


ini kan sudah malam pasti tidak ada transportasi umum sekarang" ucap alex


sambil bergegas untuk mengambil kunnci mobilnya.


tapi


seelah alex keluar ingin menaiki mobil nya, alex melihat sebuah motor yang


menghampiri veronika dan sedang mengobrol dengan steffy lalu laki- laki itu


mengantar veronika dengan motornya. alex merasa kesal dengan apa yang baru saja


dia lihat. " sial seharusnya aku yang mengntar veronika" sambil


menendang ban mobilnya lumayan keras.


rupanya


ketika veronika sedang kebingungan bagaimana caranya untuk pulang, dia melihat


kakak kelas nya yang selalu dia temui di perpustakaan sekolah juga datang ke


pesta itu.


"kak


andre" teriaknya sambil melambaikan tangan.


andre


yang mendengar nama nya dipanggil mencari sumber suara dan melihat rupanya ada


adik kelasnya yang manis dan mendekati veronika dengan motornya itu.


"hai


veronika, kamu ngapain disini" tanyya penasaran.


"iya


kak, steffy lagi cari taksi tapi keliatannya gak ada taksi yang lewat,


kemaleman deh kayak nyah" dengan nuka sedih yang lucu.


"hmmm,


kode yah kamu.... ya udah kakak anterin kamu, tapi cuma pake motor nih , mau

__ADS_1


gak?" tanyanya sambil memgang kepala veronika.


"mau


dong kak, gak papah motor juga yang penting sampai tujuan" jawb veronika


dengan gembira.


"ayo


kak" veronika langsung menaiki motornya dan pergi dengan andre.


alex


yang melihat hal itu teru kepikiran dengan veronika, apakah veronika sampai


rumah nya atau tidak. jesicca melihat alex yang sedang bingung dan bertanya


" kamu kenapa lex?". "nggak kok" sambil berusaha


menghindari percakapan dengan jesicca. karena dia tahu jesicca pasti akan


merasa sedih jika tahu alex sedang memikirkan veronika.


"oh


yah lex, aku mau tanya kalau misalkan veronika bukan vivi yang kamu cari apa


yang akan kamu lakukan?" tanya jesicca penasaran,


alex


terdiam sejenak dan mengatakan " tentu aku akan berhenti mencarinya"


jawab alex ragu-ragu. tapi dalam hati kecilnya alex berkata "entah itu


sisi atau veronika dia tetap menyukainya".


"oh


begitu...." jawab jesicca sedikit lega namun masih curiga.


veronika


pun pulanag dab berterima kasih pada andre. "makasih yah kak udah


dianterin sampai pulang". ucap veronika pada kakak kelasnya. dan andre pun


pulang dengan tersenyum pada veronika.


andre


ketika di kampus. andre seorang pria yang baik dengan wajah yang tamban dan


sikap yang baik veronika yakin sungguh beruntung orang yang di sukai oleh kaka


kelasnya itu. andre punya wajah yang mirip oppa -oppa korea tapi dia tidak


terlalu sombong dengan ketampanannya. dia juga termasuk mahasiswa teladan di


kampus dan punya fans nya tersendiri, hanpir sama dengan alex tapi alex punya


keunggulan tersendiri yaitu harta yang banyak.


steffy


pun masuk ke rumahnya dan melihat ibunya yang sangat khawatir dengan keadaannya


karena ponsel veronika mati dan tidak bisa dihubungi."maaf bu, ponsel veronika


mati karena averonika lupa ngecharger tadi" memluk ibunya untuk


menghilangkan kekhawatirannya.


"sana


mandi ibu udah siapin air hangat buat kamu" perintah sang iibu sambil


menjauhkan diri dari sang anak.


"tunggu,


bu aku mau nanya sesuatu?" ucapnya menghentikan sang ibu.


"iya,


iya besok ajah kan sekarang udah malem, sana manti, terus tidur, besok kita


ngobrol lagi" perintah ibu yang tidak bisa di bantah.


steffy


pun pergi mandi dan bersiap untuk tidur. sebelum tidur veronika kembali


memikirkan apakah iya vivi, gadis yang dicari alex, dan bagaiman kalau itu dia.


"apa yang harus aku lakukan, ahhhh... gak mungkin orang aku ajah gak

__ADS_1


inget. masa itu aku, mending besok aku tanyain ke ibu" melanjutkan


tidurnya dengan nyenyak.


ke


esok kan harinya steffy bangun dan bersiap-siap unutk pergi ke kampus seperti


biasa. kemudian dia teringat yang terjadi semalam.


dia


pun duduk di meja makan dan melihat foto ayahnya dengan seorang lelaki yang


seumuran dengannya. lalu teringat dengan foto yang diambilnya semalam di rumah


alex. " hahhhh, benar ini sama pesis" ucapnya dengan terkejut dan


keras.


"bu


ini siapa?" tanya veronika pada ibunya. " itu ayah kamu veronika,


masa lupa" dengan sedikit penekanan.


"bukan


ayah, ini yang ada di samping ayah" sambil menujukan foto yang


dipegangnya.


"kalau


gak salah dia temen ayah kamu dulu" sambil mengingat-ingat dan menyiapkan


makanan.


"ohhhh


begitu" ungkap veronika dengan lega.


"apa


kita dulu tetanggan dengan nya bu" tanyanya lagi penasaran.


"iya


tapi keluarga kita pindah waktu itu gara- gara kamu yang kegigit annjing"


ungkap sang ibu sambil tersenyum.


"apa....!


aku pernah kegigit anjing bu? kapan? dimana?kok aku gajk ingr? " tanya


steffy kaget dan hampir memuntahkan makanan nya.


"hati--hati


makan nya" memberikan veronika air. dan mulai duduk untuk makan.


"kamu


itu dulu berani banget, bahkan kamu punya cita-cita jadi super hero"


ungkap sang ibu dengan penuh kebahagiaan.


"teru-terus"


jawab veronika penasaran.


"kamu


dulu pernah nolong seseorang yang digigit anjing dan kalau gak salah dia anak


nya temen ayah kamu., waktu itu ibu panik banget pas denger kamu di gigit


anjing dan langsung bawa kamu ke rumah sakit, untung anjingnya gak rabies"


ucap sang ibu dengan khawatir.


"terus


kenapa aku gak inget kejadian itu" tanyaku penasaran.


"dokter


bilang kamu kena amnesia disosiasi, tentu itu membuat ibu dan ayah panik, kamu


gak boleh stress dan kami pun memutuskan untuk pindah dari tempat itu dan


mencari rumah baru, dan inilah rumah kita" jawab sang ibu.


steffy masih bingung


dengan perkataan sang ibu, dan mencernanya bai- baik. dia bingung harus

__ADS_1


melakukan apa


__ADS_2