
interview
Veronika telah bersiap untuk pergi ke restoran bu mary ia mendapatkan sif siang hari ini dari jam 12 siang sampai jam 8 malam. Sehingga ia masih bisa mengikuti perkuliahan di pagi hari nya.
Ia pergi ke restoran itu Bersama dengan andre. Menggunakan sepeda motor milik andre. Di sepanjang penrjalanan menuju restoran andre memberikan banyak pertanyaan seolah sedang mengintrogasi nya. Tapi ia mecoba untuk menjawab pertanyaan itu dengan bijak . ia masih merasa kesulitan untuk mempercayai seseorang setelah penghianatan yang dilakukan oleh jesicca.
“fy, punya keinginan yang belu tercapai gak?” tanya dengan keras karena ia sednag mengendarai motor.
“tentu, setiap orang pasti punya mimpi untuk mereka raih. Kalu akum au jadi desaigner. Makan nya aku ngambil jurusan itu. Sejak kecil ak berharap bisa mempunyai butik sendiri dan membuat irang Bahagia dengan kaya ku” jawab nya pada andre juga dengan suara keras.
Tidak terasa mereka sampai di restoran. Saat pertama datang ia melihat restoran itu sudah penuh dengan orang-orang yang makan siang. Ia baru sadar ini adah jam sibuk restoran pasti banyak orang.
“makasih yah kak, udah nganterin veronika sampai sini “ memberikan helm yang di pakai nya pada andre. “maaf ngerepotin”
“santai aja kali fy. Kita kan teman” ucap nya dengan santai tapi dalam hati ia mengganti kata teman dengan kata pacar tapi ia harus sabar lakukan senua nya step by step. Berbicara dalam hati. Sambil menunjukan senyuman tulus pada Wanita yang di sukai nya. “ nanti pulang kakak jemput yah”
“gak usah kak, lagi pula aku gak tahu kapan pulang, kana k masih baru. Jadi harus menyesuaikan diri dulu dengan lingkungan sekutarku” ucap veronika mencoba menolak andre.
Ia merasa terlalu banyak merepotkan andre. Ia harus belajar mandiri dan jangna terlalu berharap pada orang lain.
“seriusan kak. Kaka pasti punya urusan lain untuk dilakukan” lanjut veronika.
“ya udah kalu begitu. Kalua terjadi sesuatu hubungin kakak yah”
“ok kak” mengangkat tagan di samping alis untuk memberikan hormat seperti upaca bendera.
“kamu apaan sih, gak usah gitu kali” menurunkan tangan veronika dan melihat tawa kecil dari wajah steffy.
Hati andre Kembali berdebar melihat tawa jail dsri veronika. Yang membuat nya melihat mata biru itu indah itu sebnatar lalu Kembali menglihkan perhatian nya pada yang lain karena tkut ketauan veronika.
“aku masuk dulu yah ka, dahh” melambaikan tangan nya dan langsung mebuka pintu restoran dan masuk.
__ADS_1
Andre tidak bisa berkata apa-apa karena ia merasa gugup. Ia hanya bisa melambaikan tangan utnuk membalas apa yang dilakukan veronika. Wanita ini luar biasa ia bisa membuat andre kehilanga kata-kata dalm sejenak hanya dengan melihat tawa nya. Semakin kuat pula tekad nya untuk mendapatka veronika.
Saat veronika memsuki ruangan restoran restoran tengah penuh dnegan para tamu yang kan akan siang. Ia langsung pergi ke ruangan ibu mary untuk mendeskripsikan tentang pekerjaan yang akan dia lakukan. ia mengetuk ruangan itu. Ia mendengar ibu mary sedang menelepon seserang dan memarahi nya di telepon seperti seorang ibu yang memarahi anak nya. Ia rindu suara itu. Sura seorang ibu yang khawatir kepada anak nya. Rupa nya ibu mary sudah memilki seorang anak yang sudah dewasa. Ia tidak mendengar apa yang di bicarakan tapi ia bisa merasakan perasaan khawatir itu dari suara nya.
“masuk” jawab wanit ayang ada dalam ruanagan .
Ia membuka pintu ruangan ibu mary yang telah duduk di kursi nya.
“silahkan duduk”
“iay bu” veronika duduk di kursi yang berhadapan dengan ibu mary. Aura Wanita di depan nya berubah bukan seperti ibu yang baru di dengar nya tapi seperti seorang pebisnis ulung yang mewawancarai karyawan nya untuk bekerja. Ia merasa gugup dan mengepalkan tangan nya. Ia bingung harus mengatakan apa.
“nona veronika kan?” tanya dengan jelas
Steffy hany mengangguk untuk meng iayakan apa yang di tanyakan.
“bisa liat ktp nya?”
“ini bu ktp nya” memberikan ktp.
Mary mengamati stiap tulisan yang ada disana.
“kamu masih muda, dan masih kuliah” suara mengintrogasi. “kenapa kamu memutuskan untuk mengambil pekerjaan part time ini?” lanjut nya.
Veronika gugup mendengar setiap kata yang di ucapkan ibu mary pada nya. Ini pertama kali nya ia di interview kerja.
“saya…. Butuh banget pekerjaan ini bu” uccap nya gugup. “ini pertama kali say kerja. Ibu saya baru-baru ini kecelakaan mobil. Dia di tabrak lari oleh orang yang tidak di kenal.” Mencoba untuk tidak menangis dan tidak menujukan kesedihan nya. Walaupun itu masih belum bisa menghilangkan raut wajah yang di tunjukan nya Ketika mengingat ssosok ibu yang di cintai nya terbujur kaku di rumah sakit.
“saya harus membayar biaya rumah sakit dan kehidupan ssaya sehari-hari, karena itu saya sangat….sanagt membutuhkan pekerjaan ini” ucap nya dengan nada memohon pada mary.
Mary merasa iba denga napa yang di alami gadis di depan nya, ia tidak menyangka gadis itu harus mengalami masalah sebsar ini dalam hidup nya. Ia menghela nafas.
__ADS_1
“saya turut berduka denga napa yang terjadi dengan ibu mu, tapi saya yakin kamu bisa memalui semua ini.” Memberikan semangat pada veronika.
Veronika yang mendengar perkataan itu merasa terhibur. Ada rasa lega di hat nya Ketika ia bisa berbagi perasaan dengan ibu ini. Selama ini ia selalu menyimpan segala maslah nya sendiri dan tidak menceritakan nya pada orang lain. Tapi saat ini ia bisa dengan mudah bercerita dengan boss restoran nya.
“iya bu, terima kasih” mencoba tersenyum.
“baiklah kamu say terima disini, tapi kamu masih sebagai pegawai part time. Gaji kamu akan di bayar per jam yah. 1 jam 30 ribu” menjelaskan dengan jelas dan pelan agar mudah di mengerti “ kamu akan teri gajih kamu di hari minggu setiap bulan tergantung jam kerja kamu. Jadi jika kamu tidak masuk kamu tidak akan di bayar. Untuk alasan apapun”
Steffy hanya mengangguk tanpa bicara untuk bisa lebih focus denga napa yang di katakan oleh ibu mary.
“selanjt nya kamu akan di angkat menjadi karyawan tetap jika. Pertama kamu tidak punya absen selama kamu bekrja disini selama 4 bukan. Kedua. Kerja kamu bagus, itu akan di nilai oleh saya sendiri dan orang yang saya tunjuk untuk menjadi pengawas kamu.” Jelas nya Panjang lebar.
“ iya bu saya mengerti” menganggukan kepala “bagaimana dengan jam kerja saya bu?”
“oh iya saya lupa. Seperti yang saya bilang dulu. Kamu bekerja pada jam 12 siang sampai -8 malam ada waktu istirahat untuk makan.” Ucap mary. ”ad ayang ingin di tanyakan lagi?”
“nggak bu cukup” menunjukan wajah tenag.
“kalua begitu selmat kamu di terima dan bisa mulai bekerja hari ini” berdiri dari kursi dan memberikan tangan nya untuk saling bersalaman sebagai tanda kesepakan.
“terima kasih bu, terima kasih banyak bu” membalas salaman ibu mary.
Bersambung,
Selamat datang jangan lupa vote , tulis review dikolom
komentar, agar bulan maret rajin ngetik. Hehe.
Salam hangat buat reader yang udah nyempetin baca.
Yuk mulai rajin baca, Terima kasih author
__ADS_1