
veronika yang tak tahu harus bagai mana lagi. ibu nya telah pergi meninggal kan nya sendiri. kenapa ia harus menyetujui pernikahan ini jika ibu nya akan tetap meninggal.
"akan ku tangkap kau pembunuh " mebuaat tekad yang kuat di hati nya untuk bisa menangkap pembunuh ibu nya.
lalu tangan besar menyentuh bahunya.
"fy, kamu harus kuat yah " cuca alex dengan sedih.
veronika hanya mengangguk . tidak tahu harus bersikap seperti apa pada alex yang sekarang telah menjadi suami nya.
"kamu istirahat sana " menyuruh masuk veronika ke kamar. veronika menatap alex dengan tatapan aneh karena takut. "tenang saja aku akan menjaga mu di sini. menujuk sebuah sofa yang ada di ruang tamu
"kamu sekarang tanggung jawab ku fy."
mendengar hal itu dari alex veronika merasa bersalah. ia seharus nya sudah menjadi istri yang baik. tapi ini bukan pernikahan yang di inginkan veronika.
veronika berjalan ke arah kamar nya dengan lemas. lalu mebaringkan tubuh nya. ia membayangkan betapa hidup nya begitu menyedihkan. apakah ini bayaran untuk kehidupan nya kembali.? jika memeng ini adalah ganti daru hidup nya kembali? ia tak menginginkan nya. lihat lah jesicca semua berawal dari mu. kalau saja kamu tidak menjebak ku waktu itu. semua ini tak akan terjadi. ibuku akan tetap ada. pikiran nya terus bergelut dalam otak nya dengan begitu hebat. hingga ia merasa lelah dan tertidur.
"heh... " ia terganggu oleh sinar matahari yang masuk ke kamar nya.
"hey puri ku... bangun" ucap sang ibu untuk meminta ibu nya bangun.
veronika yang mendengar ibu nya langsung membuka mata dan mencari sumber suara.
"ibu.... langsung berlari kearah ibu nya denagn semangat.
"ibu jangan pergi.... aku butuh ibu"
"sayang" suara itu begitu menenagkan hati veronika "kamu kan anak kuat, anak ibu loh" membelai veronika dan mengajak nya untuk duduk di kasur lagi.
"pokok nya aku gak mau ibu pergi. semua yang terjadi kemarin cuma mimpi kan?" bertanya pada ibu nya.
"hey... anak ibu sekarang udah jadi istri orang loh" mengingatkan veronika bahwa ia telah menikah.
"aku gak mau kalau gak ada ibu" semakin mengeratkkan pelukan nya
__ADS_1
"alex rasa ia akan menjadi suami yang baik untuk mu sayang" mangankat kepala veronika "lihat ibu.. ibu ingin kamu bahagia"
veronika merenung sejenak memikirkan perkataan ibunya. dan menghapus air mata nya.
"ibu ingin ngeliat aku bahagia kan,? aku ikut sama ibu biar kita bisa sama-sama" ungkap veronika dengan air mata yang terus menetes.
"kamu anak ibukan? "tanya nya dengan tegas.
"kamu gak sendiri sekaranag. ada alex dan keluarga nya." tambah sang ibu. "mengerti "
veronika menggguk. dan tiba-tiba ibu nya menghilang dari pelukan veronika. "ibu...ibu... aku masih kanngen"
ternyta veronika hanya bermimpi dan ia sedang demam tinggi. "ibu...ibu ...jangan pergi aku ikut" gumam veronika dalam tidur nya.
alex yang panik dengan demam veronika langsung memanggil dokter. karena setelah di kompres demam nya tidak kunjung turun.
"fy.... kamu akan baik- baik aja, aku jamin itu" ucap alex khawatir sambil terus memberi kompres di kepala istri nya.
dokter datang memeriksa keadaan veronika yang demam.
"tidak apa-apa, dia cuma syok dan belum menerima keadaan, nanti dia sadar. terus kamu nanti kasih obat ini yah" dokter langsung memberikan obat yang telah di siapkan,
"makasih dok"
"oh yah alex, kamu tinggal berdua dengan gadis ini" bertanya heran karena tidak ada orang lain disana.
"sekarang gadis ini istri saya dok"
"kamu sudah menikah?" tanya dokter penasaran . pasal nya ia adlah dokter keluarga sudirjo jadi ia pasti di undang dalam pernikahan keluarga itu.
"kok gak ngasih tahu"
"baru pernikahan nya ajah kok, untuk resep si nya itu masih belum di tentukan" ucao alex dengan malu.
"ya udah nanti dokter di undang yah"
__ADS_1
"iya dok pasti" ucap alex dengan masih menyembunyikan kekhawatiran nya kehilangan gadis ini.
"kalau begitu saya pamit" langsung keluar di antar alex.
keesokan pagi nya veronika bangun dengan tidak bersemangat. ia mencoba untuk berdiri tapi tenaga nya belum kembali sepernuh nya.
"kamu istirahat dulu ajah fy" suara berat itu langsung mendekat ke arah veronika. " sini berbaring lagi" menyuruh veronika kembali ke tempat tidur
veronika hanya memperhatikan alex yang begitu perhatian pada nya.
"aku sudah menyiap kan bubur untuk mu fy" langsung mengmbil bubur yang berada di nampan "oh tidak kamu harus minum dulu" mengambil air lalu meberi veronika bubur.
veronika mengambil bubur itu dengan kesulitan. "sini aku suapin yah" suara lembut alex membuat hati veronika bergetar.
"maaf, aku ngerepotin kamu lex, aku gak seharus nya lemah seperti ini" ucap veronika sambil memakan bubur nya.
"ini sekarang sudah menjadi kewajiban aku fy" uccap alex dengan tersenyum manis.
"aaa" kembali menyuapi veronika yang tersipu malu.
"aku rasa pernikahan ini seharus nya tidak kita lanjutkan lex" suara veronika kembali muncul.
alex terkejut mendengar perkataan veronika tapi ia harus bisa tetap tenang karena kondisi veronika yang masih tidak stabil.
"bisa katakan alasan nya?" tanya alex dengan lembut.
"aku gak mau jadi beban kamu, kamu masih muda. dan pasti ada banyak harapan yang ingin kamu capai kan?" ucap steefy sambil menunfukan kepala. "aku gak mau belas kasihan kamu tapi aku berterimakasih karena kamu mau memenuhi permintaan terakhir ibuku" ucap veronika dengan getir.
"aku tahu pernikan ini mendadak. tapi apakah kita tidak bisa mencoba nya?" ucap alex sambil mengankat wajah veronika yang menunduk "tatap mata aku. apa aku terlihat menyesal melakukan nya"
veronika yang melihat tatapan alex yang begitu tulus dan langsung mengalihkan pandangan nya.
"kamu terlalu baik buat aku"
"terlalu baik etau emang gak pantes buat kamu?" uangkap alex dengan kecewa.
__ADS_1
veronika membantah itu dan menggelngkan kepala nya pada alex yang terlihat sedih. "ayo kita coba pernikahan ini" memeluk alex perasaan bahagia.