
sementara veronika sedang mengamati cctv dari salah satu pemilik rumah disana. ia juga menemukan hal yang mengajutkan dari dalam vidio itu.
"tidak .... " mengatur nafas nya agar kembali stabil melihat ibu nya yang di tabrak .
"bukan kah itu laki-laki tadi? kenapa tadi dia tidak bilang?" ucap nya sambil terus mengamati cctv itu dengan untuk memastikan dia tidak salah lihat. lalu ia juga teringat akan mimpi yang pernah ia alami. ibu nya pernah berkata yang mengendarai mobil adalah wanita. tapi yang terekam dalam cctv hanya mobil hitam dan plat nya. ia harus segera meminta file ini untuk di jadikan barang bukti. pikir nya langsung memindahkan file ke dalam flas disk nya.
hp veronika berbunyi.
"hallo"
"fy kamu dimana?" suara alex dengan khawatir..
"hm,... aku... kafe sebentar" berusaha mencari ide. veronika belum iap untuk menceritakan niat nya saat ini pada alex. sangat sulit untuk mempercayai seseorang saat ini. walaupun ia tahu alex baik. tapi rasa sakit akan penghianatan yang pernah di alami nya dulu oleh jesicca masih membekas hingga saat ini.
maaf lexx aku belum bisa jujur sama kamu. ucap nya dalam hati ketika mendengar alex. "aku laper"
"oh laper, kenapa gak bilang. aku kan bisa anter makanan buatb kamu" jawab alex lembut.
"iya, gak papah aku sekalian jalan-jalan buat mencari udara segar" balas nya berusaha untuk santai.
"kamu sekarang di kafe apa? aku jemput" ucap alex.
veronika seketika panik ia saat ini masih berada di sini untuk mencari bukti.
"gak usah aku pulang kok sekarang" ucap veronika ." kamu kan masih ada kuliah kan?" mencoba mengalihkan pembicaraan".
"iya sih, tapi sekarang aku punya tanggung jawab, kamu sudah jadi tanggung jawab ku" ucap alex dnegan malu.
veronika terpaku mendengar alex mengatakan hal itu. ia merasa begitu di istimewakan. tapi ingan fy tugas mu sekarang cari tahu semua tentang kematian ibu mu.
"kamu... yah... santai ajah kita kan keluarga sekarang kan? " veronika berusaha untuk tidak terlalu baper.
__ADS_1
"aku udah perjalanan pulang ini".
"ok, kalau begitu, samapai ketemu nanti.
setelah menyalin rekaman itu ia langsung pergi dari rumah pemilik cctv dan mengucapkan terimakasih, veronika pergi ke rumah nya dengan tergesa-gesa. ia ingin meneliti vidio itu.
di lain tempat jesicca rupa nya mendengar percakapan antara alex dengan veronika. ia begit penasaran kan kata-kata alex barusan. veronika sekarang jadi tanggung jawab alex? apa maksud nya itu. apa mungkin?. tidak... tidak mungkin kan? berusaha menyingkirkan pikiran bahwa alex sekarang sudah menikah denga gadis cupu itu. jesicca mendekati alex yang telah selesai menelepon.
"hallo lex" sapa jesicca.
"hai jes, what happen" jawab alex.
"no... aku pikir sekarang kamu jarang ngumpul bareng lagi sama anak-anak" tanya jesicca.
"oh iya aku ada urusan" bals alex. ia sebenar nya tidak ingin berbohong. ia ingin memberi tahu pada semua orang bahwa ia adalah suamai dari veronika. tapi seperti nya ini bukan waktu yang tepat.
"main yuk" ajak veronika.
"kalau gitu aku ikut, udah kangen nih sama tante mary" sambil memgang tangan alex.
alex melepaskan tangan itu dengan pelan supaa tidak menyinggung jesicca. "maaf jes, gak bisa". jesicca begitu keras kepala tapi untung nya ada 2 teman jesicca yang datang dan membawa jesicca bersama jesicca.
"hey jes" sapa lucy. "lo tahu ada tas yang baru launching hari ini. kita shoping yuk?" dengan gaya centil nya.
"ayolah udah lama kita gak shoping " tean nya lagi menjawab.
"oke kita belanja" jawab jesicca.
jesicca sebnar nya ingin berta nya banyak hal pada elex tapi ting ya belum tepat. ia pun pergi dengan teman-teman nya itu menuju mall. alex begitu lega ketika jesicca pergi. apa jadi nya kalau jesicca tahu kalau ia telah menikah. begitu banyak perta nyaan yang muncul di kepala veronika yang sedang mengamati cctv dari laptop di rumah nya.
ia menulis plat no dan orang-orang yang ada di vidio itu. dan ia juga memperhatikan laki-laki yang tadi ia temui di polisi. nama nya tomi.tapi tak ada satuoun memori di masa lalu nya yang mengingatkan diri nya akan sosok tomi. krnapa tomi terlihat seperti terus memperhatikan tingkah laku ibu veronika ketika sedang menelepon seseorang.
__ADS_1
ia membuat sebuah laporan khusus untuk mencari siapa dalang pembunuhan ibu nya. disan ada begitu banyak hal yang mungkin terjadi dan para saksi yang yang akan ia tanyai satu-satu. kenapa polisi tidak menemukan apapun padahal ada banyak cctv? apakah ada seseorang yang mempunyai kekuatan di balik semua ini? semua nya masih misteri.
di luar alex datang dengan mobil nya sehingga veronika menyembunyikan bukti yang ia temukan sebelum alex mengetahui nya,
"fy...fy" teriak nya dalam rumah untuk mencari keberadaan veronika.
"iya ada apa " veronika keluar dari kamar nya.
"gak.. aku cuma mau mastiin kamu udah pulang atau belum" jawab alex pada veronika yang tersipu malu.
" kuliah nya udah" fy mengambil minuman dari galon dan memberi nya beberapa pertanyaan biasa,
"udah kok" alex langsung duduk di sofa untuk melepaskan rasa letih nya setelah kuliah.
sedangkan jesicca ketika berbelanja masih saja memikirkan kata-kata alex tentang tanggung jawab pada veronika.
"jess buruan pilih mau yang mana" luci menepuk punggung jessica yang tak fokus. jesicca kaget dengan pukulan dari teman nya itu. gua lagi gak mood deh kayak nya" jesicca langsung pergi dari mall dan ingin pergi ke rumah alex, ia tidak bisa terus begini. ia harus mengmbil tindakan untuk ras apenasaran nya ini.,
saat berada di rumah alex, jesicca tidak menemukan alex.
jesicca memencet bel dan yang keluar adalah pembantu keluarga alex.
"ada apa non?" tanya bi siti.
"ada alex gak ?"
"maaf non den alex nya gak ada," ucap siti polos.
"terus dimana?" kurang tahu itu mah. " setahu saya setelah acara pernikahan den alex si aden belum pulang"
"apa?" jesicca begitu terkejut dengan perkataan bi siti.
__ADS_1
"gak mungkin bi, kok saya gak tahu yah?" jesicca berusaha menyangkal kenyataan yang ada di depan mata nya. muka nya telah berubah menjadi merah padam karena marah.