PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU

PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU
bingung


__ADS_3

ruangan rumah sakit itu terasa sangat sepi . veronika  masih menunggu ibu nya untuk sadar . bau rumah sakit yang tidak di sukai nya dan bisa membut diri nya muntah dulu, terasa tidak berari ketika melihat ibu nya terbujur kaku tidak bisa bergerak, dan berbicara denga nya. dengan sgenap hati ia mengurus ibu nya, ia mengelap tubuh ibu nya deangn handuk kecil dan air hangat. dulu ibu nya yang melakukan hal ini pada nya. sekarang ia akan melakukan nya untuk sang ibu.


"ibu lihat, aku sudah dewasa sekarang. aku akan berusaha semampu ku untuk \membiayai kebutuhan ibu disini. ibu haris sehat lagi yah?" melihat sang ibu yang tidak bergerak dan mengharap kan respon lain selain diam.


" aku akn pulang dulu untuk mengambil baju ganti, nanti aku kesini lagi kok" mengobrol seolah-olah ibu nya sadar.


ia pernah mendengar ketika seseorang yang tidak sadarkan diri. atau koma ia bisa mendengar perkataan orang disekitar nya. jadi ia sebisa mungkin ntuk memperlakukan ibu nya seperti biasa.


"aku sayang ibu" mencium kening sang ibu lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


terlihat seseorang yang memperhatikan nya dari balik dinding dan langsung bersembunyi kembali ketika steefy keluar ruangan.


veronika memasuki lorong rumah sakit dan tiba-tiba seorang suster menghampiri nya.


""maaf nona, nona adalah wali ibu winda yang melakukan operasi kemarin bukan?" bertanya untuk memastikan.


"oh iya, saya sendiri sus" memberi tanggapan dengan tenang


"ini ada surat biaya perawatan dan operasi ibu anda, mohon segera melunasi nya " kata sang suster.sambil memberikan surat itu.


"iya sus" ia sedikit tersenyum untuk berlaku sopan dan mengambil surat itu.


"kalau begitu saya pamit yah sus"

__ADS_1


ia meberikan isyarat kepala untuk membiarkan suster pergi. ia memang  melupakan  biaya rumah sakit yang harus ia bayar. ia membuka amplop itu dan melihat angka total nya. "apa? 50 juta ?" ia melihat rebih rinci pembiayaan rumah sakit. ia sejenak tertegun melihat angka itu. dari mana ia bisa mendapatkan uang sebanyak itu. itu bukan jumlah yang kecil. ia memang meiliki tabungan tapi jumlah nya masih kurang dan butuh banyak tambahan. apa yang harus dilakukan nya? ia berpikir mungkin ibu nya memilki sebuah uang simpanan. dulu ibu nya pernah mengatakan bahwa ia memilki uang tabungan untuk biaya sekolah steefy dan uang untuk mempersiapkan pernikahan anak nya. ibu nya memang merencanakan dengan baik keuangan keluarga mereka. ia berharap bisa menemukan tabungsn itu dan bisa menggunakan nya untk biaya pengobatan ibu nya.


ia sampai di rumah. hal pertama yang ia lakukan langsung pergi ke kamar ibu nya untuk mencari buku tabungan itu. ia mengacak-ngacak kamar untuk mencari. tapi kenapa ia tidak bisa menemukan nya.


"diman- kira-kira ibu nya akan menyimpan tabungan untutk diri nya" bergmam . ia teringat ibu nya selalu merapihkan foto yang terpasang di dinding kamar ibu nya. foto itu merupakan foto keluarga kecil nya dengan ada sosok ayah yang tersenyum ketika menggendong nya diatas kepala nya. foto itu terlihat seperti foto sempurna utnuk sebuah keluarga bahagia.


"ibu dulu selalu memandangi foto ini" sambil melihat-lihat sekitaran foto. terlihat sebuah buku kecil di celakang foto itu. lalu ia mengambil dan melihat nya.


"ini buku tabungan itu" ia melihat isi buku tabungan iitu dan tercengang dengan jumlah nya.


"jumlah nya 50 juta untung aku menemukan nya. maaf ibu aku gunkan uang ibu uantuk pengobatan ibu yah" merasa bersalah dengan ibu nya.


sementara alex terus menelopon jesicca karena sejak kemarin ia belim bisa berbicara dengan jesicca. hp jesicca mati dan tidak bisa di hubungi, jadi ia memutuskan untuk mendatangi endakh jesicca dan meminta maaf karena sudah menginkari janji nya.


saat alex tiba di rumah jesicca ia mendengar keributan dari dalam rumah itu. rumah jesicca.


"itu..... bukan nya suara jesicca? " langsung berlari ke dalam rumah karena takut sesuatu yang buruk sedang terjadi.


"pergi kalian semuaaa... perrgi..." suara nyaring yang membuat setiapa yang mendengar nya merinding.


"tenang non ... tenang... " kata seorang pelayan memncoba menenangkan anka majikan nya yang tidak bisa di kontrol.


"semua orang pergi ninggalin aku..... aku sendirian" tiba-tiba menangis dan menyalahkan keadaan.

__ADS_1


alex yang melihat itu langsung memluk jesicca untuk menenangkan nya. " jes ...jes/... tenang tanang!" ujar nya dengan cepat.


" kenapa kamu kesini lex aku udah gak mau liat kamu lagi" menengok kearah alex dengan amarah dan air mata. " kamu udah bohongin aku lex, kamu janji besok bakal ketemuan sama aku." suara nya mulai melemah. " kam janji bakal ngerayain ulang tahuh sama aku, kemana kamu hah." berbalik untuk melihat alex dan mendengar penjelasan nya " kamu kemana ?" menegaskan pertanyaan nya.


"aku....aku... temen ku butuh aku untuk nolongin orang tua nya yang kecelakaan" ucap nya ragu-ragu.


"temen apa temen? " melihat mata alex yang menunduk seperti menyembunyikan sesuatu.


alex merasa bingung harus menjelaskan apa. ia ingin mengatakan yang sebenar nya tapi melihat kondisi jesicca yang sangat tempramen saat itu ia ragu. melihat mata nya yang penuh amarah. ia tidak ingin melibatkan veronika ke dalam nya.


" iya temen aku" meyakinkan jesicca.


" kemarin pagi aku ngeliat kamu pergi ke kampus bareng steefy. biasa nya kamu gak bakal nganterin cewek sampai segitu nya." memandan ale denag marah karena berbohong.


" itukan pagi nya, siang nya aku nolongin temen aku" terus meyakinka jesicca.


"kemarin aku mau nelpon kamu tapi hp aku mati karena lupa aku charg, aku gak enak kalau ninggalin dia" timapanya untuk menemukan jawaban yang tepat.


"ok.. kamukan bisa minjem hp temen kamu untuk ngehubungin aku" mencoba untuk mengulik lebih lanjut " kamu bisa kan langsung hubungin aku setelah hp kamu di charg, tapi kamu kemana"


" terus siapa nama temen kamu yang kamu tolong itu? aku pasti kenal" mencecar alex dengan banyk pertanyaan tapi muali kondisi nya membaik dan lebih tenang,


"satu-satu jesicca" menghentikan ocehan jesicca yang panjang.

__ADS_1


" pertama aku gak hafal no hp kamu. jadi gimana aku ngehubungin kamu" mencoba tenang untk meyakinkan jesicca. kedua aku ketiduran tadi malaem karena kecapean. dan ketiga kamu gak bakal kenal sama dia. karena dia kenalan aku di luar negeri." menatap mata jesicca untuk meyakinkan . "puas"


jesicca terdiam sejenak dan amarah nya mereda dia merasa sedih karena alex berbong kepada diri nya. ia tahu semua kejadian kronologis na dengan jelas. tapi ia juga senang alex masih memperhaikan diri nya dan memikirkan perasaan nya. sekarang ia hanya harus berpura-pura tidak tahu apa-apa dan semua berjalan seperti rencana nya. pikir dalam kepalanya.


__ADS_2