PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU

PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU
SEBUAH KEJUTAN PERJODOHAN


__ADS_3

Ia mengetuk pintu dengan perlahan. Dan menuggu jawaban dari dalam.


“masuk” suara dari dalam ruangan.


Veronika memasuki ruangan dengan ragu dan membawa sebuah foto using yang terlihat sudah lama di tangan nya,


“ada apa veronika, ada hal yang ingin kau tanyakan tentang pekerjaan” melihat kea rah veronika sedangkan tangan nya masih memegang kertas laporan yang banyak.


“maaf bu saya mengganggu, tapi kalu ibu merasa sibuk saya akan ke sini lagi nanti”


“tidak ko, kamu ingin tanya apa?” menutup kertas laporan di tangan nya dan memberikan isyarat dengan tangan nya untuk duduk


Veronika duduk dan masuh memegang foto itu dengan erat.


“ibu kenal tidak denan nama winda?” tanya nya ragu.


“winda?” mengingat-ngingat memori dalm kepalanya.”maksud kamu winda permatasi?”


“iya bu?” menggangukan kepala nya.


“tentu….dimana kamu mengenal nya fy? Saya sudah lama tidak lama bertemu dengan sahabat saya yang satu ini”. Tersenyum mengenang sahabat karib nya yang begitu baik dan menjadi penyemangat untuk hidup nya agar berbisnis.


Veronika menutup mata dan maih mebisu. bingung harus meberi respon apa. Dan memberikan sebuah foto ibu nya dengan mary. Mary langsung mengambil dan melihat foto yang ada di dalam gambar.


“iya… ini foto winda dan saya.” Melihat kea rah veronika dengan penasaran. “kamu mendapatkan nya dimana?”


“saya…. Anak dari ibu winda bu” jawab nya pelan.


Mary menyipitkan mata nya seolah menyemournakan memori nya dulu dan saat ini.


“ Yahhh ternyata itu kamu…. Vivi pantas saja saya ngerasa sudah pernah bertemu kamu.” Langsung megang tangan veronika yang mengepal.


“senang rasanya bisa bertemu dengan mu lagi nak” memberikan senyum rindu,


“bagaiman keadaan ibu kamu?” lupa dengan perkataan veronika selum nya.


“ibu … saya di rumah sakit tante..”ucap nya dengan nadda sedih.


“apa??” langsung bangkit dari kursi nya dan mendekati veronika “ jangan bilang…..” menduga-duga.

__ADS_1


“iay bu… iibu saya mengalami kecelakaan satu minggu yang lalu” ia meneteskan air mata nya lagi dan langsung menghapus dengan tangan nya.


“ohh… sayang” langsung memeluk veronika yang menhan sesuatu dalam diri nya.


“kenapa kau baru bilang sayang” ucapa nya menenagkan tangis veronika yang menjadi-jadi.


“saya semalam bermimpi… hehe… ibu saya mendtangi saya dan meminta untuk menemui ibu mary , teman lam yang sanag di sayangi nya. Mungkin ibu saya bisa sadar kalau bisa langsung bertemu dengan ibu”


“dia masiih belum sadar?” langsung mengambil tas nya dan mengajak veronika untuk pergi ke rumah sakit.


Mary selama ini sudah lama mencari sahabat nya, sahabat yang memberi semangat di saat masa terpuruk nya. Ia merasa cemas Ketika mendengar sahabanya itu mengalami koma dan belum sadarkan diri. Ia melihat gadis di samping nya. Dulu ia sangat ceria dan lucu. Sekarang sudah dewasa dan harus menggung beban ini seorang diri. Ia juga pernah bermimpi di datangi sahabat nya untuk mejaga anak nya yang sendirian. Awal nya ia merasa itu Cuma mimpi biasa karena merindukan sahabat lama nya. Rupanya itu merupakan pertanda dari sahabat nya.


“ayah mu kemana?”


“ayah sudak meninggal saat saya kecil bu”


“dan kau sendiri dengan semua permasalahan ini?” tanya nya denag wajah sedih.


Mereka sampai di rumah sakit pelita harapan dan lansung datang ke ruang rawat. Disana ia mempersilahkan ibu mary untuk memasuki ruangan seorang diri untuk memberikan mereka waktu untuk berbicara dari hati ke hati.


“silakan bu masuk, saya akan menuggu disini” Berharap semoga ibu nya akan sadar dan hidup Bersama veronika lagi.


Lalu mereka duduk di kursi rumah sakit dan mengobrol.


“kamu tahu dulu saya pernah memilki janji dengan ibu mu” melihat kea rah veronika dan memgang tangan nya.


Veronika ragu  untuk menjwab pertanyaan itu dan hanya melihat ke rah ibu mary.


“kami berdua meilki janji untuk menjodohkan anak kami setelah dewasa”


Benar saja dugaan veronika seperti dalam mimpi yang di alami nya. Ia masih bingung memikirkan apa Langkah selanjutnya yang harus ia ambil.


“ibu harap kamu mau menepati jajni yang tela ibu kamu dan saya buat, saya merasa bertanggung jawab atas kamu sayang,” mengelus kepala veronika yang terlihat sedih.


“tapi bagai mana dengan anak ibu apakah ia setuju dengan perjodohan ini” tanya veronika.


“kamu tenang saja anak saya pasti setuju dengan perjodohan ini,” meyakinkan veronika.


“kasih saya waktu yah bu, saya harus memikirkan nya” meminta waktu pada mary.

__ADS_1


“baiklah. Saya harap kamu memberikan keputusan terbaik”


“kalu begitu ibu permisi dulu”


“maaf bu oleh saya ikut dengan ibu untuk ke restoran saya harus bekerja” meminta pada mary.


“kamu gak usah kerja sayang, kamu kan anak sahabat saya masa saya mempekerjakan kamu” menolak dengan halus.


“tapi saya harus bekerja bu” bersikeras untuk pergi bekerja.


“ya udah kalau kamu memaksa”memberikan senyum tulus.


Mary bisa melihat ketulusan di wajah veronika dan kebaikan hati nya. Ia rasa ia tidak slaah pilih untuk anak nya yang sedikit nakal itu. veronika pasti bisa menaklukan hati putra nya.


Ia Kembali melakukan pekerjaan nya sebagai pelayan dengan tanpa beban. Tiba -tiba ia mendengar viona mendekat kerah nya dengan girang.


“veronika liat tuh anak bos udah dating” dengan suara melengking nya.


Veronika tidak melihat wajah pria itu karena ia hanya melihat bagian belakang tubuh pria itu. tapi Ia rasa ia pernah melihat perawakan tubuh itu. tapi dimana? Ia juga penasaran dengan wajah pria yang akan di jodohkan dengan diri nya.


Tapi biarlah toh nanti nya pria itu pasti menolak perjodohan ini, mana mungkin anak keluarga kaya mau di jodohkan dengan diri nya yang tidak memilki apapun. Ia berbicara pada diri nya sendiri dengan tenang.


Tidak lama ia di panggil untuk ke ruang ibu mary. Ia merasa gugup karena sedari tadi ia masih belum melihat anak ibu mary keluar dari ruanagn itu.


“buruan sana kamu di panggil ke ruangan ibu mary” ucap viona dengan cepat.


Ia pun masuk dengan perlahan. Ia sempat mendengar perdebatan antara ibu dan anak itu. pasti ini maslah tenttang perjodohan ini. Veronika tahu tak akan mudah untuk seorang anak yang hidup di jaman ini untuk menerima perjodohan mereka menginginkan kebebasan. Ia menghela nafas seblum akhir nya masuk dan seketika perdebatan itu berhenti.


Ia pun terkejut dengan pria yang ada di depan nya begitu pun sebalik nya. Merka semua yang ada di ruangan itu terdiam sejenak sebelum ada suara yang memecah keheningan di antara mereka.


“kenalin nak ini veronika putri dari sahabat mamah yang mamah bilang barusan” melihat ke arah pria yang mematung itu. “dan kenalin veronika ini alex putra saya, ayo dong salaman” memaksa kedua nya untuk berjabat tangan.


Bersambung,


Selamat datang jangan lupa vote , tulis review dikolom


komentar, agar bulan maret rajin ngetik. Hehe.


Salam hangat buat reader yang udah nyempetin baca.

__ADS_1


Yuk mulai rajin baca, Terima kasih author


__ADS_2