
veronika
masih merasa bingun dengan apa yang dikatakan oleh sang ibu pada dirinya.
"terus, dulu aku punya panggilan kecil gak" tanya steffy penasaran.
"tentu, dulu
kami sering memanggilmu vivi, lucu bukan? tapi kau tidak suka dipanggil vivi
karena itu kekanak-kanakan katamu" sambil menggoda anaknya.
" vivi?"
masih tertegun dengan apa yang di dengarnya dan terus mencari informasi dari
sang ibu.
"ibu kenal gak
sama anak yang ku tolong dulu itu?" tanya nya penasaran.
"nggak terlalu
, soalnya dulu anak itu pendiam dan jarang bergaul, kecuali sama kamu ajah
vivi" sambil membersihkan meja makan.
"ada apa sayang,
kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang ini" ucap sang ibu pada anak nya.
" nggak bu aku
cuma penasaran ajah" jawabnya berusaha untuk santai.
rasanya veronika
ingin mencurahkan segala perasaan nya pada sang ibu, tapi dia tidak ingin
membuat sang ibu merasa khawatir. sejak kepergian ayah beberapa tahun lalu ibu
selalu bekerja setiap hari dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan ku untuk
berkuliah. " aku harus bisa menyelesaikan setiap masalahku sendiri"
pikirnya dalam hati.
" kamu belum
berangkat sayang" tanya sang ibu pada veronika yang masih melamun dan asik
dengan pikiran nya sendiri.
tiba-tiba veronika
sadar hari ini ada kuliah pagi " oh iiya, aku ada kuliah pagi mah, aku
berangkat yah" ucap steffy setelah mencium tangan ibunya dan langsung
berlari keluar rumah nya dengan buru-buru.
ibu steffy melihat
hp anak nya yang tertinggal di meja dan berusaha mengejar anaknya yang baru
saja keluar dari rumah.
"veronika
....steffy hp kamu ketinggalan" sambil berjalan kearah pintu.
"iya ..iya bu
aku lupa hehe" sambil kembali berbalik dan mengambil hp nya yang
tertinggal.
"makasih
bu" sambil mencium pipi sang ibu dan langsung mencari taksi untuk ke
kampus.
setelah masuk
kedalam mobil sambil memegang hpnya, hpnya pun berbnyi dan ada panggilan dari
no tak dikenal. "ini pasti no hp si penyihir itu " sambil mengangkat
telepon dengan malas dan melihat arak kaca mobil bagian luar.
" hallo ? ini
dengan siapa" tanya vivi dengan pada si penelepon.
" hallo veronika
ini aku jesicca, " jawabnya di telepon.
__ADS_1
"ohh, jesicca
ada apa?" tanya nya berpura-pura.
"aku mau cari
tahu tentang perumahan di sekitar rumah kamu itu. kamu ingetkan?" ujarnya
mengingatkan vivi.
" oh, iya yang
semalem, yah" jawab vivi berpura-pura antusias.
" maaf yah
jess, kayaknya semua nya udah ada penghuni nya deh" berpura-pura sedih
pada jesicca.
"btw hari ini
kamu sibuk gak, kalau nggak kita main yukk? " tanya jesicca lagi pada vivi
untuk mengajak nya nongkrong.
" maaf yah
hari ini aku punya tgas kampus yang menumpuk jess, lain kali ajah, makasih lho
udah di tawarin" sahut vivi dengan wajah menghina.
vivi ingat dudlu
dia begitu antusias ketika seorang jesicca mengajk nya untuk nongkrong, tapi
kali ini dia nggak akan tertipu lagi, apalagi setelah tahu dia adalah vivi yang
di cari alex. vivi harus menyusun rencana agar semua nya bisa terkontrol dengan
baik.
vivi tak tahu
tentang apa yang akan terjadi jika dia mengubah alur cerita hidup nya. tapi dia
akan berusaha untuk tetap bertahan untuk orang- orang yang mencintainya dengan
begitu luar biasa dan ingin membuat mereka bahgia dengan kehadiran nya.
vivi pun sampai di
vivi melewati
setiap mata kuliah nya dengan baikdan menyelesaikan tugas- tugas yang di
berikan.
seperti biasa vivi
pergi ke perpustakaan kampus unutk mencari referensi untuk tugas kampus nya.
ketika berjalan
menuju perpustakaan vivi melihat alex yang sedang mengobrol dengan teman nya.
vivi masih bingung teentang apa yang harus dilakukan nya terhadap alex. apakah
dia harus mendekati nya atau menjauh sejauh mungkin untuk menghindari
pertengkaran denga jesicca yang ber mula dari alex.
kemudian vivi
langsung pergi melewati mereka dan menuju perpustaan kampus sambil memakai kaca
mata besar nya serta membawa tumpukan tugas di tangan nya.
alex sebenar nya
ingin melihat veronika walau hanya sesaat. semenjak kejadian di pesta nya, dia
semakin tertari dengan sosok veronika. gadis yang sangat cantik dan memiliki
mata biru seperti lautan. tapi dia tidak tahu kenapa veronika menutpi
kecantikan nya dengan kaca- mata itu dan baju yang terlihat kebesaran bagi veronika.
alex penasaran kemana veronika akan pergi setelah menyelesaikan kelas nya.
ingin alex mengajak nya mengobrol dan bercengkrema. tapi jesicca bilang dia
harus memberi kesan kepada steffy kalau dia itu berbeda dari pria lain, dan
harus bersikap tenang.
steffy pun masuk ke
perpustakaan dan kampus dan mencari referensi tugasnya.
__ADS_1
tatanan buku yang
terlihat rapi berjejer dari ujung ruangan, dengan tatanan lemari yang rapi dan
buku dan disusun berdasrkan judul masing-masing. perpustakaan seperti rumah
bagi nya, tempat untuk menghabisjkan waktu sambil membaca buku- buku yang ada.
steffy berjalan menyusuri
lemari buku sambil memilihbuku apa yang kali ini akan di nya baca.
"veronika"
suara berbisik memanggil nya dari jauh sambil sedikit tersenyum.
sreefy pun melihat
sumber suara dan melihat kak andre di balik rak buku tempat nya sekarang.
sambil membulatkan mata nya dia terkejut melihat kak andre.
" kak andre,
kemana ajah aku -cari ?" tanya vivi pada andre.
"ada apa
eman" tanya andre pada vivi.
veronika pun
mengeluarkan sebuah kotak makanan yang di buat ibu vivi untuk ande karena telah
mengantar putri satu-satu nya pulang dengan selamat.
"wihhh, enak
nih kayak nya" jawab ande sambil mencium aroma kotak makanan yang di bawa
vivi.
" makasih yah
kak kemarin udah nganterin aku pula" sambil memilih buku yang dicari nya.
"sama-sama,
kan kita harus saling menolong" ucapnya dengan nada bercanda dan
tersenyum.
vivi menjadi lebih
akrab denga andre karena andre begitu baik hati. dulu dia tidak begitu
memperhatikan andre karena terlalu sibuk dengan jesicca dan ingin berada
bersama jesicca. tapi saat ini dia ingin membuat dunia nya sendiri dan hidup
dengan bahagia.
vivi tidak tahu apa
yang terjadi dengan hidup nya tapi dia tidak ingin mati.
dilain tempat alex
menikuti vivi dan begitu penasaran dengan kehidupan vivi. walaupun dia tidak
tahu veronika itu vivi atau bukan tapi dirinya selalu ingin tahu segala nya
tentang steffy. alex pun mengikuti vivi sampai ke perpustakaan dan mencari-cari
dimana kira-kira keberadaan steffy.
lalu pandangan nya
berhenti dan melihat sosok veronika yang sedang tersenyum dan mengobrol dengan
seseorang. tiba-tiba hatinya bergemuruh dan muka nya terlihat tidak nyaman
ketika melihat teman mengobrol veronika ternyata adalah laki-laki yang memiliki
postur seperi laki-laki kemarin yang mengantar veronika untuk pulang. tapi alex
tidak bisa melihat dengan jelas wajah lelaki itu karena terhalang oleh lemari
buku di perpustakaan.
" kira-kira
dengan siapa veronika mengobrol yah" tanya alex pada diri nya sendiri
sambil menyipitkan mata nya untuk memperkelas penglihatan nya.
"apa??
andre" raut muka nya berubah dan terlihat begitu gusar.
__ADS_1