PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU

PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU
kebenaran 2


__ADS_3

veronika


masih merasa bingun dengan apa yang dikatakan oleh sang ibu pada dirinya.


"terus, dulu aku punya panggilan kecil gak" tanya steffy penasaran.


"tentu, dulu


kami sering memanggilmu vivi, lucu bukan? tapi kau tidak suka dipanggil vivi


karena itu kekanak-kanakan katamu" sambil menggoda anaknya.


" vivi?"


masih tertegun dengan apa yang di dengarnya dan terus mencari informasi dari


sang ibu.


"ibu kenal gak


sama anak yang ku tolong dulu itu?" tanya nya penasaran.


"nggak terlalu


, soalnya dulu anak itu pendiam dan jarang bergaul, kecuali sama kamu ajah


vivi" sambil membersihkan meja makan.


"ada apa sayang,


kenapa kamu tiba-tiba bertanya tentang ini" ucap sang ibu pada anak nya.


" nggak bu aku


cuma penasaran ajah" jawabnya berusaha untuk santai.


rasanya veronika


ingin mencurahkan segala perasaan nya pada sang ibu, tapi dia tidak ingin


membuat sang ibu merasa khawatir. sejak kepergian ayah beberapa tahun lalu ibu


selalu bekerja setiap hari dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan ku untuk


berkuliah. " aku harus bisa menyelesaikan setiap masalahku sendiri"


pikirnya dalam hati.


" kamu belum


berangkat sayang" tanya sang ibu pada veronika yang masih melamun dan asik


dengan pikiran nya sendiri.


tiba-tiba veronika


sadar hari ini ada kuliah pagi " oh iiya, aku ada kuliah pagi mah, aku


berangkat yah" ucap steffy setelah mencium tangan ibunya dan langsung


berlari keluar rumah nya dengan buru-buru.


ibu steffy melihat


hp anak nya yang tertinggal di meja dan berusaha mengejar anaknya yang baru


saja keluar dari rumah.


"veronika


....steffy hp kamu ketinggalan" sambil berjalan kearah pintu.


"iya ..iya bu


aku lupa hehe" sambil kembali berbalik dan mengambil hp nya yang


tertinggal.


"makasih


bu" sambil mencium pipi sang ibu dan langsung mencari taksi untuk ke


kampus.


setelah masuk


kedalam mobil sambil memegang hpnya, hpnya pun berbnyi dan ada panggilan dari


no tak dikenal. "ini pasti no hp si penyihir itu " sambil mengangkat


telepon dengan malas dan melihat arak kaca mobil bagian luar.


" hallo ? ini


dengan siapa" tanya vivi dengan pada si penelepon.


" hallo veronika


ini aku jesicca, " jawabnya di telepon.

__ADS_1


"ohh, jesicca


ada apa?" tanya nya berpura-pura.


"aku mau cari


tahu tentang perumahan di sekitar rumah kamu itu. kamu ingetkan?" ujarnya


mengingatkan vivi.


" oh, iya yang


semalem, yah" jawab vivi berpura-pura antusias.


" maaf yah


jess, kayaknya semua nya udah ada penghuni nya deh" berpura-pura sedih


pada jesicca.


"btw hari ini


kamu sibuk gak, kalau nggak kita main yukk? " tanya jesicca lagi pada vivi


untuk mengajak nya nongkrong.


" maaf yah


hari ini aku punya tgas kampus yang menumpuk jess, lain kali ajah, makasih lho


udah di tawarin" sahut vivi dengan wajah menghina.


vivi ingat dudlu


dia begitu antusias ketika seorang jesicca mengajk nya untuk nongkrong, tapi


kali ini dia nggak akan tertipu lagi, apalagi setelah tahu dia adalah vivi yang


di cari alex. vivi harus menyusun rencana agar semua nya bisa terkontrol dengan


baik.


vivi tak tahu


tentang apa yang akan terjadi jika dia mengubah alur cerita hidup nya. tapi dia


akan berusaha untuk tetap bertahan untuk orang- orang yang mencintainya dengan


begitu luar biasa dan ingin membuat mereka bahgia dengan kehadiran nya.


vivi pun sampai di


vivi melewati


setiap mata kuliah nya dengan baikdan menyelesaikan tugas- tugas yang di


berikan.


seperti biasa vivi


pergi ke perpustakaan kampus unutk mencari referensi untuk tugas kampus nya.


ketika berjalan


menuju perpustakaan vivi melihat alex yang sedang mengobrol dengan teman nya.


vivi masih bingung teentang apa yang harus dilakukan nya terhadap alex. apakah


dia harus mendekati nya atau menjauh sejauh mungkin untuk menghindari


pertengkaran denga jesicca yang ber mula dari alex.


kemudian vivi


langsung pergi melewati mereka dan menuju perpustaan kampus sambil memakai kaca


mata besar nya serta membawa tumpukan tugas di tangan nya.


alex sebenar nya


ingin melihat veronika walau hanya sesaat. semenjak kejadian di pesta nya, dia


semakin tertari dengan sosok veronika. gadis yang sangat cantik dan memiliki


mata biru seperti lautan. tapi dia tidak tahu kenapa veronika menutpi


kecantikan nya dengan kaca- mata itu dan baju yang terlihat kebesaran bagi veronika.


alex penasaran kemana veronika akan pergi setelah menyelesaikan kelas nya.


ingin alex mengajak nya mengobrol dan bercengkrema. tapi jesicca bilang dia


harus memberi kesan kepada steffy kalau dia itu berbeda dari pria lain, dan


harus bersikap tenang.


steffy pun masuk ke


perpustakaan dan kampus dan mencari referensi tugasnya.

__ADS_1


tatanan buku yang


terlihat rapi berjejer dari ujung ruangan, dengan tatanan lemari yang rapi dan


buku dan disusun berdasrkan judul masing-masing. perpustakaan seperti rumah


bagi nya, tempat untuk menghabisjkan waktu sambil membaca buku- buku yang ada.


steffy berjalan menyusuri


lemari buku sambil memilihbuku apa yang kali ini akan di nya baca.


"veronika"


suara berbisik memanggil nya dari jauh sambil sedikit tersenyum.


sreefy pun melihat


sumber suara dan melihat kak andre di balik rak buku tempat nya sekarang.


sambil membulatkan mata nya dia terkejut melihat kak andre.


" kak andre,


kemana ajah aku -cari ?" tanya vivi pada andre.


"ada apa


eman" tanya andre pada vivi.


veronika pun


mengeluarkan sebuah kotak makanan yang di buat ibu vivi untuk ande karena telah


mengantar putri satu-satu nya pulang dengan selamat.


"wihhh, enak


nih kayak nya" jawab ande sambil mencium aroma kotak makanan yang di bawa


vivi.


" makasih yah


kak kemarin udah nganterin aku pula" sambil memilih buku yang dicari nya.


"sama-sama,


kan kita harus saling menolong" ucapnya dengan nada bercanda dan


tersenyum.


vivi menjadi lebih


akrab denga andre karena andre begitu baik hati. dulu dia tidak begitu


memperhatikan andre karena terlalu sibuk dengan jesicca dan ingin berada


bersama jesicca. tapi saat ini dia ingin membuat dunia nya sendiri dan hidup


dengan bahagia.


vivi tidak tahu apa


yang terjadi dengan hidup nya tapi dia tidak ingin mati.


dilain tempat alex


menikuti vivi dan begitu penasaran dengan kehidupan vivi. walaupun dia tidak


tahu veronika itu vivi atau bukan tapi dirinya selalu ingin tahu segala nya


tentang steffy. alex pun mengikuti vivi sampai ke perpustakaan dan mencari-cari


dimana kira-kira keberadaan steffy.


lalu pandangan nya


berhenti dan melihat sosok veronika yang sedang tersenyum dan mengobrol dengan


seseorang. tiba-tiba hatinya bergemuruh dan muka nya terlihat tidak nyaman


ketika melihat teman mengobrol veronika ternyata adalah laki-laki yang memiliki


postur seperi laki-laki kemarin yang mengantar veronika untuk pulang. tapi alex


tidak bisa melihat dengan jelas wajah lelaki itu karena terhalang oleh lemari


buku di perpustakaan.


" kira-kira


dengan siapa veronika mengobrol yah" tanya alex pada diri nya sendiri


sambil menyipitkan mata nya untuk memperkelas penglihatan nya.


"apa??


andre" raut muka nya berubah dan terlihat begitu gusar.

__ADS_1


__ADS_2