PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU

PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU
pemilik restoran


__ADS_3

"fy" teriak dari depan dengan suara berat menyadarkan steefy dari pikiran nya sendiri, " kamu kenapa?"


"nggak kok, ngak papah" menjawab dengan cepat.


"bener?" mengencangkan suara nya takut tidak terdengar karean beradu dengan suara angin.


"iya kak, liat jalan ajah sana" ucap veronika mengalihkan perhatian andre.


veronika harus sadar ia tidak bisa terus memikirkan laki-laki itu. ia harus pada pekerjaan yang akan ia dapatkan. gmam nya dalam hati.


mereka pun tiba si restoran keluarga sudirjo. saat pertama kali ia datang ia takjb melihat restoran yang sebesar itu. ia berpikr pantas saja keluarga sudirjo menjadi orang kaya. restoran  nya saja sudah sangat besar apalagi dengan bissnis lain yang jauh lebih besar. keluarga sudirjo memang memilki banyak perusahaan di berbagai sektor. seperti makanan, pakaian, dan ritel.


veronika melihat restoran itu dengan takjub. tapi menyembunyikan ekspresi nya dari andre karena takut ande il fil jika tahu diri nya belum pernah melihat restoran seperti ini.


veronika sejak kecil selalu diajarkan untuk menghemat oleh orang tua nya, mereka sedah memberi veronika kehidupan yang ia harapakan. tapi semenjak kematian ayah nya kehidupan nya jadi sangat sulit. jadi boro-boro untuk ke restoran mahal. ia hanya makan makanan yang di masakan ibu nya untuk mengemat perngeluatran keluarga. tapi ia juga beruntung ia memilki ibu yang rajin memasak.


"ayo fy" ajk nya untuk meminta fy masul.


"oh iya" menganggukan kepala sebagai tanda setuju sambil melihat secara detail tentang reestoran itiu.


restoran itu memilki taman di bagian depan dengan pohon=pohon kecil yang di rawat oleh mereka.


pohon itu di tata menyerupai orang yang berbaris rapih menyambut tamu yang datan.


lalu ia melihat interior luar restoran itu terlihat modern da juga estetik. baru mrlihta bagian depan saja sudah begitu apalagi bagian dalam pikir nya dalam hati sambil terus melihat halaman hotel. sampai ia tidak sadar andre sudah masuk ke dalam.


"fy buruan " andre kembali keluar untuk menyeret veronika ke dalam sambil memgang tangan veronika dan membawa nyakedalam.


ia sejenak melamun . melihat tang andre yang menyeret nya dengan kuat. tapi ia memaklumi nya, ungkin karena ia terlalu lambat karena terpesona oleh keindahan tempat ini.

__ADS_1


andre langsung membawa steefy ke bagian kantor restoran itu umtuk menemui tannte nya yang merupakan istri dari pemiliki restoran'


tok tok tok sura ketukan pintu dari luar ruangan kantor.


saat ia masuk ia terpesona lagi dengan pemilik restoran. tubuh nya yang langsing seperti model, mata nya yang indah, dan rambut nya yang terlihat  mencolok. tetu dengan kecantikan yang menunjukan semnagt. umur nya memang terlihat tua, terlihat dari kulit nya yang mulai keriput dan walaupun pasti nya kulit itu memiliki perawatan yang spesial. tapi wajah itu terlihat tidak asing bagi veronika. ia seperti melihat wajah yang hampir sama dengan wanita paruh baya di depan nya. tapi biarlah yang penting ia bisa mendapat pekerjaan.


"veronika kenalin ini tante ku tante mary " ia yang di percaya oleh om sudirjo untuk  memelihara  restoran itu.


" hallo tante" ucap nya dengan ter senyum dan memberikan tangan nya untuk bersalaman.


"hallo" menanggapi veronika


" ada ap ini dre ?" tanya nya sambil melihat andre membawa wanita ke kantor  nya. biasa nya andre tidak tertarik akan hal itu. dia selalu membuat alasan untuk menolak para wanita yang mendeati nya.


"eihh udah gede kayak nya ponakan tante ini" memberi senyuma,


mary memeprhatikan wanita yang di bawa andredari ujung kepala sampai ujung kaki. memang wanita itu terlihat cantik dan baik hati. pantas saja andre menyukai wanita itu dengan rambut yang sebatas bahu. "kamu terlihat  cantik" memuji veronika.


andre mengarti dengan apa yang di ucapmkan oleh tante nya. pasti dia mengira bahwa andre memilki hubungan dengan steefy. tapi kenpa membantah toh ia memang menyukai steefy tapi karena ada veronika  ia harus terlihat biasa saja.


"apa sih tante, ini temen aku" mencoba menjelaskan.


" iya...iya" mengerti maksud keponakan nya yang masih terlihat malu.


" tante kan kemarin bilang butuh karyawan tambahan untuk restoran tante. nah aku punya temen yang emang cocok kayak nya" menjelaskan pada tante mary.


tante mary merhatikan veronika sekali lagi, untuk memastikan apakah steefy orang yang tepat untuk bekerja di restoran nya. ia memilki insting yang kuat ketika bertemu seseorang dan bisa tahu karakter seseorang hanya pada saat pertama bertemu. mary merasakan ada yang kuat pada diri gadis di depan nya hal yang jarang ia dapat kan dari orang lain.


"apa kamu serius ingin bekerja?" tanya mary pada veronika.

__ADS_1


"iya tante... aku sedang membutuh kan pekerjaan ini." ucap nya yakin.


"kamu kan masih sekolah, kenpa memutuskan untuk berkerja?" tanya, mengankat tangan di depan meja dan menyatukan tayan nya itu. seolah sedang menginterview veronika.


"saya memilki maslah keluarga dan sya membutuh kan penghasilan" ucap nya yakin.


" kemana orang tua mu?" mary menunggu jawaban veronika.


veronika sebenarnya tidak ingin ntuk menceritakan masalah keluarga nya pada orang lain. tapi karena ia membutuhkan pekerjan ini. ia harus jujur bahwa .


"ibu saya baru saja kecelakaan, biasa nya ibu saya yang bekerja, setelah dia sakit tentu say sebagai anak nya harus merawat dan melkakukan aa yang saya bisa untuk tetap bertahan",


mary terkejut mendengar jawaban itu. tentu gadis didepan nya memiliki hati yang baik sehingga rela bekerja untuk keluarga nya,


"lalu ayah mu?" timpa nya lagi.


"ayahhh ku..." mencoba untuk tidak mengeluarkan air mata, "dia meninggal ketika aku masih kecil" dengan mata berkaca-kaca


"ohh maaf saya turut berduka" merasa tidak enak menyinggung masalah itu.


"iya tidak apa-apa" mencoba menenagkan diri dan tidak terbawa perasaan.


tante mary terdiam sejnak seperti sedang berpikir keras untuk menerima steefy sebagai karyawan nya.


"kamu kan masih mahasiswa saya tidak bisa mempekerjakan kamu di restoran saya" mulai berbicara setelah terdiam beberapa menit dengan nada serius.


wajh veronika langsung menunjukan ke sedih mendengar hal itu, tapi ia harus tetap tenang. tapi andre yang mendengar hal itu langsung bereaksi.


"ayolah tante.... berikan dia kesempatan" memohon pada tante nya.

__ADS_1


"kamu diam dulu andre saya belum selesai bicara." mengintrupsi andre dengan memberi insyarat mengangkat tangan nya mendekati bibir.


"saya tidak bisa mempekerjakan kamu sebagai karyawaan tetap. tapi saya akan memberi mu kesempatan untuk bekerja paruh waktu di restoran ini" memberikan senyuman selamat pada veronika


__ADS_2