PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU

PEMBALASAN DENDAM GADIS LUGU
semakin rumit


__ADS_3

"ve..veronika....." ucap tomi dengan gugup untuk


menghentikan langkah veronika yang menjauh.


veronika langsung berbalik mencari asal suara itu dan


melihat laki-laki tadi yang dia lihat dari jauh.


"kamu...  siapa kamu" ucap veronika dengan nada terkejut.


sejenak tomi ragu apakah ia harus mengatakan yang sebnar nya pada veronika. apakah ia tega untuk mengatakan bahwa ibu veronika telah di bunuh. ia bergelut dengan pikiran nya sendiri harus memilih untuk memilih menjadi penjahat seumur hidup nya tanpa di benci atau mengungkap kan kebenaran dan harus menngung segala kebenciandari gadis di depan nya. tapi memori tentang adik nya yang masih di rumah sakit membuat nya gentar dan tidak jadi untuk berkata jujur.


"a...ku aku ehh  tomi" anak nya teman ibu mu" ucap nya dengan canggung dan kebingungan sambil mengulurkan tangan nya pada fy yang penasaran.


"oh...anak temen ibu" menunjukan wajah lega. "tapi aku rasa aku belum pernah ngeliat kamu" sambil melepaskan tangan mereka yang bersalaman.


"i...tu aku memang jarang ketemu kamu. aku lebih sering liat ibumu dengan ibuku saling menyapa ajah" ucap nya dengan gugup dan berkeringat.


"oh... "


"aku turut berduka" ucap tomi dengan fy yang berusaha untuk menahan kesedihan nya.


"makasih"  dengan wajah sedih. "tapi kamu ngapain kesini?" merasa aneh dengan laki-laki di depan nya.

__ADS_1


tomi kembali gelapan mendengar perkataan itu. ia akan terus berbohong untuk menutupi kebohongan yang lain.


"aku cuma mau ngabil sim ku doang di sisni, kebetulan aku ngeliat kamu. a..aku tahu kamu kemarin pas acara pemakaman." alex gugup lagi.


"dan kamu, sedang apa di sini" tanya tomi pada veronika.


"aku ada sedikit urusan yang harus di selesaikan" ucap veronika karena tidak mau orang lain tahu tentang maslah nya yang rumit ini. "kalau begitu aku pergi duluan  yah" sambil melambaikan tangan dengan ramah dan pergi dari rumah sakit. walaupun ia tidak begitu kenal dengan laki-laki itu.


"iya, silahkan" jawab tomi pada veronika yang menjauh dan berharap akan mendapat ampunan atas yang ia lakukan.


veronika menaiki taksi dan pergi dari kantor polisi dengan kecewa karena tidak menemukan bukti apapun tentang ibu nya. berarti ia harus melakukan nya sendiri. tenang lah bu aku akan mengungkap semua nya demi ibu. pikir veronika sambil melihat ke luar kaca jendela yang di tetesi air hujan. seolah alam pun ikut bersedih atas apa yang menimpa diri nya.


"kita berhenti dimana yah non?" tanya supir taxi pada veronika.


"iya non"


veronika sampai di tempat kejadian ibu nya mengalami kecelakaan. dan melihat kembali ibu nya yang mengalami kecelakaan naas itu dengan mata yang berkaca-kaca.  ia melihat ke sekiling tempat itu. berharap akan menemukan sebuah bukti. lalu tatapan nya berhenti saat melihat cctv yang terpasang di pinggir sebuah toko.


"bukan kah itu cctv " melihat ke arah cctv yang tersembu nyi di antara batang pohon dan di buat senatural mungkin. "itu bisa jadi bukti yang kuat.


veronika mendekati cctv itu untuk memastikan bahwa itu benar-benar cctv. " aku harus meminta salinan cctv" denga raut bahagia bisa mendapatkan bukti ini.


"sementara alex yang berada di kampus masih terus memikirkan istri baru nya yang imut itu. kira-kira apa yang di lakukan fy yah?. pikir nya di tengah pelajaran dan hanya sibuk dengan pikiran nya sendiri.

__ADS_1


"woy... lex kenapa lo? kesambet ? dari tadi senyum- senyum mulu" tanya teman alex yang bingung melihat tingkah aneh alex yang berbeda dari biasa nya. "lex" berusaha menyadarka alex karena dosen sudah mengetahui bahwa alex tidak fokus dalam pelajaran nya.


"hah" menanggapi teman nya.


"alex tolong jelaskan ulang tentang apa yang barusan saya sampaikan" ucap sang diosen dengan wajah galak nya.


alex hanya mematung karena tidak bisa menjawab nya.


"maaf bu saya salah" ujar alex menhan malu di depan teman-teman nya.


"kamu... yah" dengan wajah kesal. "saya tugaskan kamu membuat makalah untuk persentasi minggu depan"


alex hanya bisa menerima hukuman itu karena memang ia yang sakah. tapi ia harap ini bukan mimpi bisa menikahi veronika adalah hal yang paling indah yang bisa ia rasakan.


pelajaran selesai, alex tidak sabar ingin segera pulang dan menemui istri nya.


"kita nongkrong yuk lex" ucap teman nya pada alex ynag sedang merapihkan tas nya.


"nggak deh kayak nya hari ini, aku ada janji" langsung memekai tas nya dan pergi.


sementara veronika sedang mengamati cctv dari salah satu pemilik rumah disana. ia juga menemukan hal yang mengajutkan dari dalam vidio itu.


"tidak .... " mengatur nafas nya agar kembali stabil melihat ibu nya yang di tabrak .

__ADS_1


__ADS_2